Home / Kota Palembang / Gubernur Sumsel Sampaikan Ini Kepada Ketua Umum PWBSS, Ini Harapan Dan Motivasi Untuk Kita Semua

Gubernur Sumsel Sampaikan Ini Kepada Ketua Umum PWBSS, Ini Harapan Dan Motivasi Untuk Kita Semua

Palembang, newshanter.com – Pemerintah provinsi (pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini dihadiri langsung oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru dalam acara Hari Lahir (Harlah) Ke 26 Paguyuban Warga Banten Sumatera Selatan (PWBSS) melalui Harlah kita tingkatkan silaturahmi dan kesejahteraan Warga Banten mengambil tema “Dari warga Banten, oleh Warga Banten, dan untuk Warga Banten”.

Dikatakan Gubernur Sumsel H Herman Deru, begitu pentingnya bagi saya keguyuban, baik ini antar organisasi, antar individu, apalagi antar suku. Kita sangat menyadari bahwa provinsi Sumsel ini terdiri dari banyak suku bangsa, yang sangat heterogen.

Kalau orang menyebut ini Indonesia mini, saya bilang ini dunia mini, karena disini semua suku ada.

“Bahkan yang tergabung didalam binaan Syahrial Oesman di PMSB itu hampir tidak ada satupun yang tidak terwakili,” ujarnya.

Kemudian, ada 51 suku yang ada di provinsi Sumsel, basicnya Sumsel ini ada 9 suku, tapi dengan pembangunan ini menandakan bahwa Sumsel itu bisa menerima siapa pun.

Dan yang paling terpenting, kemarin saya juga perlu ceritakan, baru saja saya pulang dari Jawa Barat, ternyata warga Sumsel juga di terima dengan baik diluar sana.

“Dengan penuh kehormatan dan kebanggaan kita diterima dengan baik oleh warga dan pemerintahan di Jawa Barat itu sendiri,” ungkapnya.

Ketua PWBSS Drs H Sanan, kita laksanakan kegiatan ini adalah silahturahmi, jadi kita kumpulkan seluruh dari daerah, yang sudah ada didaerah juga yang cabang-cabang kita kumpulkan.

Kita jelaskan masalah Anggaran Dasar untuk melaksanakan kesejahteraan daripada Warga Banten.

“Kegiatannya kalau di kita di Pondok Pesantren, oleh karena itu di Talang Banten ini ada 4 pondok pesantren,” katanya.

Dilanjutkannya, alhamdulillah siswanya itu lebih dari 1000. Kalau yang ada itu kira-kira hampir 100, dari mulai penasehat, ketua, terus cabang-cabang, sedangkan untuk anggota ribuan kita ini untuk Banten di provinsi Sumsel.

“Contohnya pada waktu tahun 2007 Gubernur pada waktu itu yakni Syahrial Oesman itu manggil Ibu Atut Gubernur waktu itu di GOR, bukan main sangat luar biasa,” bebernya.

Masih disampaikannya, sebelum-sebelumnya hanya silaturahmi di Masjid, baca Yasin dan bersyukur bahwa Paguyuban ini masih tetap berlanjut.

Kalau sosialnya kalau orang-orang kita ada yang sakit, yaitu kita bantu, kalau pertama itu kami galakan masalah pendidikan.

Sebab selama ini orang Banten itu kalau sudah banyak duit tahu sendiri di buru. Asal banyak duit balik, bawak anaknya, sekolah akhirnya sudah habis duitnya kesini lagi,” imbuhnya.

Ditambahkannya, oleh karena itu kami itukan pendidikan, pondok pesantren, masjid taklim, dan alhamdulillah sudah banyak yang sudah pegawai negeri.

Tidak ada, ini terserah masing-masing, kalau Paguyubannya tidak ada, didalam Anggaran Dasar juga tidak ada. Kalau untuk individunya silahkan saja, itu terserah mereka. Untuk kepengurusan siapa yang mau orang luar di Anggaran Dasar itu bisa masuk, yakni 5 tahun.

“Kalau saya ini tidak ada yang mau menggantikan saya, dari awal diresmikan oleh Husni, bahkan sampai sekarang,” jelasnya.(ton)

About Redaksi NHO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Kue Leker Jajanan Legendaris, Hasilkan Omset Ratusan Ribu Rupiah Per Harinya

Palembang, newshanter.com – Siapa yang tidak kenal dengan kue leker? Kue leker ...