Kayuagung Lipp Promosikan “Malam Tapai” “Lestarikan Tradisi

OKI, newshanter.com – Content kreator Kayuagung lipp menjadi salah satu sponsorship pada ajang tradisi malam tapai yang sangat familiar pada era tahun 80 – 90 an, dengan gaya modernisasi yang mengikuti trend namun tidak mengurangi makna, Senin (28/7/2025).

Event ini berfokus pada pelestarian budaya dan kuliner tradisional yang merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat Kayuagung. Inisiatif ini mendapat sambutan positif dari pelaku UMKM lokal dan komunitas budaya.

“Kami ingin menjadikan Malam Tapai tidak sekadar perayaan budaya, tapi juga sebagai potensi ekonomi kreatif. Harapannya bisa menarik wisatawan, pelaku UMKM, hingga investor,” ujar mimin Kayuagung Lipp Senin (28/7/2025).

Kegiatan Malam Tapai dirancang untuk digelar secara berkala, melibatkan seniman lokal, pengrajin, serta pelaku usaha kuliner tradisional. Diharapkan kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah daerah agar menjadi salah satu potensi perputaran ekonomi dari event ini dapat berkontribusi terhadap PAD serta menjadi daya tarik wisata baru di tengah keterbatasan fiskal.

Pelaku UMKM menyambut positif acara ini. Mereka berharap kegiatan tidak berhenti sebagai seremoni belaka, melainkan ditunjang infrastruktur, promosi konsisten, dan kebijakan yang berpihak pada usaha lokal.

Secara historis, Malam Tapai merupakan tradisi masyarakat pesisir sungai di Kayuagung sejak era 1980–1990-an. Saat itu, tapai dan berbagai hasil bumi diperdagangkan di sekitar Masjid Agung Solihin, menjadikan kawasan tersebut pusat perputaran ekonomi malam hari. Namun, tradisi ini kini nyaris punah akibat minimnya pelestarian dan perhatian dari pemerintah.

Dengan menjadikan Malam Tapai sebagai ikon budaya baru, Pemkab OKI diharapkan tidak hanya memperkuat identitas lokal, tetapi juga menciptakan sumber pendapatan berkelanjutan di tengah tantangan defisit anggaran.

Ironisnya, inisiatif ini justru lahir dari komunitas kreatif, bukan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab OKI yang seharusnya menjadi motor penggerak sektor pariwisata dan budaya daerah.

Di tengah tekanan defisit anggaran daerah yang mencapai Rp560 miliar. konten kreator lokal Kayuagung Lipp memberikan gambaran jelas bagaimana menggali sumber pendapatan untuk Pemkab OKI.

Gagasan ini sebagai event budaya dan menjadi refrensi alternatif untuk mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menggerakkan ekonomi kreatif di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Malam Tapai bagus sebagai investasi budaya yang mesti didukung penuh oleh Pemkab OKI guna melihat peluang untuk dijadikan sebagai pontensi PAD.

“Jika malam tapai dapat berkelanjutan, bukan sekedar menghidupkan sebuah budaya lama, namun menjadi salah satu pendapatan untuk daerah. Seperti distribusi parkir, kebersihan dan kulinernya”,ungkap salim kosim selaku pemerhati kebijakan publik.

Sambungnya, saat ini OKI keadaan sakit (Defisit) jadi harus membuat sebuah peluang agar dapat mengurangi sakit akibat menutup defisit Rp560 miliar, Pemkab OKI perlu evaluasi menyeluruh terhadap kebocoran PAD,” tegasnya. (Tim/lim)

Pos terkait