Ledakan Saat Pertandingan Timnas Prancis vs Jerman.Dikabarkan 60 tewas Presiden Holande Selamat

Foto: REUTERS/Philippe Wojazer

PARIS.Newshanter.Com – Terjadi aksi bom bunuh diri dan tembak menembak di empat lokasi berbeda di Paris. Suasana kota romantis itu masih mencekam. Dilaporkan Reuters dan Sky News, Sabtu (14/11/2015), sedikitnya ada empat titik mencekam. Lokasinya berada di pusat kota paris dan satu ledakan di luar stadion Stade de France, di mana sedang ada tim nasional Prancis bertanding melawan Jerman.

Polisi belum memastikan apakah keempat serangan ini berhubungan. Yang pasti, korbannya disebut sudah mencapai angka 60 orang dan 100 orang masih disandera.Situasi saat ini masih mencekam. Para korban dilarikan ke rumah sakit terdekat. Belum diketahui pasti apakah ada WNI yang menjadi korban.

Bacaan Lainnya

Sementara itu Presiden Francois Hollande diketahui tengah menonton pertandingan tim nasional Prancis dan Jerman berlaga di Stadion Stade de France. Di dekat stadion ada 3 ledakan beruntun terjadi.Dilansir CNN, Sabtu (14/11/2015) Presiden Francois Hollande dievakuasi pada babak pertama dari Perancis-Jerman pertandingan sepak bola.

AFP melansir, Holande dibawa oleh pasukan pengaman presiden keluar dari daerah tersebut. Menteri dalam negeri Prancis yang tengah bersama Holande juga selamat.

Sementara korban yang  tewasa akibat insiden tersebut   terus berjatuhan dalam teror kelompok bersenjata di kota Paris, Prancis. Sejauh ini korban tewas mencapai 60 orang dan masih terus bertambah.

Pernyataan itu disampaikan saluran berita Prancis BFM TV seperti dilansir CNN, Sabtu (14/11/2015). Serangan pada Jumat tengah malam ini disebut sudah terkoordinasi.Setidaknya ada enam penembakan berlangsung di Paris. Tiga ledakan berlangsung di dekat Stadion Stade de France saat pertandingan antara tim nasional Prancis dan Jerman tengah berjalan.

Sejauh ini dilaporkan sekitar 100 orang disandera di Gedung Teater Bataclan di pusat kota Paris. Ada 15 orang diketahui sudah dibantai di lokasi ini.Sumber CNN menyebut, ada sekitar enam sampai delapan penyandera di Gedung Teater bataclan.

Seperti dilansir Reuters, aresiden Prancis Hollande memutuskan keadaan darurat untuk semua Prancis, perbatasan ditutup,” demikian keterangan yang disampaikan oleh Reuters. Selain itu, Hollande memastikan bahwa operasi untuk menyelamatkan sandera sudah dilakukan jajaran kepolisian. Ia pun meminta agar semua pihak tenang. “Kita harus bersatu dan tetap tenang,” kata Hollande.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *