Jakarta. Pada Hari Rabu 4 November 2015, 61 tahun peringatan wafatnya pahlawan Indonesia, Mashudul Haq alias Agus Salim yang wafat pada 4 November 1954.
Beliau lahir di tanah minang, Kota Gadang, Agam, Sumater Barat pada 8 Oktober 1884. Agus Salin dikenal sebagai pemuda yang cerdas, namun saat itu ia gagal mendapat beasiswa untuk sekolah di Belanda.
Dari kegagalan itu, beliau pergi hijrah tahun 1906 ke Arab Saudi untuk untuk bekerja sebagai penerjemah di konsulat Belanda. Selain itu, beliau juga memperdalam ilmu agama Islam pada Syech Ahmad Khatib, imam Masjidil Haram yang juga pamannya, serta mempelajari diplomasi.
Sepulangnya dari Arab Saudi, Salim mendirikan sekolah HIS (Hollandsche Inlandsche School), dan ia sebagai pendiri Jong Islamieten Bond.
Agus Salim pernah menjadi anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada akhir kekuasaan Jepang. Ketika Indonesia merdeka, dia diangkat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung.
Kepiawaiannya berdiplomasi membuat dia dipercaya sebagai Menteri Muda Luar Negeri dalam Kabinet Syahrir I dan II serta menjadi Menteri Luar Negeri dalam Kabinet Hatta. Agus Salim dikenal dengan julukan The Grand Old Man, sebagai bentuk pengakuan atas prestasinya di bidang diplomasi. (NIa)





