Home / breaking / Kiriman Papan Bunga Keluarga Tjik Maimunah Atas Putusan Bebas Hakim, RAN: Jangan ‘Lebay’ ¸
Buntut Kiriman papan karangan bunga. Foto. Istimewa
Buntut Kiriman papan karangan bunga. Foto. Istimewa

Kiriman Papan Bunga Keluarga Tjik Maimunah Atas Putusan Bebas Hakim, RAN: Jangan ‘Lebay’ ¸

PALEMBANG, newshanter.com − Buntut kiriman karangan bunga atau papan nama, untuk Majelis Hakim, atas putusan bebas terdakwa Tjik Maimunah yang diduga melakukan tindak pidana menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam suatu akta otentik, dimana Tjik Maimunah membuat SPH diatas tanah/lahan 16.900 Meter ber Sertifikat Hak Milik (SHM), milik saksi korban Ratna Juwita Nasution. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Tjik Maimunah hukuman pidana selama 2 tahun dan 6 bulan penjara.

Hal ini mendapat tanggapan keras dari korban Ratna Juwita Nasution, melalui kuasa hukumnya Dr Razman Arif Nasution (RAN) SH SAg MA Ph.D. melalui meeting Zoom bersama wartawan, Senin (30/08/21).

Menurut RAN, secara terang benerang tentang apa yang menjadi objek sengketa sehingga saudara Tjik Maimunah menjadi terdakwa karena itu, RAN selaku ketua Tim dan saudara Alex Pander sebagai Kuasa Tim RAN yang ada di Kota Palembang, RAN sudah mengintruksikan agar Alex segera membuat surat kepada Komisi Yudisial, bidang Pengawasan Makamah Agung, Komisi III DPR RI kepada Kejaksaan Agung dan Menteri Agraria dan Tata Ruang. Atau sore ini dikirimkan oleh Andre dari kota Medan.

“Saya merasa ini patut diduga keras bahwa di Palembang, memang ada permainan mafia tanah dan oleh karena itu saya katakan bahwa peradilan tingkat pertama itu, belum berkekuatan hukum tetap, sehingga saya tidak menganggap klien saya frustasi atau patah hati atau kecewa. Namun kecewa karena putusan hakim iya, tapi kami jelas melakukan hukum yaitu Kasasi dan dikasasilah ini akan di uji,”tegasnya.

Lanjut RAN, sehingga dengan gertakan ini maka Jaksa tidak melakukan upaya hukum kasasi, ini tidak bisa. Sebagai pihak korban memantau dan melihat bahwa ini tidak adil dan jaksa harus melakukan upaya hukum kasasi.

“Jadi kita tunggu aja di Makamah Agung putusannya seperti apa dan saya optimis klien kami akan memenangkan di Makamah Agung, kalau ada karangan bunga dan katanya ada alat berat dimasukkan bahkan sudah dipagar yah siap-siap aja nanti putusan Makamah Agung akan kita lihat, kami juga melakukan upaya hukum, karena ini menguasai hak milik orang lain dengan sengaja, secara sadar padahal putusan itu belum mempunyai kekuatan hukum tetap. Terkait dengan tindak pidananya tapi urusan putusan pengadilan dalam hal perdata jelas bahwa tanah itu adalah milik dari klien kami yaitu ibu Ratna Juwita Nasution,”beber RAN.

Razman Arief Nasution (RAN) mengatakan, akan kawal kasus ini sampai selesai, kliennya tidak frustasi dan patah hati dengan putusan itu, karena sudah diduga dari awal, hakim saudara Toch Simanjuntak siap-siap saja di periksa oleh KY, MA bahkan Komisi III DPR RI.

“Kontek penegakan hukum ini belum tuntas, disatu sisi klien kami telah inkrah, berdasarkan putusan pengadilan jadi yang mana dulu ini yang mau diterima, kok sekarang ada alat berat masuk dan dipagar terlalu Pede, dia kan ngerti hukum. Mengenai ucapan di papan nama itu bagi saya lucu-lucuan saja, masak iya urusan putusan Pengadilan Negeri persoalan remeh temeh urusan tanah sampai ada karangan bunga seolah olah hebat banget, coba berkacalah jangan terlalu ‘Lebay’ biasa-biasa saja, saya juga memenangkan perkara di Negara ini gak sampe pake karangan bunga. Ini saya duga ada permainan kuat dari mafia tanah,” cetus RAN.

Masih menurut RAN, Toch Simanjuntak sudah mengenyampingkan fakta-fakta persidangan keterangan saksi, terakhir ada 2 saksi yang dihadirkan itu artinya ada proses penjelasan yang kongkrit dari saksi korban.

“Bahwa tanah itu bukan milik Tjik Maimunah tapi milik dari ibu Ratna Juwita jadi kasus ini bukan malah tambah selesai, tapi tambah rumit, tadinya hanya melibatkan Tjik Maimunah sekarang melaporkan hakimnya, jangan malah Tities melaporkan JPU aneh malah, ini diduga keras ada upaya untuk memutar upaya publik agar jaksa tidak melakukan kasasi karena mereka takut kalau dibawa kasasi perkara ini sesuai dengan fakta menurut bu Ratna, itu yang sekarang kita dorong,” tandasnya.

Secara terpisah, korban Ratna Juwita Nasution mengatakan, adanya dugaan dugaan kejanggalan didalam putusan Hakim Toch Simanjuntak dalam persidangan karena yang di tuntut JPU Kiagus Anwar isi dari SPH yang diterbitkan oleh Camat SU dan Lurah 16 Ulu dan ditandatangai oleh RT 53, dimana seolah olah terdakwa mempunyai sebidang tanah dan menyatakan tinggal di daerah lahan tersebut tahun 60, sementara umur Tjik Maimunah di tahun 60 berumur 13 tahun sesuai dengan putusan PTUN sesuai KTP kelahiran tahun 47 putusan perdata kelahiran 47.

“Diperiksa polisi dia kelahiran 47, dipersidangan kenapa Tjik Maimunah melalui fotocopy Ijazah meralat tanggal tahun kelahiran dia, omongan Tjik Maimunah langsung diterima hakim, ini kan aneh namanya,”ungkap Ratna.

Selain itu Ratna menuturkan, keanehan-keanehan lain, pak hakimnya selalu menjaga perasaan terdakwa, terdakwa ini baru 1 kali dihadirkan dipersidangan dan 4 kali sakit sedangkan sidang lebih kurang 6 bulan.

“Tanah saya sudah bersertifikat yang sudah diakui Makamah Agung keabsannya, perbuatannya itulah yang menjadi persoalan kenapa timbul SPH diatas surat bersertifikat, terus isi SPH nya itu diduga sudah mengada-ada kelahirannya, kata Tjik Maimunah diurusi lahan itu, padahal dia tidak pernah, sementara saksi dari dia sendiri Toni dan pak RT 53 sudah menyatakan dia tidak pernah tinggal disini, dia datang pagi melihat tanah yang klimnya dia pulang sore, dia tinggal 10 kilo dari sini, itu kan sudah Nampak yang tak jelas, kenapa hakim tidak perduli dengan itu dan dengan kepemilikan kami yang sah. Selain itu ketika dipersidangan kalau sudah mendalam pertanyaan JPU terhadap terdakwa, itu langsung di stop hakim, inilah keanehannya,” kenangnya.

Ditambahkan Ratna, dari papan nama yang diberikan pihak Tjik Maimunah, apakah dari Tjik Maimunah ataukah anak Tjik Maimunah atau dari cucu-cucu Tjik Maimunah.

“Yang menuliskan disitu tanah-tanah yang dibeli oleh si pembeli dari Tjik Maimunah yang saya klim, ini kan aneh tanah masih dalam perkara kok dijual, dimana hukumnya apa ada bukti sah itu milik dia, pertanyakanlah pada diri dia sendiri apakah itu miliknya apa hasil merampok,” pungkasnya.

Sementara itu sebelumnya Titis Rachmawati SH MH selaku kuasa hukum Tjik Maimunah mengatakan, hal tersebut hanya sebagai bentuk ungkapan terimakasih dari pihak keuarga Tjik Maimunah kepada dirinya.

“Mungkin papan ucapan tersebut diberikan untuk saya sebagai tanda terimakasih saja. Hal itu kita terima dengan baik,” kata Titis, Minggu (29/8/2021).

Sekedar mengingatkan dalam dakwaan JPU Kiagus Anwar SH, diketahui pada tangga 14 Juni 2012 terdakwa Tjik Maimunah menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam suatu akta otentik mengenai sesuatu hal yang kebenarannya harus dinyatakan oleh akta itu.

Terdakwa mengajukan SPH atas namanya kepada Lurah 16 Ulu dan Camat SU II seolah-olah mempunyai sebidang tanah yang terletak di Jalan Pertahanan RT.053 RW 012, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan SU II tanpa disertai surat/dokumen bukti hak pemilikan yang sah.

Atas dakwaan tersebut JPU Kiagus Anwar menuntut terhadap terdakwa Tjik Maimunah dengan hukuman pidana penjara selama 2 tahun dan 6 bulan, sedangkan Majelis Hakim yang diketuai Toch Simanjuntak memutuskan hukuman Bebas buat terdakwa.

Atas ungkapan rasa terima kasih pihak Tjik Maimunah lantas mengirimkan melalui papan karangan bunga untuk majelis hakim Pengadilan Negeri Palembang.

Papan nama yang dikirim oleh pihak Tjik Maimunah bertuliskan “Terima kasih kepada majelis hakim, Toch Simanjuntak Harun Yulianto dan Paul Marpaung, yang telah memutus bebas nenek kami Tjik Maimunah dari anak dan cucu keturunan Tjik Maimunah,”tulis papan nama tersebut.

Selain itu keluarga Tjik Maimunah juga mengirim sejumlah papan bunga di Kejati Sumsel dan keluarga Tjik Maimunah meminta agar JPU yang menjadikan Tjik Maimunah terdakwa untuk diperiksa oleh pihak yang berwenang. (Sya)

About Syarif Umar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Polsek Pangkalan Kuras Lakukan Pangamanan Lalulintas di Jalintim

PELALAWAN, NEWSHANTER.COM – Unit Lantas Polsek Pangkalan Kuras jajaran Polres Pelalawan kembali ...