Home / Belitung / Gubernur Apresiasi Pengelolaan Lahan Pasca Tambang di IP2TP Milik BPTP Babel

Gubernur Apresiasi Pengelolaan Lahan Pasca Tambang di IP2TP Milik BPTP Babel

BELTIM-Di tengah membaiknya harga timah saat ini, menjadi dilematis antara upaya rehabilitasi lahan pasca tambang dan meningkatnya lahan-lahan terdegradasi setelah explorasi timah yang  terus menerus.

Tentunya hal ini manjadi tantangan tersendiri yang butuh daya upaya semua pihak untuk merehabilitasinya.

Di sela-sela kunjungan kerja  Gubernur Babel Erzaldi Roman ke Pulau Belitung, menyempatkan diri untuk meninjau model pengelolaan  lahan eks tambang di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi  (IP2TP) milik BPTP Babel. Gubernur yang hadir di tengah-tengah peserta Bimtek Teknologi Budidaya Aneka Kacang di Lahan Pasca Timah, mengapresiasi para petani yang masih tetap konsisten mengelola lahan usaha taninya.

Dalam arahannya Erzaldi menegaskan kembali untuk tidak mengalihfungsikan lahannya selain tanaman pangan. Pemerintah provinsi siap memberikan bantuan perluasan tanam kedelai pada tahun ini, termasuk bantuan pengelolaan sarana pengolahan pupuk organik (UPPO), asal serius dikerjakan,” ucapnya.

Erzaldi juga mengajak para petani peserta bimtek untuk tetap menanam kacang-kacangan yang jelas kualitasnya.

“Jangan asal tanam, sehingga produksinya bisa maksimal,” kata Erzaldi.

Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pertanian dan BPTP harus menjadi lini terdepan dalam mendampingi petani, dan petani juga jangan sungkan untuk bertanya untuk mendapatkan inovasi teknologi.

“Silahkan manfaatkan sumber informasi di IP2TP ini, mengakhiri diskusi bersama peserta bimtek,” imbuhnya.

Pada kesempatan ini Erzaldi juga menyerahkan benih jagung Balitbang Pertanian Nasa 29 dan JH 29 kepada petani, yang merupakan jagung bertongkol ganda.

 

Saat peninjauan ke lahan eks tambang, Erzaldi juga melakukan penanaman perdana kopi robusta di lahan eks tambang di IP2TP Gantung.

“Tahun ini Insyaa Allah kita akan mengalokasikan pengembangan kopi di empat klaster di Babel, salah satunya di Belitung Timur,” papar Erzaldi.

 

Hal ini sebagai   upaya pemenuhan kebutuhan kopi di Babel dan tentunya sebagai alternatif komoditas yang dapat ditanam disela tanaman lainnya, sehingga pendapatan petani juga meningkat.

 

Dedi, petani dari Danau Nujau peserta bimtek dihadapan Gubernur mengungkapkan harapannya untuk pelatihan semcam ini supaya bisa berkelanjutan.

 

“Kami ada lahan kadang kami bingung tanaman apa yang cocok, apalagi saat musim kering, namun hari ini  saya banyak mendapat pengetahuan baru,” ungkapnya.

 

Kepala BPTP Babel, Suharyanto mengungkapkan bahwa tidak ada yang mustahil untuk mengelola lahan-lahan bekas tambang, yang penting ada keseriusan, tepat teknologi dan komoditasnya.

 

Manfaatkan bahan organik yang ada disekitar lingkungan, salah satunya pemanfaatkan tankos sawit yang dikombinasikan dengan pupuk kandang sebagai bahan organik. Lahan-lahan eks tambang miskin akan unsur hara, sehingga penambahan pupuk organik merupakan hal mutlak untuk diberikan. Pemilihan jenis tanaman seperti leguminosa/kacang-kacangan sangat cocok untuk memperbaiki tekstur tanah dan peningkatan unsur hara khususnya N, melalui fiksasi nitrogen.

 

“Beberapa VUB kacang-kacangan seperti kedelai Detap, Derap, Devon Grobogan, kacang hijau Vima 1 dan Vima 4 serta kacang tanah varietas hypoma dan tuban saat ini menunjukkan keragaan yang cukup baik di lahan eks tambang,” beber Suharyanto.

 

Hadir pada Bimtek tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Babel, Kepala Dinas Sosial dan PMD Babel, Kepala Dinas Pertanian Beltim,  Kepala Balai Karantina Pangkalpinang, Camat Gantung, Kapolsek dan Danramil Gatung, Penyuluh Kab Beltim, Kelompok tani dan undangan lainnya. (doni)

About Donny NHO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Perintah Kejagung RI, Ujian Komitmen Penegakan Hukum Kejaksaan

PANGKALPINANG – Batas waktu yang diberikan oleh Kejaksaan Agung RI untuk menindaklanjuti laporan ...