Jayapura .Newshanter.com- Keluarga para penumpang Trigana Air kecewa dengan pelayanan dari maskapai penerbangan tersebut. Mereka sama sekali tidak mendapatkan informasi secara jelas terkait hilang kontaknya pesawat tersebut.
Eiko Kahibmabin, salah satu keluarga dari penumpang pesawat Trigana Air merasa kecewa dengan pelayanan Trigana yang hingga malam pukul 22.40 WIT itu. Tak ada informasi apapun dari pihak maskapai Trigana Air Service terkait kondisi pesawat atau penumpang.
“Sejak kemarin begitu pesawat hilang kontak sampai tadi malam, di Bandara Sentani, tidak ada satu pun pegawai Trigana yang memberikan informasi kondisi terakhir. Tadi paggi hanya diberikan informasi dari polisi, baru informasi jelas disampaikan,” tegas Eiko saat ditemui di Bandara Sentani, Papua, Senin (17/8/2015).
Eiko merupakan keluarga Kepala Dinas P & P Pegunungan Bintang, Hosea Utopdana yang ada di dalam pesawat Trigana Air. Menurutnya, keluarganya itu terbang ke Oksibil untuk mengikuti Upacara Kemerdekaan RI.
“Kepala Dinas P & P Pegunungan Bintang ada dalam pesawat, beliau sendiri tanpa keluarganya. Karena semua SKPD kan harus ikut upacara 17 Agustus hari ini. Tapi ada kepala-kepala dinas lain yang ikut,” ujarnya.
Pesawat yang terbang tadi siang itu tidak sesuai dengan 49 nama-nama yang dibacakan polisi kepada mereka.
“Ada saya punya adik perempuan juga di dalam pesawat, juga ada anggopta DPRD Tolikara namanya Eki Kimki,” terangnya.
Kepala Supervisor Cargo Trigana Air, Ade Hermanto meminta maaf atas keterlambatan informasi tersebut. Menurutnya hal itu terjadi lantaran banyak staf yang libur pada hari Minggu.
“Kebetulan sekali hari ini libur dan besok juga sambut hari 17 Agustus. Jadi tenaga-tenaga kami di hari minggu ini hanya sebagian saja. Sehingga kami mencoba semaksimal mungkin, jadi malam ini akan kami kejar, bagaimana jalan ceritanya dan besok pagi akan kami umumkan ruang Kabandara Sentani,” ujarnya malam tadi.
SEmentaraitu Menteri Perhubungan Ignasius Jonan meminta pihak Trigana Air memfasilitasi keluarga penumpang dan melakukan penanganan sebaik-baiknya.Permintaan ini dilakukan Jonan terkait pelaporan jatuhnya Pesawat Trigana Air yang diduga menabrak gunung di Papua.
“Kami minta Trigana untuk menangani keluarga korban sesuai aturan yang berlaku. Kita akan kerja minggu malam ini,” ujar Menhub Ignasius Jonan di Kemenhub, Minggu (16/8/2015). Dia juga menyatakan, penanganan akan dilakukan dengan melakukan koordinasi bersama pihak TNI-Polri, Basarnas serta KNKT.
Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Udara, kata dia, langsung berada di lokasi kejadian bersama dua orang dari Basarnas serta satu orang dari KNKT. Mengenai informasi crisis center bisa dihubungi melalui Crisis Center Trigana Air 021-8661305 (Jakarta, Crisis Center Trigana Air Oksibil 081399200567 atas nama Zulhaidir serta Crisis Center di Bandara Sentani Jayapura 08124806092 (atas nama Murwantoro).
Belum ada informasi resmi mengenai kondisi cuaca pada saat kejadian, begitupun dengan kondisi pesawat ketika akan terbang.(DTC/NHO)





