Jakarta -Newshanter.com Kekuatan negosiasi tanpa baku tembak. Demikian yang terjadi saat aksi penyelamatan dua WNI, Dirman dan Badar, dari penyanderaan kelompok bersenjata di Papua Nugini. Senyap!
Penyelamatan WNI menjadi perhatian Presiden Jokowi. Di ujung telepon, Jokowi berbicara dengan PM PNG Peter O’Neill tentang operasi penyelamatan.
Jokowi dan para pembantunya mengerahkan segala daya upaya menyelamatkan warga Papua selama 6 hari. Penyelamatan ini juga bersih dari barter dengan kelompok bersenjara. “Jangan mengalah dari tekanan apapun,” perintah Jokowi.
Dua Sandera di Bebaskan Meliter PNG
Proses pembebasan WNI sempat mengalami tarik ulur dari pihak penyandera. Militer PNG akhirnya bisa membebaskan dua sandera tanpa kekerasan berlebihan pada Kamis 17 September 2013. Pelaku penyanderaan diduga 7 orang. Ada juga pelaku yang telah ditangkap.
Dirman dan Badar berhasil dibebaskan dari tangan kelompok bersenjata oleh militer Papua Nugini. Bagaimana kronologinya? Berdasarkan keterangan dari Kementerian Luar Negeri, termasuk Kepala Konsul RI di Vanimo Papua Nugini Elmar Lubis, operasi militer dilakukan sejak kamis kemarin.
Kronologi Pembebasan
Berikut kronologi lengkapnya:
Kamis (17/9) siang Militer PNG janjian dengan para penyandera di tengah hutan. Namun sesampainya di sana, para penyandera malah tidak datang dan masuk ke dalam hutan, lebih dalam.
Kamis (17/9) Militer PNG bergerak ke dalam hutan untuk mengejar mereka. Hingga sore hari mereka berhasil menemukan para WNI di sebuah lokasi.
Kamis (17/9) pukul 19.30 WIB Operasi pembebasan berhasil. Militer PNG membebaskan dua WNI tanpa melakukan kekerasan berlebihan. Dirman dan Badar bersama para pasukan PNG. Namun keadaan di lokasi masih belum pasti.
Jumat pagi 10.30 waktu Vanimo Konjen RI di Vanimo menerima penyerahan Dirman dan Badar dari militer PNG. Mereka dalam kondisi baik. Salah satunya ada yang terluka, namun itu karena terjatuh bukan luka tembak.
Rencananya siang ini mereka akan dibawa ke perbatasan PNG dan Papua lalu ke Jayapura.
Menkopolhukam Luhut B Pandjaitan memastikan kondisi Dirman dan Badar sudah dalam kondisi aman. “Sudah, sudah (dibebaskan). Sudah aman,” ujar Luhut di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus, Jumat (18/9/2015).
Sayangnya Luhut belum mau menjelaskan detil mengenai pembebasan kedua sandera yang disandera dan dibawa masuk ke Papua Nugini sejak 11 September lalu. Luhut sedang menanti tamu kenegaraan Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi. Sebelumnya Menlu Retno Marsudi juga datang menghadap Luhut.
Retno pun tampak terburu-buru keluar dari kantor Luhut karena ingin melaporkan perihal pembebasan kedua WNI tersebut kepada Presiden Joko Widodo. “Saya mau melapor ke presiden. Saya nggak mau kalau berbicara detil (pembebasan) nya. Yang jelas fokus kita penyelematan sandera,” ujar Retno sebelum berlalu.
Retno datang menemui Luhut untuk rapat mengenai kebebasan jurnalis asing di Papua. Selain dengan Luhut, rapat juga dihadiri oleh KaBIN Sutiyoso.
“Kalau ini (saya ke sini) soal jurnalis aja, kan ada keterbukaan (di Papua) bagaimana supaya kebijakan presiden bisa kita amankan,” tutur Sutiyoso di lokasi yang sama. “Pembebasan sandera OPM (tanya) sama Menkopolhukam. Soal sandera kan sudah kembali dengan selamat. Itu hasil diplomasi dari kemlu ya,” sambungnya.
Selain Retno dan Sutiyoso, tampak pula Kapuspen TNI Mayjen Endang Sodik. Namun Endang sama sekali tidak bersedia memberi pernyataan dan langsung berlalu pergi saat dimintai konfirmasi oleh wartawan.
Operasi militer Papua Nugini tak hanya membebaskan dua sandera WNI dari tangan kelompok bersenjata. Para pelaku pun berhasil ditangkap. Sumber detikcom mengatakan, ada tujuh orang yang berhasil ditangkap. Namun belum jelas identitasnya.
Termasuk apakah pimpinan kelompok berhasil dibekuk. Konsul RI di KJRI Vanimo Elmar Lubis saat dikonfirmasi soal ini membenarkan. Sayangnya, dia belum bisa memastikan jumlah detail penyandera yang ditangkap. “Iya betul (ada yang ditangkap). Tapi kepastiannya saya belum tahu,” kata Elmar saat dihubungi detikcom, Jumat (18/9/2015). Saat ini, kata Elmar, pihaknya masih fokus untuk proses pembebasan Dirman dan Badar.
Setelah mereka sampai ke tangan keluarga, maka informasi lain soal proses penyelamatan sandera baru bisa diketahui. “Kami berkoordinasi dengan pemerintah PNG, PNG fokus bagaimana cara membebaskan dua WNI tersebut, kerjasama yang dilakukan sangat baik dan akhirnya mereka bisa bebas,” jelasnya.
Saat ini, Dirman dan Badar masih berada di KJRI Vanimo. Rencananya siang ini mereka akan dibawa ke perbatasan PNG dan Papua lalu ke Jayapura untuk bertemu keluarga.(Detik.COM)
