Keluarga Korban Ragukan Kerangka Tulang Belulang itu adalah Tri Widyantoro

Kapolda Berbincang denghn keluarga korban

PALEMBANG -Newshanter.com.- Sejumlah keluarga korban Tri Widyantoro (44), belum yakin bahwa jasad yang tinggal kerangka tulang belulang itu adalah Tri, driver online yang hilang sebulan lebih lalu.Pihak keluarga pun masih menunggu hasil DNA untuk memastikan identitasnya.

Dari pantauan dilapangan sejumlah pihak kelurga  terlihat di  RS Bhayangkara Palembang. menghadiri pers relis yang digelar Polda sumsel. Termasuk Rohana (43), istri korban Tri, bersama anak bungsunya bernama Tsabit berusia dua tahun.

Dari raut wajah Rohana, tampak belum yakin bahwa jasad yang ditemukan petugas adalah jasad suaminya.
Karena jasad tianggal kerangka tulang belulang. Namun saat Rohana masuk ke kamar jenazah untuk melihat langsung, sesaat kemudian Rohan keluar dengan histeris sembari menangis.

Belum diketahui, apakah Rohana yakin atau tidak terhadap kerangka tulang yang dilihatnya di dalam kamar jenazah adalah jasad suaminya. Namun Rohana ditenangkan pihak keluarga lainnya.

“Ya memang melihat ke dalam. Sebagian keluarga sudah melihat ke dalam. Memang Rohana adik saya itu sempat menangis karena melihat ada pakaian yang mungkin dikenalnya.

 

Tapi selebihnya kita tunggu hasil tes DNA dulu,” ujar Romawi, kakak kandung Rohana ketika rilis perkara yang dipimpin Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara,

 

Terkait belum yakinnya pihak keluarga korban, Irjen Pol Zukarnain Adinegara mengatakan, memang perlu adanya tes DNA. Sampel DNA akan diambil dari anak atau orangtua korban Tri.

“Jadi saat ini masih dalam proses tes DNA. Saya minta kepada kelurga korban dan memang butuh waktu sekitar 20-30 hari,” ujar Zulkarnain.

Ditegaskan jenderal bintang dua ini, secara pemeriksaan petugas sementara ini memang jasad yang tinggal kerangka itu adalah korban Tri berdasarkan konteks pengakuan pelaku yang memberikan keterangan bahwa korban dibuang di lokasi semak-semak rawa.

Penyebab tubuh korban tidak utuh lagi dan tinggal kerangka tulang belulang, kemungkinan karena disebabkan adanya biawak dan hewan air lainnya. Diketahui memang lokasi penemuan memang tempat habitat hewan liar.

“Jadi untuk pembuktian ilmiahnya tinggal menunggu tes DNA. Kami prihatin dengan pihak keluarga korban dan percayakan kepada kami, dua pelakunya akan kami kejar,” tegas Zulkarnain. (sp/fil)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *