PALEMBANG -Newshanter.com– Wakil Ketua DPD 1 Partai Golkar Sumsel Bidang Kaderisasi, M Rozak Amin menyayangkan pernyataan Windra Safri Ketua Fraksi Golkar Empatlawang yang mengatakan mantan Bupati HBA bakal bebas hukuman.
“Tunggu saja sidang. Yang menyatakan bebas itu adalah hakim atau pengadilan, dan prosesnya masih panjang.
Omongan dia itu kosong kaki lima, jangan memanaskan suasana. Tidak serta merta Pak Gubernur minggu lalu telah menunjuk Plt Bupati Empatlawang Syahril Hanafiah SIP,” tegas Rozak Amin, Senin (16/11/2015).
Ketua Harian DPD 1 Partai Golkar Sumsel H Nasrun Madang SH sendiri ketika dimintai komentarnya mempersilahkan saja mahasiswa datang ke DPD Golkar.”Saya belum tahu persis soal komentarnya. Tapi silahkan saja datang ke DPD,” kata Kiyai Nasrun yang juga Jubir Partai Golkar.
Sejumlah Mahasiswa yang menamakan Komunitas Mahasiswa Empatlawang (Komel) yang diketuai Ongki Pernandez didampingi Humasnya Aliansyah dan Pemuda Empatlawang Robin mengecam pernyataan Windra Safri.
“Kami mengecam pernyataan Ketua Fraksi Golkar yang mengatakan HBA akan bebas. Apa maksudnya dengan berita itu? Kita yang selama ini sudah tenang, damai. Bahkan minggu lalu Wakil Bupati Pak Syahril Hanafiah sudah menerima surat penunjukkan Plt Bupati dan Mendagri yang disampaikan Bapak Gubernur.
Dengan pernyataan itu kami khawatir masyarakat Empatlawang akan membawa dampak keresahan. Baik di pemerintahan maupun di masyarakat,” cetus Ongki Pernandes didampingi Humasnya Aliansyah.
Menurut mereka kejadian di Empatlawang ini bakal sama dengan kejadian di Kota Palembang. Kesaksian Akil Muchtar dan Muchtar Efendi ini yang dijadikan rujukan Windra Safri ini juga sama waktu memberikan kesaksian pada Romi Herton.
Tidak mengakui adanya suap itu. Bahkan Muchtar Efendi ini dijadikan tersangka memberikan keterangan palsu. Dalam putusannya RH divonis 7 tahun penjara karena kesaksian Muchtar Efendi dan Akil Muchtar dikesampingkan. Dan lebih kepada fakta persidangan.
Menurut Ongki, pemberitaan itu tidak seharusnya disiarkan Windra Safri ketua fraksi Golkar Empatlawang.
“Ini berefek. Dari kubu satu ke yang lain bakal jadi pembicaraan. Semua mau benar semua. Kami mewakili mahasiswa Empatlawang mengingatkan agar jangan memberikan komentar yang meresahkan masyarakat. Ketika ada pemberitaan ini, masyarakat di sana akan terpecah dua lagi. Kami nilai berita ini akan menyebabkan konflik. Insya Allah kami akan mendatangi anggota dewan yang bersangkutan dan juga ke Pak Gubernur yang juga Ketua DPD 1 Partai Golkar Sumsel. Jangan menciptakan blok-blok lagi,” ujar Ongki.(SP/NHO)
