Home / Kota Palembang / Menko Perekonomian: Pemerintah upayakan suplai minyak goreng secara kontinyu kepada masyarakat

Menko Perekonomian: Pemerintah upayakan suplai minyak goreng secara kontinyu kepada masyarakat

Palembang, newshanter.com – Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto mengatakan pemerintah telah mengupayakan suplai minyak goreng berlangsung secara kontinyu kepada masyarakat. Hal tersebut untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng yang terjadi saat ini di tengah masyarakat.

“Apa yang menjadi harapan masyarakat (minyak goreng akan disuplai sehingga masyarakat mudah mendapatkanya). Suplai tersebut tentunya akan kami usahakan dengan menggandeng produsen dan distributor minyak goreng secara kontinyu agar suplainya dapat berlanjut ” terang, Airlangga ketika memantau pelaksanaan operasi pasar (OP) minyak goreng di Pasar Alang-Alang Lebar, Palembang, Sabtu pagi. ( 5/03/21).

Dikatakan bahwa, Saat ini pemerintah terus mendorong ketersediaan minyak goreng dengan menyediakan harga yang terjangkau bagi masyarakat.

Kegiatan operasi pasar ini kita gencarkan untuk dilaksanakan di setiap daerah seluruh penjuru Tanah Air guna untuk mengatasi persoalan yang ada saat ini terkait kelangkaannya di pasaran.

Dengan mengandeng para produsen dan distributor minyak goreng operasi pasar ini akan terus digelar di seluruh penjuru tanah air sampai akhirnya minyak goreng dapat dengan mudah diperoleh oleh masyarakat.

“Tentunya kami juga akan terus melakukan evaluasi terkait operasi pasar yang sudah digelar saat ini serta terjadinya kelangkaan minyak goreng saat ini ,” katanya.

Politisi Golkar ini mengatakan bahwa sejauh ini pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 20 persen bagi eksportir bahan baku minyak goreng. Serta, Domestic Price Obligation (DPO) untuk harga bahan baku minyak goreng di dalam negeri.

Melalui kebijakan tersebut diharapkan kebutuhan minyak sawit dalam negeri yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan minyak goreng akan dapat terpenuhi.

Airlangga juga berharap kepada Masyarakat untuk dapat membeli minyak goreng dengan harga yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah yakni sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp14.000 per liter untuk minyak goreng (kemasan premium) dan Rp13.500 per liter untuk (kemasan sederhana) serta Rp11.500 per liter untuk minyak goreng (curah).

Para pedagang pada umumnya menyampaikan harapannya, agar harga bahan kebutuhan pokok terjangkau sehingga daya beli masyarakat dapat meningkat.

Khusus minyak goreng, pedagang mengeluhkan karena kurang lebih satu bulan tak mendapatkan pasokan barang dari distributor dan Agen.

“Barang (minyak goreng) tidak ada di pasaran Pak, ada harga tapi tidak ada barang. Ucap salah seorang pedagang kepada Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto.

Kami tidak disuplai oleh distibutor,” kata Ali, pedagang Alang-Alang Lebar ketika berdialog dengan Airlangga.

Sementara itu, warga Palembang menyerbu Operasi Pasar minyak goreng di Pasar Alang-Alang Lebar sejak Sabtu pagi, yang merupakan kerja sama pemerintah dengan produsen.

Hingga pukul 11.00 WIB, antrean warga masih mengular. Warga yang sebagian besar ibu-ibu mengantre untuk membeli dua liter minyak goreng kemasan sederhana merek Fortune senilai Rp27.000. Sedangkan, untuk minyak curah Rp11.500 per liter dengan kuota berkisar 5 liter per orang.

Elma, warga setempat mengatakan dirinya mengantre untuk mendapatkan minyak goreng ini sejak pagi. “Susah dapat minyak sekarang, kalau pun ada di warung harganya mahal Rp21.000 hingga Rp24.000 per liter. Jadi saya kejar OP ini,” kata Elma yang membeli minyak curah sebanyak 4 liter.

Dalam OP ini pemerintah dan produsen menyediakan sebanyak 7.000 liter minyak goreng jenis kemasan sederhana dan 7 ton liter minyak goreng jenis curah sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Sementara itu ditempat yang sama, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel, Ahmad Rizali ketika diwawancarai mengatakan bahwa dengan adanya operasi pasar ini dapat memberikan solusi kepada masyarakat terkait kelangkaan minyak goreng saat ini sehingga dapat segera teratasi.

Dijelaskannya bahwa operasi pasar ini sendiri tidak hanya digelar di Kota Palembang saja melainkan juga digelar di beberapa kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Sumsel.

Operasi Pasar ini juga digelar di daerah Baturaja, Lubuk Linggau, Prabumulih serta direncanakan di 17 Kabupaten dan Kota yang ada di Sumsel.

Tinggal kita jadwalkan saja setiap daerah masing-masing tentunya Disdag Sumsel melakukan kerjasama dan koordinasi dengan Dinas Perdagangan Kabupaten dan Kota yang ada di Provinsi Sumsel serta menggandeng produsen dan distributor minyak goreng yang ada di Provinsi Sumsel.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga yang didampingi oleh Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, Ketua DPRD Sumsel Hj. RA. Anita Noeringhati SH. MH, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel, Ahmad Rizali, juga sempat berdialog dengan pedagang pasar dan warga setempat terkait kelangkaan minyak goreng. (are)

About Redaksi NHO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Kemensos dan Pemkab OKI Bantu Pengobatan Kakak Beradik Penyandang Disabilitas di SP. Padang

OKI, newshanter.com – Tim Kementerian Sosial Republik Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Ogan ...