KAYUAGUNG –Newshanter.com, Untuk tetap mengedepankan kepentingan masyarakat akan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Pemerintah Daerah (Pemda) melibatkan perusahaan ikut serta dalam satuan tugas (Satgas) penanggulangan kerusakan badan jalan di wilayah Bumi Bende Seguguk, Rabu (1/3/2017).
Bupati OKI H Iskandar SE di ruang kerjanya di hadapan perwakilan perusahaan yang hadir, mengharapkan perusahaan turut ambil bagian terhadap perbaikan jalan-jalan poros kabupaten. Ini menjadi tanggung jawab sosial bersama, karena jalan ini dibangun dengan uang rakyat.
“Saya berharap perusahaan harus juga memperdulikan lingkungan, terutama jalan yang dilalui oleh kendaraan yang melintas. Karena, jalan yang sudah dibangun bagus menggunakan uang rakyat. Maka itu, perusahaan harus peduli infrastruktur jalan,” harap Iskandar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang OKI Ir H Hapis MM mengatakan, kondisi ruas jalan di OKI yang mengalami kerusakan parah antara lain, di ruas Kayuagung-Sepucuk-Pedamaran Timur, Ruas Dabuk Rejo-Catur Tunggal-Cahya Mas dan Ruas jalan SP Padang-Pampangan-Tulung Selapan.
Penyebabnya kata Hapis, bisa mempengaruhi perekonomi masyarakat, dikarenakan kondisi cuaca hujan yang cukup panjang. Ditambah lagi, kelebihan tonase kendaraan serta frekuensi kendaraan angkutan berat proyek nasional yang melewati ruas jalan kabupaten yang baru selesai dibangun, hingga dikwatirkan jalan akan rusak dan masyarakat yang dirugikan.
Disebutkan Hapis, panjang jalan di Kabupaten OKI yang menjadi tanggungjawab Dinas PU Tata Ruang OKI, mencapai 112 ruas dengan total panjang mencapai 1.538.869 Km, dan dibutuhkan anggaran mencapai Rp 800 Milyar pertahun untuk biaya pemeliharaan jalan di wilayah OKI.
“Dengan pendanaan yang minim tentu kita kesulitan untuk melakukan pemeliharaan, untuk itu perlu kontribusi dari pihak swasta,” kata Hapis.
Maka itu, dibentuklah tim teknis satgas penanggulangan kerusakan jalan di Kabupaten OKI yang akan dilibatkan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di ruas jalan poros wilayah OKI.
“Diharapkan perusahaan-perusahaan yang melintasi jalan poros wilayah OKI, bisa bertanggungjawab terhadap kondisi jalan yang dilaluinya. Apakah sistemnya keroyokan atau berbagi zona yang penting pekerjaan kita koordinir dan memudahkan akses masyarakat,” tegas Hapis yang prihatin dengan kondisi jalan apabila kerusakan semakin parah.
Sekda OKI H Husin SPd MM yang memimpin jalannya rapat mengatakan, setelah dibentuk satgas tersebut harus memiliki tugas yang jelas.
“Dibentuknya Satgas perbaikan jalan kabupaten yang dilalui oleh perusahaan harus bersifat permanen dan tanggungjawab perusahaan terhadap kerusakan jalan juga bersifat kontinyu,” pinta Sekda.
Disebutkan Husin, Satgas penanggulangan kerusakan jalan, akan membagi kerja berdasarkan zona operasi perusahaan. Masing-masing perusahaan bertanggungjawab penuh terhadap jalan yang dilintasi kendaraannya.
“Jadi perusahaan yang terlibat dalam satgas penanggulangan kerusakan jalan bisa mengkontrol dan mengawasi kerusakan jalan agar segera diperbaiki jangan berlarut lama,” tekan Husin pada acara penandatangan kesepakatan penanggulangan kerusakan jalan dengan perusahaan PT Waskita Karya selaku pelaksana beberapa proyek nasional yang melalui Kabupaten OKI, terkait kerusakan fasilitas jalan dan jembatan milik Kabupaten yang dilalui oleh kendaraan berat dan pembangunan jalan tol.
Menanggapi dibentuknya Satgas penanggulangan kerusakan jalan, masing-masing perwakilan perusahaan dari PT Sampoerna Agro, Eldi Nuaz dan perwakilan PT Waskita Karya, Boni telah sepakat dan telah melaksanakan perintah Bupati OKI.
Pihaknya sudah membagi zona dalam perbaikan jalan, seperti di wilayah Mesuji tiga perusahaan yakni, PT Sampoerna Agro, WK dan Way Musi Agro sudah membentuk satgas penanggulangan jalan kerusakan jalan tersebut.
“Untuk wilayah Mesuji sudah membentuk satgas sebagaimana diminta oleh Bapak Bupati. Kita sudah melakukan perbaikan jalan secara berbagi tugas dengan Waskita dan Way Musi Agro,” ungkap Eldy pihak satgas diwilayah Mesuji sudah berusaha dan bekerja memperbaiki jalan yang dilintasi perusahaan hingga menghabiskan dana mencapai Rp 800 juta lebih.(lim)
