Lokakarya Penataan Ruang Memperkuat Materi RTRW

BANGKINANG  newshanter.com –Peningkatan kualitas rencana  tata ruang adalah bagian penting  dari persyaratan pembangunan daerah. Untuk itu lokakarya  penataan ruang yang dilaksanakan oleh konsultan pelaksana Land Equity Internasional (LEI)  pada  proyek  Program Perencanaan dan Pemetaan Partisipatif (PMaP#7) sangat strategis dalam  mendukung pemerintah untuk  memperkuat dan mempertajam materi  Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).  Apalagi mengingat RTRW Kabupaten Kampar yang saat ini masih dalam pembahasan dan belum disyahkan.

Demikian disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kampar  Ir. H. Azwan, M.Si saat membuka lokaraya (workshop) II penataan ruang yang dilaksanakan konsultan PMaP#7, Land Equity Internasional (LEI)   dari Millenium Challenge Account-Indonesia (MCA-I) di aula Bappeda Kabupaten Kampar, Kamis (7/9/17).  “Lokakarya ini strategis dalam upaya memberikan masukan kepada pemerintah terkait RTRW,” ujar Azwan.

Bacaan Lainnya

Lokakarya  ini diikuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan  Pemerintah Kabupaten Kampar, pejabat di lingkungan Bappeda Kabupaten Kampar, Deputy  Tim Leader LEI PMaP7, Imelda  Sihombing beserta nara sumber Fakhrurazi, Hendrik, Mei Ardi, Hasan dan staf lainnya.

Disampaikan Azwan, bahwa pemerintah Kabupaten Kampar sangat  mendukung pembangunan pariwisata.  Pengembangan objek dan kawasan pariwisata menjadi salah satu prioritas pembangunan  dimasa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kampar Azis Zaenal-Catur Sugeng Susanto.

Sementara itu saat ini masih banyak objek wisata  di Kabupaten Kampar yang masuk dalam kawasan hutan. Untuk itu dengan adanya kegiatan PMaP#7 terutama di bidang penataan ruang ini bisa memberikan masukan dan mempertajam materi RTRW Kabupaten Kampar yang saat ini masih dalam proses pembahasan. “Kita mengharapkan  dengan  RTRW yang baru nanti,  objek wisata yang masuk dalam kawasan bisa  dialihkan menjadi APL (Areal Peruntukkan Lainnya/Areal Bukan Kawasan Hutan) sehingga pemerintah bisa mengembangkannya,” ujar Azwan.

Sementara itu Deputy  Tim Leader LEI PMaP7, Imelda  Sihombing  pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Lokakarya ini selain bertujuan  untuk mendukung pemerintah  dalam memperkuat dan mempertajam  materi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), juga  untuk memperkenalkan perangkat-perangkat  terbaru dalam pengelolaan dan pengolahan data spasial. Kemudian  juga untuk  penguatan  kapasitas  pemerintah dalam pengelolaan kegiatan perencanaan pembangunan serta penguatan kapasitas dalam mengidentifikasi potensi dan peluang investasi yang ada di Kabupaten Kampar.

Pada lokakarya II penataan ruang  ini, agenda  yang disampaikan adalah bagaimana manajemen dan dokumentasi kontrak/kegiatan, mengubah  data tabular menjadi data spasial, lanjutan identifikasi potensi lahan dan  menampilkan hasil pemuktahiran  peta tutupan lahan.

Kemudian narasumber Fakhrurazi menyampaikan bahwa data spasial  sangat efektif untuk perencanaan.  Kemudian semua data  tabular dapat dispasialkan.   Data tabular memiliki kelemahan yakni kesulitan melihatnya secara ruang, pemahaman data  jadi sedikit berkurang, sulit untuk melakukan perbandingan. Sementara itu data-data spasial memiliki kelebihan,  mudah melihat secara ruang, pemahaman secara ruang menjadi lebih baik dan dapat dilakukan teknik overlay antar data untuk kebutuhan analisa. (*era/NHO)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *