GNCP “Prabowo Harus Bangun Gerbang Emas”

Palembang. Newshanter.com.Kebutuhan pangan dan energi pada saat sekarang ini semakin meningkat sehingga berimbas kepada krisis ekonomi terhadap masyarakat, Indonesia memiliki kekayaan alam berlimpah seharusnya bisa meningkatkan perekonomian dengan memanfaatkan sumberdaya alam yang ada.

Indonesia memiliki potensi sumber energi yang banyak namun masih belum dimanfaatkan serta belum diolah secara maksimal, hasil penelitian dari limbah sawit menghasil Hara Kompos yang sangat memadai, seharusnya limbah pabrik sawit bisa diolah dengan Modifikasi Solid Sawit (MOSOSA) sehingga bisa diolah menjadi pakan ternak, pupuk organik agar bisa meningkatkan kebutuhan pangan dan meningkatkan hasil pertanian.

Gerakan Nasional Cinta Prabowo (GNCP) Sumatera Selatan (Sumsel) meminta calon Presiden Prabowo – Sandi jika terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024 agar dapat mendirikan pakan ternak terbesar di Asia yang mana pakan itu bahan bakunya dari limbah Mososa yang di beri nama Gerakan Membangun Ekonomi Masyarakat (Gerbang Emas)

Riska Jamila SE.MM Ketua DPD Gerakan Nasional Cinta Prabowo (GNCP) Sumsel melakukan diskusi mengenai MOSOSA bersama tim di kediaman Hari Wibowo pakar teknologi MOSOSA di komplek Pemda Talang Buruk (2/4), setelah mendapat penjelasan tentang cara pengolahan dan mudahnya mendapatkan bahan baku untuk pakan ternak dan pupuk dari hasil limbah yang disampaikan Hari Wibowo, Siska sangat mendukung program Gerakan Membangun Ekonomi Masyarakat (Gerbang Emas), Teknologi Modifikasi Limbah Sawit atau yang di singkat dengan sebutan (Mososa) maka ini harus segera dilaksanakan, karena program ini akan membantu peternak dalam memenuhi pakan ternak.

Hari Wibowo menyampaikan, Apabila limbah sawit dikelola menggunakan metode MOSOSA, dengan membangun Pabrik di Negara ini salah satu daerah yg berpotensi yakni di Sumatera Selatan, karena memiliki lahan sawit yang besar sehingga akan membantu empat aspek yakni Peternak, petani, UMKM serta pengangguran, selain itu akan mengurangi biaya peternak untuk membeli pakan ternaknya, sehingga mengurangi pengeluaran biaya pakan bagi peternak, seharusnya pemerintah dapat mengatasi kendala di bidang pakan ternak yang mana peternak selalu terkendala dengan harga tinggi, memanfaatkan bahan dari limbah pabrik sawit.

” Dengan terciptanya mososa maka ini sangat efektif dapat menurunkan harga pakan ternak, pakan ternak masyarakat indonesia sendiri mengelolanya, sehingga para peternak bisa menjangkaunya dengan harga yang relatif murah berkisar 3000 hingga 5000 per Kg, jadi kita memanfaatkan limbah sawit yang ada. Produksi sawit kita di Indonesia terbesar di dunia berdasarkan data dari Kementan,”ungkapnya.

Kompol (Purn) Siti Sundari calon Legislatif DPR RI Sumsel dari Partai Bekarya sebagai pencetus Gerbang Emas menambahkan,” bahwa selama ini untuk pakan ternak bahan bakunya kita masih impor limbah makanan dari luar.

“Kenapa kita tidak memanfaatkan potensi sumberdaya alam kita yang berlimpah ruah, Mososa ini harus dikelola dipabrik tidak akan efektif jika di kelola oleh masyarakat perorangan dangan jumlah kicil, tapi akan lebih efektik jika di dukung pemerintah dalam produksi dengan jumlah yang cukup besar. seharusnya pemerintah bisa mendirikan pabrik pakan ternak ini di Sumsel yang di kelola olah BUMN karena Sumatera dan Kalimantan adalah produksi sawit terbesar di dunia,”ungkap Pembina DPD GNCP Sumsel ini.(arp)

Pos terkait