Sekda Pekanbaru Janji Beri Teguran Kepada Oknum Pejabat Pemanipulasi Data Penerima Program KIS

 

PEKANBARU -newshantercom Sekretaris Kota (Kota) Pekanbaru, HM Noer MBS berjanji akan memberi teguran terhadap oknum yang terbukti memanipulasi data masyarakat miskin, sebagai penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kota Pekanbaru.

Apalagi jika perbuatan tersebut diketahui oleh pejabat yang bersangkutan, terlebih dilakukan dengan sengaja, maka sangki tegas dari pemerintah Pekanbaru akan menjadi mimpi buruk yang akan diterimanya pejabat tersebut, selama ia menjabat ditengah masyarakat.

“Jika benar, ini harus ditindak.Jika terbukti memang dilakukan dengan sengaja dan diketahui kami pasti beri teguran,” ujarnya yang diwawancarai newshanter.com, Kamis (28/12/2017) malam.

 

Menurut Sekda, data masyarakat miskin di Kota Pekanbaru yang menerima program KIS tersebut, tak melulu jalan ditempat. Artinya, dalam setiap waktu, dari tahun-ketahunnya, kondisi masyarakat pasti akan berubah. Misalnya, masyarakat miskin yang tadinya terdaftar dan sekarang sudah mampu secara finansial, maka dia tidak berhak lagi untuk menerima program Kemensos tersebut, seperti halnya pada pada program KIS ini.

“Inilah tugas pejabat di Kecamatan, Lurah maupun di tingkat RT/RW, lakukan data dengan benar. Jangan asal masuk saja dan tinjau baik-baik keadaan ekonominya,” imbaunya.

Diberitakan sebelumnya, pasca dilakukannya serah terima Kartu Indonesia Sehat (KIS) pada masyarakat Kelurahan Tangkerang Timur, yang sekarang mekar menjadi Kelurahan Pematangkapau, 22-23 November 2017 kemarin, tercium aroma permainan yang diduga ada indikasi manipulasi data, sehingga dinilai tak tepat sasaran.

Kejanggalan itu ditemukan salah seorang warga di Kelurahan Pematang Kapau yang namanya tidak mau disebutkan, dan mengetahui bahwa warga penerima bantuan dari Kemensos tersebut, berasal dari keluarga yang mampu alias orang kaya.

Kepada newshanter.com, dirinya mengatakan beberapa nama penerima dalam satu keluarga, ada yang memiliki rumah sewa, ruko, mobil dan beberapa usaha bisnis. Namun mirisnya, pihak kelurahan tetap saja memberikan kartu tersebut dan melanjutkannya ke sejumlah program lain dalam program Kemensos.

“Ini sudah tak adil dan tidak tepat sasaran. Masak ada orang kaya dan mampu secara ekonomi, menerima program itu, padahal banyak warga disini kurang mampu, termasuk saya sendiri yang tidak masuk. Ini kenapa?,” ujarnya Kamis (28/12/2017).

Disinggung apa yang akan dilakukannya melihat keadilan masyarakat ditempat tinggalnya itu yang sudah diciderai, dia mengatakan akan melaporkan tersebut ke Fitra Riau dan Ombudsman.

“Dalam waktu dekat saya akan melaporkan ini ke Fitra Riau dan Ombudsman, saya punya data-datanya dan juga bukti. Ini tak bisa dibiarkan, karena banyak hak-hak masyarakat miskin yang tidak diakomodir,” kesalnya.

NHO-j4ck

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *