Home / SUMSEL / Musi Banyuasin / MELAKSANAKAN TUGAS JURNALIS, WARTAWAN DI MUBA DI DUGA DI ANCAM OKNUM TIDAK DI KENAL

MELAKSANAKAN TUGAS JURNALIS, WARTAWAN DI MUBA DI DUGA DI ANCAM OKNUM TIDAK DI KENAL

Musi Banyuasin,newshanter.com – Sangat miris di tengah masa Pandemic Covid-19 masih saja oknum ASN di Kabupaten Musi Banyuasin mengambil keuntungan dengan jalan seperti halnya yang di lakukan oleh salah satu oknum Kepala Puskesmas Srigunung Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin, di duga mengambil kesempatan dalam kesempitan.

Seperti halnya yang di lakukan oleh salah satu oknum Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat ( Puskesmas ) Srigunung Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin yang di duga menyunat uang insentif Covid-19 yang masuk ke Rekening masing-masing Staf Puskesmas mulai dari bulan April, Mei dan Juni di Potong oknum ke Puskesmas tersebut sebanyak 20% dengan dalih menjual nama Dinas Kesehatan kabupaten Musi Banyuasin.

Seperti yang di sampaikan narasumber kami yang bisa kami pertanggung jawabkan meyampaikan kepada awak media pada ( 28/09/2020 ) pada pukul 20,47 wib melalui aplikasi messenger bahwa salah satu oknum Kepala Puskesmas di Desa Srigunung Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin, di duga memangkas uang insentif Covid yang masuk ke rekening masing-masing staf Puskesmas mulai dari bulan April, Mei dan Juni di potong sebanyak 20% dengan menjual nama Instansi Dinas Kesehatan Muba, padahal uang yang 20% tersebut diduga masuk ke kantong pribadi oknum Kepala Puskesmas tersebut, cetus sumber kami.

Lanjutnya, tidak hanya sebatas itu oknum Kepala Puskesmas tersebut di duga juga memotong uang kapitasi medis BPJS untuk staf di potong sebesar 30% oleh Kepala Puskesmas Srigunung tersebut, tambahnya.

Di lain waktu saat awak media mintai tanggapan terkait pemasalahan tersebut kepada oknum Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat ( Kapuskesmas ) pada tanggal (11/09/2020) oknum Kepala Puskesmas Srigunung Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin menyampaikan melalui via WhatsApp, semua pencairan masuk ke Rekening Masing-masing pak, oh ya kalo ada waktu luang bisa jumpa pak,biar di klarifikasi dan di jelaskan jelas oknum Kapuskesmas Srigunung.

Lanjutnya berselang beberapa menit ada telepon yang masuk dengan nomor +628538187xxxx
ke nomor awak media berbicara dengan nada kasar, marah-marah dengan melontarkan kata-kata tidak pantas dan nada ancaman.

saat awak media mananyakan prihal telepon yang masuk kepada oknum Kapuskesmas Srigunung Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin menyatakan,
“Maaf pak, biar saya jelaskan, maaf namanya juga kakak saya, jadi ikut panik…jelasnya di dinding akun WhatsaApp.

Di lain waktu Kepala Dinas Kesehatan Dr. H. Azmi Radiusmansyah, saat di konfirmasi masalah ini melalui via WhatsAap sampai berita ini di terbitkan tidak ada komentar dan sangat di sayangkan nomor WhatsApp saya di blokir,” jelasnya.

Terpisah, Muhammad Fathoni SHI selaku Biro Hukum Ikatan Wartawan Online ( IWO ) Kabupaten Musi Banyuasin menyampaikan Pemotongan insentif honorer tanpa dasar hukum yang jelas dan tanpa kesepakatan sebelumnya bisa dikategorikan sebagai Pungutan Liar.

Di jelaskannya, “sangat disayangkan jika hal tersebut memang benar-benar terjadi, mengingat Kabupaten Musi Banyuasin sudah menerapkan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi dan pungli”

“Informasi tersebut patut juga ditindak lanjuti oleh pihak-pihak yang berwenang, terutama pihak penegak hukum dan pimpinan instansi dimana oknum tersebut bernaung agar semangat pencegahan dan pemberantasan Pungli di Kabupaten Musi Banyuasin dapat di implementasikan dalam tindakan, bukan sekedar slogan saja”, Lanjutnya.

Masih jelas fathoni, “untuk masalah telepon misterius yang meneror wartawan tersebut dengan melontarkan kata-kata kasar dan cacian kita akan tindak lanjuti, kepada pihak yang berwajib.”

“Kalau memang benar ada upaya penghambatan dan atau menghalang-halangi tugas jurnalis, apalagi sampai mengancam jiwa dan keselamatan rekan-rekan jurnalis dalam hal pemberitaan kita akan meminta penegak hukum melakukan Penerapan Pasal 18 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang pers, pasal 18 ayat 1 dengan ancaman pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).”cetusnya

karena sudah banyak contoh wartawan yang tersandung masalah dan tidak sedikit juga wartawan yang mendapat tindakan kriminalisasi, maka dari itu kita akan bersikap tegas demi Supremasi Hukum dan kebebasan Perss,” Ujarnya tegas.
(Vina)

About Redaksi NHO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

LKPJ Bupati Banyuasin Tahun Anggaran 2020 disampaikan Paripurna DPRD

Banyuasin,newshanter.com – Anggota DPRD Banyuasin melakukan rapat paripurna dengan nota pengantar Laporan ...

0 pengunjung sedang aktif sekarang
0 tamu, 0 anggota
Semua waktu: 343 pada 10-23-2015 02:12 am UTC
Maks pengunjung hari ini: 0 pada 12:00 am UTC
Bulan ini: 0 pada 04-01-2021 12:00 am UTC
Tahun ini: 0 pada 01-01-2021 12:00 am UTC