Home / SUMSEL / Kota Prabumulih Ke 15 Sosialisasi Dan MoU Aplikasi GIWANG

Kota Prabumulih Ke 15 Sosialisasi Dan MoU Aplikasi GIWANG

Prabumulih,newshanter.com – Pemerintah provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Gubernur Sumsel H Herman Deru melalui daripada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) provinsi Sumsel hari ini melaksanakan audiensi dan sosialisasi Aplikasi GIWANG Sumsel serta tindak lanjuti Memorandum of Understanding (MoU) kerjasama pemanfaatan dan penyebaran informasi melalui aplikasi GIWANG Sumsel.

Kegiatan ini sendiri dihadiri langsung oleh Kepala Disbudpar Provinsi Sumzel Aufa Syahrizal, Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya, Sekretaris Disbudpar, TGUPP bidang Kebudayaan, TGUPP bidang Pariwisata, Sekretaris Dewan Pimpunan Daerah (DPD) Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) Sumsel, serta jajaran lainnya baik dari Disbudpar Sumsel ataupun dari Pemerintah Kota Prabumulih, Selasa (28/9/2021).

Dikatakan Kadisbupar Sumsel Aufa Syahrizal, hari ini kita mengunjungi dan sekaligus silaturahmi dengan Pemkot Prabumulih dalam rangka untuk sosialisasi dan menindaklanjuti tentang MoU dan kerjasama untuk aplikasi GIWANG Sumsel.

Dimana untuk kota Prabumulih merupakan sosialisasi yang ke 15 kita, tinggal dua kabupaten lagi yang belum, memang kita laksanakan di 17 kabupaten/kota di provinsi Sumsel.

“Kedatangan kami memang harus ketemu langsung dengan Kepala Daerah tersebut,” ujarnya.

Kemudian, MoU ini seharusnya dilakukan pada saat launching GIWANG pada tanggal 19 Juni yang lalu dihotel Arista kota Palembang, karena Bupati atau Walikota pada saat itu banyak yang tidak bisa hadir, maka berdasarkan perintah dan arahan dari Gubernur Sumsel untuk jemput bola, artinya datang langsung kedaerah tersebut, sekaligus melakukan tandatangan.

GIWANG itu sendiri kepanjangan dari Genta Informasi Wisata Andalan yang Nyaman dan Gempita. Munculnya ide aplikasi GIWANG ini adalah adanya pandemi covid-19, ungkapnya.

Masih menurutnya, dimana kita ketahui bersama hampir 2 tahun kita dilanda pandemi covid-19, serta hampir semua sendi-sendi kehidupan bahkan kegiatan-kegiatan yang positif bisa meningkatkan perekonomian kita tertunda.

Dan paling terdampak oleh ini adalah sektor bidang kepariwisataan, karena pariwisata identik mengumpulkan orang banyak, hampir semuanya tertunda, kalau dipersentase sekitar 40 persen untuk ditahun 2020 yang bisa berjalan.

“Kami dituntut agar tetap aktif dan tetap bangkit, akhirnya kami dengan cara mencoba menemukan sebuah inovasi,” katanya.

Lanjutnya, informasi ataupun promosi tentang kebudayaan dan pariwisata disuatu daerah termasuk juga potensi-potensi tetap bisa dinformasikan.

Pada waktu itu dituntut untuk menciptakan sebuah inovasi baru pada pelatihan tersebut, bagaimana kita mempromosikan budaya dan pariwisata melalui aplikasi atau teknologi.

Maka dari itu kita ke kota Prabumulih, untuk memperkenalkan aplikasi ini, tujuannya agar semua orang disini bisa menggunakan aplikasi ini, sehingga seluruh informasi mereka bisa tahu, bebernya.

Ditambahkannya, alhamdulillah antusias dari jajaran pemkot Prabumulih menyambut baik atas kehadirannya aplikasi GIWANG ini, kami ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran dari Pemkot Prabumulih.(ton)

About Redaksi NHO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Laga Persahabatan, Tim PWI Bersama Pemkab Pelalawan Bantai Tim Pemcam Pangkalan Kuras 2-0

PELALAWAN, NEWSHANTER.COM – Pertandingan persahabatan antara PWI Pelalawan bersama Pemkab Pelalawan, diperkuat ...