Gubernur Sumsel Sampaikan Penyampaian Pengantar LKPJ Gubernur Sumsel Tahun Anggaran 2022, Ini Pokok Yang Disampaikannya

Palembang, newshanter.com – Pemerintah provinsi (pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Gubernur Sumsel H Herman Deru menghadiri Rapat Paripurna LXIII (63) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi Sumsel dengan agenda penyampaian pengantar laporan keterangan pertanggungjawaban Gubernur Sumsel (LKPJ) tahun anggaran 2022.

Turut hadir didalam rapat paripurna tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Ir SA Supriono, Ketua DPRD Provinsi Sumsel Hj R A Anita Noeringhati, Pelaksana Tugas Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Provinsi Sumsel, para Asisten Di Pemprov Sumsel, para Staf Ahli di pemprov Sumsel, dan undangan lainnya.

Gubernur Sumsel H Herman Deru dalam pidatonya mengatakan, ada dua bagian penting, bagian pertama adalah prioritas pembangunan 2022 dan capaian kinerja pembangunan serta bagian kedua tentang realisasi pengelolaan keuangan daerah.

Prioritas Pembangunan Sumsel tahun 2022 dan capaiannya dijelaskan diantaranya percepatan penurunan tingkat kemiskinan dan stunting.

“Dimana tahun 2022 angka kemiskinan menurun signifikan sebesar 0,84 Persen, Poin dibanding tahun 2021,” ujarnya.

Kemudian, penurunan angka Preve lintas stunting yang signifikan dari 24,8 persen pada tahun 2021 menurun sebesar 8,2 persen poin menjadi 18,6 Persen pada tahun 2022.

Pembangunan ekonomi kerakyatan melalui peningkatan produktivitas pertanian, Investasi, Industri, Perdagangan, usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan Pariwisata.

“Sumsel berhasil melakukan upaya pemulihan ekonomi dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi dari 3,58 persen pada tahun 2021 menjadi 5,23 persen pada tahun 2022,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, realisasi indeks pembangunan ekonomi inklusif sumsel tahun 2021 sebesar 5,97 persen meningkat 0,42 persen dibandingkan tahun 2020 yang sebesar 5,55 persen. Sedangkan nasional meningkat 0,46 persen, poin dari 5,54 persen pada tahun 2020 menjadi 6,00 persen tahun 2021.

Pengembangan kualitas sumber daya manusia madani dan berprestasi tahun 2022 provinsi Sumsel berhasil meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 70,24 poin pada tahun 2021 menjadi 70,90 poin pada tahun 2022.

“Pemerataan Pembangunan melalui Peningkatan Infrastruktur dasar dan Konektivitas, Pelestarian lingkungan dan penanggulangan bencana, Pencapaian infrastruktur dasar tahun 2022 meningkat signifikan,” katanya.

Masih dilanjutkannya, terlihat dari capaian rumah tangga yang memiliki akses terhadap sanitasi layak sebesar 85,67 persen meningkat dibandingkan tahun 2021 yang sebesar 77,29 persen, air minum layak pada tahun pada tahun 2022 sebesar 85,08 persen meningkat dibandingkan tahun 2021 yang sebesar 84,70 persen.

Optimalisasi reformasi dan birokrasi dan stabilitas keamanan provinsi Sumsel telah mengupayakan peningkatan kualitas pelayanan publik. Hal ini terbukti dari diperolehnya penghargaan pelayanan public kategori “sangat baik” (A) tahun 2021.

“Untuk nilai tahun 2022 akan diberikan oleh Kementerian PAN dan RB pada bulan Maret 2023, dan pada tahun 2022 keamanan dan ketertiban terlaksana dengan baik,” imbuhnya.

Masih disampaikannya, hal ini dapat dilihat dari kondisi zero konflik sumsel yang bertahan pada tahun 2022. Dimana saya menyampaikan realisasi pengelolaan keuangan daerah yang belum diaudit sebagai wujud kinerja APBD.

Berdasarkan data yang belum diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) per februari 2022, target pendapatan daerah provinsi Sumsel sebesar Rp 10.634.451.400.140,00, terealisasi sebesar Rp 10.235.849.833.278,70 atau sebesar 96,25 Persen.

“Dari sisi belanja daerah terdapat target sebesar Rp 10.426.397.636.784,00 terealisasi sebesar Rp 9.663.635.876.750,69 atau sebesar 92,68 Persen. Sedangkan dari sisi pembiayaan daerah maka penerimaan pembiayaan daerah terealisasi sebesar Rp 151.946.236.644,00 terealisasi sebesar Rp 151.894.033.565,14 atau sebesar 99,97 persen,” bebernya.

Ditambahkannya, sementara itu pengeluaran pembiayaan daerah terealisasi sebesar Rp 360.000.000.000,00, terealisasi sebesar Rp 202.357.225.474,00 atau sebesar 56,21 persen. Terdapat Sisa Lebih pembiayaan anggaran (SILPA) tahun Anggaran 2022 sebesar Rp 521.750.764.619,19.

Selain sumber dana APBD Prov. Sumsel pembangunan di Sumsel juga dilaksanakan bersumber dari dana APBN dan Tugas Perbantuan (TP), Tugas Perbantuan Provinsi Sumsel pada tahun 2022 sebesar Rp 147.451.953.000,00 dengan realisasi fisik 97,40 persen dan realisasi keuangan sebesar 96,77 persen.

“Sedangkan tugas perbantuan Kabupaten/Kota sebesar Rp 20.962.464.000,00 dengan realisasi fisik 98,76 persen dan realisasi keuangan sebesar 96,77 persen,” jelasnya.(ton)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *