Gatot Nurmantyo Gelar Wayangan, Jokowi Nonton Film G30S PKI di Bogor. Mendikbub Larang Pelajar SD – SMP Nonton G30S

Jakarta -Newshanter.com.  Di saat Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menggelar pertunjukan wayang di Museum Fatahillah, Presiden Joko Widodo justru hadir dalam acara nonton bareng (nobar) pemutaran Film G30S  PKI  di Makorem 061/Suryakancana, Kota Bogor, Jumat  (29/09/2017) malam.

Menurut Gatot, pertunjukan wayang ini menjadi rangkaian peringatan HUT TNI ke-72. Pagelaran yang mengangkat cerita “Parikesit Jumeneng Noto” itu dihadiri oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Wakil Presiden ke-6 Tri Sutrisno, serta sejumlah petinggai TNI. “Agar generasi muda tetap mencintai wayang,” kata Gatot saat memberi sambutan sebelum pagelaran di mulai.

Gatot menilai, selain sebagai hiburan, wayang juga bisa digunakan untuk mempersatukan bangsa. “Wayang juga menjadi media untuk menyampaikan pesan moral,” ujarnya. “Semoga pagelaran ini dapat membangun kesatuan dan persatuan bangsa.”

Mirza mengatakan dengan nobar ini diharapkan tercipta kebersamaan antara TNI, Polri, dan masyarakat untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa. Dia berharap dari penayangan film tersebut masyarakat Indonesia menjadi tahu sejarah mengenai G30S PKI. “Agar kejadian kelam tahun 1965 itu tidak terulang lagi,” katanya.

nobar2

Mendikbur Larang Pelajar SD-SMP Nonton Film G30S

Sementra itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhajir Effendy melarang siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama menonton film Penghianatan G30S PKI. Film garapan sutradara Arifin C. Noer itu dinilai bukan konsumsi anak-anak.

“SD tidak boleh. SMP juga enggak boleh,” ujarnya usai menghadiri rapat senat terbuka penganugerahan gelar doktor kehormatan kepada Megawati Soekarnoputri di Auditorium Universitas Negeri Padang, Rabu ( 27/09/2017).

Kata dia, banyak adegan dalam film tersebut yang tidak layak disaksikan anak-anak. Di antaranya adanya muatan sadis dalam beberapa adegan.

Menurutnya, film tersebut hanya untuk orang dewasa. Misalnya, ia menyebut bisa berlaku untuk siswa Sekolah Menengah Atas. “Kan ada standarnya, sensor film. Itu ada keterangan bahwa film itu hanya bisa ditonton untuk dewasa. Dulu saja televisi menayangkan setelah pukul 10 malam,” ujarnya.

Muhajir telah mengingatkan dinas pendidikan yang menganjurkan siswa SD dan SMP menonton film G30S PKI. Salah satunya Dinas Kota Padang.

Malah Muhajir akan memberikan sanksi kepada Kepala Dinas Pendidikan yang masih mewajibkan siswanya untuk menonton. Salah satu sanksinya berupa teguran.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Padang mengeluarkan surat edaran menonton film lawas G30S PKI bagi siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Dalam surat edaran dengan nomor 421.1/435.7/DP/Dikdas,3/2017 itu disebutkan, siswa bisa menonton film tersebut pada Sabtu 30 September 2017 pukul 20.00 WIB.

“Iya untuk siswa SD dan SMP. Tapi harus didampingi orang tuanya,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Barlius, Senin 25 September 2017.

Barlius mengatakan, siswa diwajibkan untuk membuat resume film G30S PKI tersebut dengan tulisan tangan di kertas folio. Kemudian dikumpulkan ke wali kelas masing-masing pada Senin 2 Oktober 2017.

(ANT/tempo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *