INDERALAYA-Newshanter. com Kalau anda berkunjung ke Komplek Kantor Pemeritah Kabuten (Pemkab) Ogan Ilir, keadaanya teerlihat sepi. Namun anda menyaksikan puluhan kerbau berkiliaran di komplek perkantoran Bahkan petugas Satpol sudah berusaha mengusir kerbau tersebut, yapi begitu petugas berlalu kerbau tersebut muncul lagi, Demikian pantauan Newshunter.com ketika berkunjung (29/03/2016) lalu,
Sementra itu seperti dilansir Sriwijya Post,Dengan banyak kerbau berkeliran sejumlah elemen masyarakat di sejumlah kecamatan, khususnya di Inderalaya, Inderalaya Utara, dan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir menilai keberadaan Peraturan Daerah (Perda) hewan kaki empat saat ini terkesan tak berguna.
Pasalnya, di lapangan ternyata masih banyak ditemukan sekelompok hewan kaki empat seperti sapi maupun kerbau berlalulalang di dalam lingkungan komplek Perkantoran Terpadu (KPT) Tanjung Senai Inderalaya dan Jalan Lintas Tengah Prabumulih-Palembang maupun di jalan poros lainnya.
Pantauan di lapangan, sapi dan kerbau yang ditemukan di jalan umum maupun lingkungan perkantoran Pemkab OI itu sengaja dilepas para pemiliknya agar dapat mencari makanan sendiri.
Bahkan pemandangan anggota Pol PP OI mengejar dan menghalau sapi dan kerbau dengan menggunakan sepeda motor terlihat tiap hari, baik didalam pekarangan DPRD OI hingga kantor SKPD lingkungan Pemkab OI.
Keberadaan hewan kaki empat tersebut, seolah menjadi hiburan tersendiri bagi pegawai maupun tamu yang datang ke perkantoran Tanjung Senai.
“Wajar saja jika masyarakat mengatakan kalau perda hewan kaki empat itu mandul. Sebab keberadaan sapi dan kerbau di jalan dan di lingkungan sekitar Pemkab OI dibiarkan begitu saja dan sangat menganggu penguna jalan,” ujar Yudi warga Inderalaya, Rabu (30/3).
Sementara itu, Kepala Satuan Pol PP Kabupaten Ogan Ilir, Ibnu Hardi mengaku, dalam upaya penertiban hewan kaki empat yang sangat meresahkan tersebut, maka pihaknya akan semaksimal mungkin untuk menegakkan setiap perda yang dibuat, khususnya dalam menertibkan perda hewan kaki empat.
“Tiap hari anggota di lapangan terus berupaya menghalau dan mengusir hewan kaki empat yang berada di perkantoran. Tapi keesokan hari tetap saja pemilik hewan ternak membiarkan hewannya berkeliaran,” katanya.(SP/Fil)





