Home / Ekonomi Bisnis / Harga Rumah MBR Tidak Mengalami Penurunan Saat Pandemi

Harga Rumah MBR Tidak Mengalami Penurunan Saat Pandemi

Palembang,newshanter.com – Dimasa Pandemi Covid-19 saat ini, masih menghantam perekonomian di Tanah Air Indonesia. Hantaman ini juga dirasakan oleh sejumlah perusahaan di Tanah Air Indonesia terpaksa tutup akibat dari pandemi ini.

Tetapi ada satu sektor yang masih bertahan ditengah pandemi yakni sektor properti. Meski turut terkena dampak pandemi Covid-19, usaha bidang properti mengalami trend kenaikan.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Sumatera Selatan (Sumsel) Zewwy Salim mengatakan di masa pandemi terjadi penurunan di seluruh sektor baik sektor properti maupun lainnya. Di dunia properti untuk harga rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) tidak terjadi penurunan harga. Karena harga rumah MBR mengacu dan menurut peraturan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR RI).

“Untuk harga rumah MBR di wilayah Sumsel di patok dengan harga Rp. 150.500.000,-. Dari segi penjualan rumah MBR kami tidak terlalu khawatir karena MBR adalah demand (permintaan) akan rumah subsidi itu mempunyai segmentasi yang besar. Dan yang kami khawatirkan di segmen rumah komersil, ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya di kantor DPD REI Sumsel, Kamis (8/7/2021).

Tetapi juga disegmen komersil pemerintah tidak diam diri, pemerintah sudah memberikan suatu kebijakan yang menurut kami itu sangat baik dan peduli. karena pemerintah mengeluarkan keputusan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomer 21 tahun 2021 tentang pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) ini sangat memacu terhadap pembelian maupun penjualan rumah komersil.

“Untuk penjualan rumah MBR masih trend dan masih tinggi diminati, diatas angka 80 persen keatas, dan sisanya di 10 sampai 15 persen di segmen komersil,” ungkapnya.

Kemudian, walaupun di masa pandemi covid-19, kami tidak tinggal diam dan kami menyikapi dengan berbagai metode marketing salah satunya metode yang dipakai oleh anggota kami (pengembang) yaitu selalu membantu proses kemudahan rumah MBR ini agar mendapatkan fasilitas kredit yang mudah dari perbankan.

“Dari pengembang juga ada menawarkan untuk kemudahan konsumen yakni rumah tersebut dilengkapi dengan perabotan ini adalah salah satu trik marketing dan juga salah satu metode meringankan masyarakat MBR untuk memiliki rumah,” katanya.

Masih menurutnya, untuk rumah MBR kami selalu memberikan pendampingan, edukasi, sekaligus monitoring atas berlangsungnya pembangunan yang dilaksanakan oleh para pengembang itu harus sesuai dengan aturan maupun sesuai dengan kebijakan atau regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah.

“Jadi pengembang tidak bisa bermain lagi dengan spesifikasi rumah apalagi sebentar lagi pemerintah melalui Kementrian PUPR akan mengeluarkan aplikasi SiPETRUK,” bebernya.

Dilanjutkannya, jadi dalam membangun rumah sudah ada aturan dan menjadi acuan bagi para pengembang. Terkait dengan bedah rumah ia mengatakan kami dari REI sudah berkerjasama dengan pemerintah kota yaitu memberikan dana CSR kami yang bernama Program REI peduli.

“Jadi pemerintah kota mencari dan menginformasikan kepada kami bahwa ada beberapa masyarakat kota Palembang yang pada saat ini kurang beruntung yang mana rumahnya layak untuk dilakukan renovasi atau dibedah”, jelasnya.

Ditambahkannya, kami dari REI juga membuat tim kecil untuk melakukan survei dan pembangunan. Dan Kami memiliki anggota yang tidak hanya mencari keuntungan dari segi finansial saja, tetapi kami juga mempunyai hati dan rasa sosial yang tinggi antar sesama. (vina)

About Redaksi NHO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Resah Dengan Debu Jalan, Puluhan Warga Desa Tambun Blokir Jalan Perusahaan

PELALAWAN, NEWSHANTER.COM – Puluhan warga Desa Tambun Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan, ...