Home / breaking / MA RI Vonis Tjik Maimunah 3 Bulan Penjara, RAN Desak Jaksa Segera Lakukan Eksekusi

MA RI Vonis Tjik Maimunah 3 Bulan Penjara, RAN Desak Jaksa Segera Lakukan Eksekusi

PALEMBANG, newshanter.com − Penantian panjang, korban Ratna Juwita Nasution dalam mempertahankan hak milik lahannya seluas 16.900 Meter ber Sertifikat Hak Milik (SHM) dari perbuatan Tjik Maimunah selaku terdakwa kasus tindak pidana menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam suatu akta otentik dengan membuat Surat Pengakuan Hak (SPH). Akhirnya membuahkan hasil, dimana putusan Makamah Agung Republik Indonesia (MA RI), menyatakan terdakwa Tjik Maimunah bersalah dan dijatuhi hukuman 3 (tiga) bulan penjara.

Putusan MA RI ini, secara otomatis membatalkan putusan Hakim Pengadilan Negeri Palembang, atas putusan bebas terdakwa Tjik Maimunah, sedangkan sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kiagus Anwar SH malah menuntut hukuman 2 tahun 6 bulan penjara.

Mengenai putusan MA RI tersebut Dr Razman Arif Nasution (RAN) SH SAg MA Ph.D. selaku Kuasa Hukum korban Ratna Juwita Nasution mengatakan, sangat mengapresiasi setinggi-tingginya atas putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI) yang telah bertindak adil dan cermat serta transfaran dalam mengambil keputusan terkait kasasi JPU dan gugatan transfaransi yang telah disampaikan di MA RI.

“Belakangan, kami telah mendapatkan informasi bahwa, katanya, Titis merupakan keponakan dari Tjik Maimunah. Mereka diduga telah berkolaborasi diduga untuk pemufakatan jahat dan diduga berniat jahat untuk mengambil hak milik orang lain dengan dalih berperkara di persidangan,” tegas Razman kepada awak media melalui via video call di kediamannya di Jakarta, Sabtu (15/1/2022).

Menurut RAN, kalau kliennya tidak melakukan perlawanan hukum, kasus ini pun akan dimenangkan oleh mereka. Semua diatas pikiran-pikiran kotor mereka. Kata RAN, atas kehendak Allah SWT dikabulkanlah permohonan kasasi ini.

DR RAN mengaku, ketika dirinya mengirimkan salinan putusan ke Polda Sumsel, dan pihak Polda Sumsel mengatakan, akan memproses semua kasus yang ada.

“Pekan depan, kami akan ke Palembang, guna meminta salinan putusan tingkat pertama di Pengadilan Negeri (PN) Palembang dan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel guna meminta segera dilakukan eksekusi terhadap Tjik Maimunah dan eksekusi terhadap objek tanah yang telah dikuasai untuk segera dikosongkan. Walau akan dilakukan upaya hukum luar biasa Peninjauan Kembali (PK),”ucap RAN.

RAN menyebut, bahwa telah menerima salinan putusannya yang telah inchrac, dalam amar putusannya, hampir keseluruhannya dikabulkan. Tidak ada alasan untuk tidak melaksanakan eksekusi. Siapapun tidak dapat menghalang-halangi eksekusi jaksa. Hukum tidak dapat diperjual belikan.

“Masih banyak korban lainya yang akan kami kejar proses laporannya baik di Polrestabes dan Polda. Ada proses hukum ditingkat pusat untuk menegakkan keadilan agar terkuaknya siapa aktor intelektual dibalik perkara ini,”cetus RAN.

“Jangan ada lagi alasan sakit, saya akan meminta memory opinion. Siapapun yang akan menghalang-halangi proses eksekusi dan penahanan tentunya akan kami lakukan upaya hukum dan melaporkannya,” sambung RAN.

Selain itu, RAN mengatakan juga telah menerima surat balasan pengaduan kami dari Komisi Yudisial (KY) dan dari Badan Pengawas (Banwas) MA RI bahkan DPR RI, sebab, ini bukan kasus kecil.

“Terlepas berapa lama hukuman dalam putusannya. Tjik Maimunah dihukum penjara demi penegakkan hukum di Indonesia dan menjadi yuris prudensi bagi para APH. Ini poin awal untuk saya membongkar habis para terduga “Mafia Tanah” yang ada di Sumatera Selatan (Sumsel),” terang pengacara penomenal ini.

Terkait putusan tersebut RAN menegaskan, melihat, Tjik Maimunah dihukum pidana penjara selama tiga bulan dalam salinan putusan memori Kasasi, kasus ini merupakan kasus besar yang menjadi atensi dan pintu masuk saya untuk membuka dugaan “Mafia Tanah” yang ada di Sumsel dan kota Palembang khususnya.

“Klien kami merupakan keluarga kepolisian saja masih berani dizolimi, bagaimana dengan masyarakat kecil,” keluh kuasa hukum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara (Sumut) ini.

Sementara selaku korban Ratna Juwita Nasution mengatakan, dirinya merasa dizolimi dalam perkara ini sejak tahun 2015 dan masih banyak lagi para korban lainnya. Padahal, saya mempertahankan hak saya. Saya yakin dan percaya hanya Allah yang dapat membantu saya. Saat ini Allah telah membuktikan, siapa salah dan siapa yang benar, baru terbukti pada tahun 2022 ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada MA RI yang kami nilai telah jeli dalam memutuskan perkara ini dan kepada para Aparat Penegak Hukum (APH) yang telah memproses perkara ini walau para saksi-saksi kami telah dikurangi, kami juga merasa berterima kasih pihak-pihak membantu dalam perkara ini, khususnya bang Razman Arif Nasution dan rekannya Alex, begitu beliau turun kelapangan dalam perkara ini semua menjadi terbuka menuju kemenangan, sekali lagi Alhamdullilah,”tuturnya.

Diakhir komentarnya Ratna berharap, pihak kejaksaan dapat segera melaksanakan eksekusi, baik terhadap Tjik Maimunah maupun eksekusi terhadap objek tanah yang telah dikuasai.

Sekedar mengingatkan dalam dakwaan JPU Kiagus Anwar SH, diketahui pada tangga 14 Juni 2012 terdakwa Tjik Maimunah menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam suatu akta otentik mengenai sesuatu hal yang kebenarannya harus dinyatakan oleh akta itu.

Terdakwa mengajukan SPH atas namanya kepada Lurah 16 Ulu dan Camat SU II seolah-olah mempunyai sebidang tanah yang terletak di Jalan Pertahanan RT.053 RW 012, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan SU II tanpa disertai surat/dokumen bukti hak pemilikan yang sah, namun yang menjadi masalah ialah SPH tersebut terletak diatas lahan seluas 16.900 Meter ber Sertifikat Hak Milik (SHM) milik korban Ratna Juwita Nasution.

Atas perbuatan tersebut terdakwa Tjik Maimunah dituntut JPU hukuman 2 tahun dan 6 bulan penjara, sedangkan Majelis Hakim yang diketuai Toch Simanjuntak SH memberikan putusan bebas terhadap terdakwa. (Syf)

About Syarif Umar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Sampaikan Kepada Masyarakat, Polsek Teluk Meranti Sosialisasi Saber Pungli

PELALAWAN, NEWSHANTE.COM-Polsek Teluk Meranti jajaran Polres Pelalawan melakukan sosialisasi Sapu Bersih Pungutan ...