Empat Debt Collector Adira di Pekanbaru Nyaris Dihajar Warga,

Niat-Tarik-Mobil-yang-Tertunggak-Bayar--Empat-Debt-Collector-Adira-di-Pekanbaru-Ngacir-Dikerumuni-Warga--Mobil-Operasional-Tertinggal

Pekanbaru.Newshanter.com.Aksi brutal yang diperlihatkan 4 orang oknum Debt Collector (penagih kredit) terhadap warga Kecamatan Rumbai Pekanbaru, Jasmaniah (56) nasabah lembaga pembiayaan, Adira, sangat buruk.

Sempat terjadi cekcok dan ujung-ujungnya warga yang hendak membantu keluarga Jasmaniah malah jadi korban pemukulan oknum Debt Collector tersebut. Korban dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara Polda Riau, Selasa (25/7/2017) sekitar pukul 18.30 Wib.

Proses pemukulan sejumlah warga ini saat berlangsungnya cekcok mulut antara oknum Debt Collector dengan Jasmaniah. Jasmaniah pun telah buat laporan ke kepolisian.

Dimana oknum memaksa menarik sebuah unit mobil Toyota Carry BM 9057 VA warna hitam, diduga telat membayar angsuran kredit selama 4 bulan lamanya.

“Mereka (Debt collector) ada 4 orang datang ingin menarik unit, dengan brutal,” ungkap Zul, menantu Jasmaniah dikutip halloriau.com.

Dirinya mengakui kalau kredit mobilnya sudah telat 4 bulan. Namun ada niat ingin melunasinya besok hari, sementara Debt Collector bersikukuh ingin menarik mobil yang sudah jatuh tempo dari kantor.

“Awalnya baik pertemuan tadi bang, cuma mertua saya ingin melunasi 4 bulan yang terlambat ke kantor. Tapi mereka berkeras menariknya dengan alasan surat penarikan sudah dikeluarkan,” katanya.

Setelah dilakukan negosiasi oleh pihak keluarga Jasmaniah, oknum malah meminta uang Rp 1,5 juta untuk biaya operasionalnya. Belakangan setelah disetujui oknum itu menolak dibuatkan tanda terima uang.

“Oknum meminta uang Rp 1,5 juta untuk biaya operasionalnya. Cuma setelah kita lakukan perjanjian di atas kwitansi bahwasanya ada permintaan sejumlah uang, mereka menolak. Dan terjadilah cekcok mulut,” terang Zul.

Keributan yang terjadi memicu sejumlah warga setempat ingin mengetahui apa sebenarnya yang terjadi. Aksi anarkis oknum membuat keluarga kehilangan sabar yang sempat mempertahankan unit kendaraan.

“Sempat ribut dengan nada keras, sehingga warga setempat melihat keributan dan mencoba menjadi penengah. Tapi malah oknum memukul 4 orang warga, tidak tinggal diam yang lainnya membantu,” sambung Zul.

Terakhir diketahui, Debt Collector malah membawa rekannya yang menggunakan sepeda motor dua orang yang diduga backingnya dari oknum aparat. Oknum tersebut sempat melawan warga yang mencoba menghalingi prosesi penarikan.

“Ada dua oknum datang bang, diduga anggota kesatuan yang memback up Debt Collector ini. Dia membantu memukul juga,” tegas Zul.

Karena kalah dalam jumlah dengan warga yang telah ramai berkumpul, kawanan Debt Collector dan oknum kesatuan ini akhirnya kabur meninggalkan lokasi kejadian dengan menyisahkan mobil operasional yang dipakainya dan dua sepeda motor.

“Sangat disayangkan sekali, aksi Debt Collector yang anarkis dalam eksekusi penarikan mobil nasabah Adira ini. Tidak terima negosiasi malah ribut dan memukul warga. Sangat tidak terpuji,” cetus Ketua Pemuda Pancasila Rumbai, Zulkardi.

Lebih lanjut, ia mengatakan saat terjadi keributan Debt Collector membawa back up diduga oknum anggota kesatuan. Terbukti salah satu warga mengenal anggota itu berdinas di Riau. Sementara atribut tertinggal dalam mobil yang sengaja dibawa sang oknum.

“Ada buktinya di dalam mobil Toyota Avanza putih. Ada juga double stik, kopel, sangkur diduga milik anggota kesatuan ini tertinggal di dalam,” pungkas Zulkardi.

Kini korban Jasminah nasabah Adira tengah diperiksa Polresta Pekanbaru untuk membuat laporan keterangan resmi terkait kericuhan yang sempat terjadi pemukulan Debt Collector dengan warga setempat.

Sementara ini, warga yang terkena pukulan Debt Collector tengah dilakukan perawatan medis di rumah sakit Bhayangkara Polda Riau untuk visum.(hallopolisi)

Pos terkait