Dua Perusahaan Transportasi Ini Harus Duduk Bersama Memecahkan Solusinya

Palembang, newshsnter.com – Komunitas Group Diskusi Dusun Demokrasi menggelar kegiatan Group Discussion (FGD) refleksi akhir tahun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Palembang dengan mengambil tema “antara kebutuhan dan kinerja terhadap APBD”. Kegiatan ini sendiri dipusatkan di Swarna Dwipa Hotel Palembang, Jumat (31/12/2021).

Dikatakan Pengamat Pakar Kebijakan Publik M H Thamrin, artinya dari sisi direksi tadi sudah menyampaikan apa-apa yang mereka sudah lakukan, bagaimana mereka punya peran untuk menyehatkan perusahaan terutama Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J).

“Sangat tepat sekali apa yang disampaikan Direktur SP2J Ahmad Novran, dimana upayanya untuk menjelaskan upaya-upaya menyehatkan perusahaan itu tidak bisa sendirian, tata kelola koorperasinya itu harus dirubah, artinya masing-masing mempunyai peranan,” ujarnya.

Kemudian, dimana pemegang saham, komisaris, direksi itu harus duduk bareng, arah strateginya mau dibawa kemana, seperti SP2J itu menjadi masalah karena course bisnisnya tidak jelas. Itu merupakan program dari pemerintah pusat, yang tidak kaitan secara sebagai suatu perusahaan secara untuk operasionalnya.

“Tapi bagaimana pun juga sebagai suatu bisnis dibidang transportasi yang paling terpenting adalah bagaimana menata jaringan transportasinya, sehingga jelas mana hak, mana skubnya, dan penumpang,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, boleh saja dikelola oleh yang satu Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengelola sendiri, SP2J mengelola sendiri, tapi yang paling penting adalah bagaimana menjadi suatu transportasi yang terintegrasi. Itu balik-balik cerita sebenarnya soal bagaimana koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi diantara unit-unit tersebut.

“Bisa saja misalnya karena SP2J tidak dibebani tanggung jawab infrastruktur, fasilitas halte, menjadi tanggung jawab pemerintah kota, ya tidak apa-apa, yang terpenting mereka mengobrol berdua jangan sampai tidak termanfaatkan,” katanya.

Menurut Ketua Panitia Darwis, kita dari komunitas Group Diskusi Dusun Demokrasi, pada awalnya dari tahun 2016 kita setiap awal tahun dan akhir tahun kita mengadakan ini untuk refleksi dan rencana kedepan.

“Ini adalah bagian dari komitmen kami sebagai kawan-kawan komunitas Group Diskusi Dusun Demokrasi kami ingin membuat atau menyumbangkan saran dan pemikiran dari hasil diskusi-diskusi seperti ini. Terkait apapun persoalan yang mencuat di masyarakat,” bebernya.

Masih disampaikannya, jadi kita sebagai pemuda provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), kita berkomitmen khususnya karena kita tinggal dikota Palembang untuk ikut aktif menyumbangkan saran, pemikiran, dan tenaga untuk kemajuan daerah ini.

“Dimana dengan cara kita yakni yakni mengumpulkan para intelek-intelek, mengumpulkan pakar-pakarnya untuk membahas persoalan yang ada, hasilnya akan kita serahkan kepada pemerintah, kepada pihak terkait, dan setiap instansi instansi yang menjalaninya,” jelasnya.

Ditambahkannya, kita yakin mereka membutuhkan saran-saran kita, akan kita sumbangkan itu untuk mereka, dan akan kita bahas.

Disini kita bukan hanya kritik disini, gerakan seniman demokrasi ini kita boleh mengkritik dengan keras, tapi harus mengeluarkan solusi, karena target dari Focus Group kita ini adalah untuk mencari solusi kebaikan kedepan, serta perbaikan-perbaikan kedepan.

“Maka dari itu kawan-kawan kita dari aktivis yang kritis kita undang, serta lainnya pun kita undang,” tegasnya.(ton)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *