Home / breaking / Jaksa Tunda Eksekusi Penangkapan Tjik Maimunah, RAN Tegaskan Alasan Sakit Tak Berdasar 

Jaksa Tunda Eksekusi Penangkapan Tjik Maimunah, RAN Tegaskan Alasan Sakit Tak Berdasar 

PALEMBANG, newshanter.com – Upaya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kiagus Anwar SH melakukan eksekusi penangkapan, usai putusan Makamah Agung Republik Indonesia (MA RI) yang menetapkan hukuman 3 (tiga) bulan penjara terhadap Tjik Maimunah selaku terdakwa kasus tindak pidana menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam suatu akta otentik dengan membuat Surat Pengakuan Hak (SPH). Tertunda lantaran keluarga bersikeras menyatakan terdakwa sakit.

Namun hal ini mendapat tanggapan tegas dari Kuasa Hukum Ratna Juwita Nasution selaku korban, Dr Razman Arif Nasution (RAN) SH SAg MA Ph.D. kepada wartawan Kamis (20/01/22).

Menurut RAN, dirinya sudah mendapat informasi dari kliennya bu Ratna, alasan Tjik Maimunah sakit itu tidak berdasar.

“Kelihatannya masih turun juga saya kesana, sakit itu harus ada diaknosa dokter hingga dapat dibuktikan dan nanti kita akan punya second opinion, kami akan bawa dokter sendiri yang indefendent kita akan cek, kalau seumpamanya Tjik Maimunah ada penyakit belum tentu, dia tidak boleh masuk penjara kan. Penyakit Ini jangan direka-rekayasa,”ungkap RAN.

RAN mencontohkan, ada juga pengacara yang di Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemperantasan Korupsi (KPK) dengan seorang Hakim, berita yang diterimanya.

“Saya jangan sampai dengar dan tahu ada dugaan hakim dan pengacara atau panitera atau jurusita atau jaksa yang bermain semuanya akan saya tindaklanjuti, jadi mereka harus belajar bagaimana Banda Aceh, dan daerah-daerah lain yang sudah saya ‘full up’ ke pemberitaan,” tegasnya.

RAN berharap jaksa kembali melakukan eksekusi dan untuk Tjik Maimunah sebaiknya menyerahkan diri serta minta jaksa membawa Tjik Maimunah ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) karena di LP sendiri sudah ada klinik.

“Jadi jangan ada mereka-rekayasa. Dugaan saya, ini hanya rekayasa mereka untuk mengulur. Dan saya minta jaksa kembali melakukan eksekusi dan saya minta sebelum saya datang Tjik Maimunah segera dieksekusi,”tandas RAN.

Sementara usai eksekusi penangkapan tertunda Tjik Maimunah, JPU Kiagus Anwar SH mengatakan, hari ini timnya dari kejaksaan sudah mendapat putusan Makamah Agung, dalam hal ini dirinya sudah memanggil secara patut.

“Pihak dari Kuasa Hukum Tjik Maimunah, yaitu Titis Rachmawati mengirim surat kepada kami mohon penundaan penangkapan dengan alasan sakit. Dan kita minta petunjuk kepada pimpinan kita agar dilakukan pemeriksaan Kesehatan terlebih dahulu dan pemeriksaan covid-19. Kita kesini dengan membawa tim medis dokter dan perawat, dan hasilnya apa yang sudah disampaikan dokter tadi dan kita akan melaporkan ke pimpinan kita apa yang akan dilakukan selanjutnya,”ucap Kiagus Anwar.

Secara terpisah, menurut anak Tjik Maimunah, Hafis mengatakan memang ibunya sakit tidak mengada-ada, dan ini bukan pidana ini perdata, objek tanah pun ibu harahap bukan disitu, itu 8 Ulu mau ditarok 16 Ulu, jadi ibu harahap itu surat mencari tanah.

“Kami juga sudah mendapat sertifikat bukti saya ada, saya beli juga ibu hararap beli juga. Jadi kita ini mau dijadikan mafia tanah. Sedangkan saya 2 kali periode RT, tetap 16 Ulu, saya tidak pernah berurusan dengan 8 Ulu. Kalau ada eksekusi ibu kami akan kami pertahankan nyawa taruhannya, kami merasa tidak pernah memalsukan surat. Itu resmi Camat, Lurah sudah menandatangani. Kalau mau menuntut kepada penjual, kenapa kami dituntut,” jelas Hafis.

Menurut informasi pantauan dilapangan, JPU Kiagus Anwar SH yang melaksanakan eksekusi putusan MA saat hendak melakukan penangkapan, pihak keluarga Tjik Maimunah berusaha mati-matian mempertahankan Tjik Maimunah, bahkan salah satu keluarga meneriakkan nyawa taruhannya kalau sampai membawa Tjik Maimunah, karena menurut mereka didalam perdebatan dengan JPU pengeksekusi, bahwa memang benar orang tua mereka sakit.

Untuk membuktikan apakah benar bahwa Tjik Maimunah memang sakit, kejaksaan sudah menyiapkan tim kesehatan, satu dokter dan perawat, beserta mobil ambulance, setelah itu dokter dan perawat langsung memeriksa dan mengecek kesehatan Tjik Maimunah, melihat tim dokter masuk kekamarnya, Tjik Maimunah langsung menjerit dan meraung-raung ketakutan, lantaran takut dibawa dan ditahan. Namun dari hasil pantauan tim dokter dan perawat dari Kejaksaan belum secara resmi mengatakan kepada media, sakit apa yang diderita Tjik Maimunah belum jelas, ketika awak media ingin mewawancarai tim dokter kejaksaan, mereka pergi masuk kedalam mobil ambulance.

Sekedar mengingatkan dalam dakwaan JPU Kiagus Anwar SH, diketahui pada tangga 14 Juni 2012 terdakwa Tjik Maimunah menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam suatu akta otentik mengenai sesuatu hal yang kebenarannya harus dinyatakan oleh akta itu.

Terdakwa mengajukan SPH atas namanya kepada Lurah 16 Ulu dan Camat SU II seolah-olah mempunyai sebidang tanah yang terletak di Jalan Pertahanan RT.053 RW 012, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan SU II tanpa disertai surat/dokumen bukti hak pemilikan yang sah, namun yang menjadi masalah ialah SPH tersebut terletak diatas lahan seluas 16.900 Meter ber Sertifikat Hak Milik (SHM) milik korban Ratna Juwita Nasution.

Atas perbuatan tersebut terdakwa Tjik Maimunah dituntut JPU hukuman 2 tahun dan 6 bulan penjara, sedangkan Majelis Hakim yang diketuai Toch Simanjuntak SH memberikan putusan bebas terhadap terdakwa. Usai JPU melakukan Kasasi dan hasil putusan Makamah Agung menyatakan terdakwa Tjik Maimunah bersalah dan dijatuhi hukuman 3 bulan penjara. (Syf)

About Syarif Umar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Tak Terima Anaknya di Pacari dan di Tiduri, Seorang Ayah Laporkan Pelaku Ke Polsek XIII Koto Kampar

XIIIKOTOKAMPAR,newshanter.com – Jajaran Polsek XIII Koto Kampar berhasil meringkus seorang pemuda, pelaku ...