Home / Kota Palembang / Kemenag dan Pemkot Bolehkan Warga Sholat Ied, Berikut Ketentuannya

Kemenag dan Pemkot Bolehkan Warga Sholat Ied, Berikut Ketentuannya

Palembang,newshanter.com – Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan menggelar jumpa pers terkait shalat Idul Fitri di kota Palembang, bertempat di Rumah Dinas Walikota Palembang, Jumat (7/5/2021).

Kepala kantor kementerian agama kota Palembang provinsi Sumatera Selatan, H. Deni Priansyah, S.Ag, M.Pd.I mengatakan, pemerintah kota Palembang beberapa hari ini telah banyak bermusyawarah dan masukan dari berbagai unsur ormas dan lain-lainnya.

“Kami sampaikan bahwa yang pertama bapak Walikota Palembang tidak pernah melarang sholat Ied bagi umat muslim yang akan melaksanakan sholat idul Fitri namun bapak Walikota menyampaikan sholat idul Fitri dapat dilakukan dirumah masing-masing, pada masa Pandemi Covid-19 di zona merah,” ujarnya.

Lebih lanjut. Ia mengatakan, tadi malam kami menerima surat edaran dari Menteri Agama Republik Indonesia nomor 7 2021 tentang pelaksanaan sholat Idul Fitri 1442 Hijriyah.

“Beda dengan surat edaran nomor 4 2021 mengatur tentang pelaksanaan ibadah dibulan Ramadan. Ini khusus pelaksanaan yakni untuk penyelenggaraan sholat Idul Fitri 1442 Hijriyah,” tuturnya.

Dalam jumpa pers tersebut, pihaknya menyampaikan secara umum bahwa Pemerintah sudah membuat surat edaran tersebut, Pemerintah kota Palembang dengan Kementerian agama kota Palembang.

Nomor : 1/SEB/II/2021.

Nomor: 1222/SE./KK.06.05.02/HM.02/05/2021 Tentang panduan penyelenggaraan shalat idul Fitri Tahun1442 Hijriyah/2021 Disaat Pandemi Covid-19.

Tujuan surat edaran ini dimaksudkan untuk memberikan panduan dalam melaksanakan sholat Idul Fitri sekaligus memutus rantai penyebaran Covid 19 untuk melindungi masyarakat di Kota Palembang sekarang ini.

Pemerintah Kota Palembang mengeluarkan panduan sebagai acuan bagi pengurus masjid atau mushola untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang diberlakukan di kawasan zona merah.

Adapun ketentuan-kententuan dalam pelaksanaan ditempat ibadah nanti.

Satu. Jumlah jemaah lima puluh persen dari kapasitas masjid/mushola dan palangan.

Dua. Menyediakan tempat cuci tangan.

Tiga. Jemaah wajib memakai masker.

Empat. Menyediakan alat ukur suhu tubuh.

Lima. Menjaga jarak antara jemaah minimal satu meter.

Enam. Menghindari kerumunan.

Tujuh. Mengurangi mobilitas dan interaksi.

Delapan. Tidak bersalaman dan melakukan kontak fisik.

Sembilan. Mempersingkat rangkaian pelaksanaan sholat idul Fitri.

Sepuluh. Membawa perlengkapan sholat dari rumah masing-masing.

Sementara itu Deni menambahkan, kalau secara formal akan disampaikan oleh kepala dinas kesehatan bahwa untuk Kertapati memang kami mendapatkan informasi dari dinas kesehatan adalah zona kuning, informasi ini di update setiap satu Minggu sekali jadi sewaktu-waktu dapat berubah-ubah begitu juga tempat-tempat yang lainnya.

“Hari Senin nanti akan di umumkan daerah mana saja zona merah,orenge,kuning dan zona hijau karena updatenya mingguan. Saat ini masih update data yang lama,” jelas Deni. (vina)

About Redaksi NHO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Kapolres Kampar Silaturahmi Dengan Upika dan Tokoh Masyarakat Saat Kunker ke Polsek

KAMPAR,newshanter.com – Kapolres Kampar AKBP Rido Purba SIK, MH melaksanakan kunjungan kerja ...