Gubernur Sumsel Tinjau Setiap Ruas Jalan, Ini Yang Disampaikannya

Palembang, newshanter.com  – Pemerintah provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Gubernur Sumsel H Herman Deru, bersama beberapa Kepala Dinas yang ada hari ini melaksanakan peninjauan Jalan Tol Kapal Betung, Sabtu (9/4/2022).

Dimana rombongan ini sendiri berangkat dari Griya Agung Palembang, tujuan pertama yang ditinjau adalah Gerbang Tol Keramasan dengan menggunakan kendaraan roda empat, dan diikuti oleh seluruh kepala dinas yang berkompeten.

Setelah dari sana dilanjutkan perjalanan ke Jembatan Musi II sisi Gandus sampai ketempat Ground Breaking Tol Kapal Betung Tahap 2. Dimana untuk lokasi ini rombongan menggunakan kendaraan roda empat, setelah itu dilanjutkan dengan kendaraan roda dua berjenis trail, demikian diutarakan Herman Deru saat diwawancarai usai kegiatan.

Dikatakan Herman Deru, saya hanya ingin mencocokan dari informasi serta data yang saya dapat dengan kondisi dilapangan yang sebenarnya. Utamanya ruas jalan yang sangat vital ini yakni Palembang dan Betung.

“Saya bersama Presiden akan sudah sama-sama menyampaikan ke masyarakat pada tahun 2023, maka semua jajaran termasuk investornya jangan main-main,” ujarnya.

Kemudian, apapun persoalannya, harus kita diselesaikan bersama dan cepat, karena masalah janji dengan masyarakat ini, bukan janji yang bisa ditunda.

Secara umum permodalan pemerintah sudah memasukkan penyertaan nya ke Investor yakni PT Waskita.

“Lahan hanya lebih kurang 5 persen yang masih belum kesesuaian harga tapi kita ada jalan untuk itu yakni konsinyasi,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, tapi ini kenapa saya turun, karena saya ingin mengajak investornya dan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) untuk segera membuat keputusan, apakah ini tetap kepada negosiasi ataukah ini konsinyasi jangan ditunda-tunda.

“Karena berakibat ke progres pekerjaan ini. Tadi sudah saya perintah dilapangan, kalau perlu Konsinyasi ya lakukanlah, jangan bernegosiasi yang tidak ada berkesudahan,” katanya.

Masih disampaikannya, kalau kita naik kendaraan roda empat kita tidak tahu dengan kondisi sebenarnya, dan ini fisiknya. Kita juga menyampaikan apa adanya, ada yang masih Tap and Vill, ada yang baru, akredat C, ada yang sudah beberapa lapis akredat A, ada yang sudah di land concrit, ada yang sudah begitu di cor selesai, ini progres yang kita lihat.

“Jadi hal-hal seperti ini pastinya tidak bisa hanya kita melalui informasi data, dan gambar,” bebernya.

Ditambahkannya, kita harus turun kelapangan melihat objek titik tersebut. Dan dalam waktu terdekat ini, dimana akan digelar dalam 1 semester ini harus selesai.

“Dan harus selesai dalam waktu terdekat untuk pengerjaannya,” jelasnya.(ton)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *