Kepala Dinas Perdagangan Sumsel Sampaikan Ini Terkait Stock Sembilan Bahan Pokok

Palembang, newshanter.com – Pemerintah provinsi (pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini dari Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel dimana selama bulan Suci Ramadhan 1444 H/2023 M upaya kita untuk mencegah dan menjaga ketersediaan bahan-bahan dan juga harga sembilan bahan pokok semuanya masih tersedia, bahkan sampai hari raya Idiil Adha kita masih punya dan masih aman, demikian diutarakan Kepala Dinas Perdagangan provinsi Ahmad Rizali saat ditemui di Palembang.

Dikatakan Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel Ahmad Rizali, untuk masyarakat kota Palembang tidak perlu khawatir untuk stock ketersediaan pangan, semua bahan pokok langan tersedia, bahkan sampai hari Raya Idiil Adha nanti.

“Kalau mengenai masalah fluktuasi harga, ya memang sesuai dengan hukum dagang, supplier diman,” ujarnya.

Kemudian, begitu banyaknya Diman, maka supply harus banyak dan harga juga akan meningkat, tapi nanti kalau masa-masa ini sudah lewat, maka harga akan normal kembali, jadi tidak perlu dikhawatirkan, jika pun naik tidak lebih dari 10 persen.

“Kalau stock untuk sembilan bahan pokok, cukup semua, beras juga sampai bulan Juni 2023 kita stoknya juga ada,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, selain beras ada juga gula, minyak goreng, tahu, tempe, dan cabe cukup. Kategori cukup disini bukan main ton, dia tidak main ton, kita perkirakan bulanan. 3 bulan atau 4 bulan kedepan cukup, kemudian nanti kan barang masuk kembali.

“Dan biasanya memang sembilan bahan pokok ini menumpuk begitu tidak, tetapi kita hitung berdasarkan triwulan atau empat bulan,” katanya.

Masih dilanjutkannya, dimana nanti akan kelihatan kalau ada harga agak-agak naik tidak normal kelihatan. Bahwa ada upaya penimbunan, dan kita akan bersama dengan satuan tugas (satgas) pangan kepolisian daerah (Polda) Sumsel segera akan turun, dan sampai saat ini tidak akan terjadi.

“Karena memang pangan itu salah satu bahan yang tidak bisa terlalu lama disimpan, karena itu beda dengan barang-barang jadi, atau pun barang lainnya tidak bisa ditimbun,” imbuhnya.

Masih disampaikannya, dimana kalau bahan pangan agak susah ditimbun, makanya mereka biasanya pas. Karena kalau ditimbun itu yang pertama beratnya turun, dan juga kualitasnya jauh menurun, makanya mereka jarang menimbun. Walaupun cuaca saat ini musim hujan, dimana beberapa komoditas seperti cabe, bawang, tidak terlalu berpengaruh.

“Cabe itu juga mingguan, petiknya mingguan, tapi tetap berjalanlah. Memang beberapa daerah yang banjir, ada cabe busuk makanya harganya sedikit meningkat,” bebernya.

Ditambahkannya, dengan adanya kenaikan itu mempengaruhi juga inflasi kita sedikit dibidang pangan. Terkait dengan banyaknya pasar-pasar bedug yang ada saat ini, tetap kita yang pertama kita awasi, jangan sampai mereka menggunakan bahan formalin, yang kedua juga bahan jangan sampai menjual bahan kadaluarsa.

“Jadi memang sekarang kita pasar bedug, nanti sudah 2 Minggu mulai pakai begitulah memang dinamika masyarakat kita, dan kita bekerja sama dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan, dan satgas pangan Polda Sumsel,” jelasnya.(ton)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *