Home / breaking / Dr Richard Lee Ditangkap Terkesan Dipaksakan, RAN: Penangkapan Tidak Dengan Cara Yang Benar dan Humanis
Dr Razman Arif Nasution (RAN) SH SAg MA Ph.D. Kuasa Hukum Dr Richard Lee, ketika jumpa pers dikediaman Dr Richard Lee, Rabu (11/08/21). Foto: Syf
Dr Razman Arif Nasution (RAN) SH SAg MA Ph.D. Kuasa Hukum Dr. Richard Lee ketika prescon di kediaman

Dr Richard Lee Ditangkap Terkesan Dipaksakan, RAN: Penangkapan Tidak Dengan Cara Yang Benar dan Humanis

 

PALEMBANG, newshanter.com Lantaran Penangkapan Dr Richard Lee terkesan diduga dipaksakan dan mendadak, selain tidak ada surat pemberitahuan tersangka, surat kuning penetapan Dr Richard Lee sebagai tersangka tidak ditandatangani pihak keluarga bahkan diduga tidak boleh didampingi Kuasa Hukum. Hal ini mendapat tanggapan serius dari Kuasa Hukum dari Dr Richard Lee yakni Dr Razman Arif Nasution (RAN) SH SAg MA Ph.D.       

Menurut RAN, kedatangannya ke Palembang, dalam rangka prescon terhadap apa yang telah terjadi pada kliennya Dr Richard Lee, bahwa kasus Richard Lee itu memang sedang bergulir di Polda Metro Jaya, terkait dengan laporan dari sdri. Kartika Putri, saat ini juga laporan sdr. Richard Lee, sdr. David Lee terhadap sdri. Kartika Putri di Polda Sumatera Selatan, baik laporan Kartika Putri dan laporan sdr. Dr Richard Lee dan David Lee, kedua-keduanya laporan tentang dugaan pelanggaran pelanggaran Undang-undang Elektronik Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

“Adapun kejadian pada hari ini, klien saya Dr Richard Lee tadi pagi, sekitar jam 07.00 WIB saya sedang berada di Semarang bersiap-siap akan berangkat ke Jakarta, tiba-tiba saya ditelpon untuk nomor yang tidak saya kenal, tapi saya nomor siapa pun tetap kami angkat dan ternyata Dr Richard Lee dengan bahasa yang sangat ketakutan dan dia bilang. Bang saya didatangi polisi dari Polda Metro, saya tanya statusnya apa, dia bilang polisi mau meminta keterangan dari saya, mau meminta handphone saya terkait dengan pelanggaran ITE. Kemudian saya berkomunikasi dengan Tim yang datang dikediaman Dr Richard Lee, yang di pimpin oleh sdr. Charles, saya tanya dengan sdr. Charles dalam rangka apa kalian datang, Charles mengatakan bang, kami datang sesuai dengan perintah tugas untuk memeriksa handphone sdr. Richard Lee terkait dengan Instalgram, itu bahasa yang sampai ke saya,” ungkap RAN kepada wartawan,saat prescon di kediaman Dr Richard Lee Rabu (11/08/21).  

RAN mengatakan, ketika menanyakan kepada penyidik, apakah Dr Richard Lee akan di bawa dia bilang tidak, apakah handphone akan dibawa, dia bilang tidak, padahal yang dipegang ini omongan polisi penegak hukum karena kliennya bukan teroris, bukan pelaku kejahatan luar biasa, bukan koruptor, bukan paham kiri atau kanan.

“Dia warga negara yang berusaha dan ada masalah terkait undang-undang elektronik dan bicara dengan saya, tidak ada yang namanya membawa handphone atau orangnya. Kok Tiba-tiba terjadi perubahan, justru Dr Richard Lee dibawa dipaksa. Saya sampai ngomong kepada penyidiknya tunggu saya, InsyaAllah jam 04 sore saya sampai, kenapa tidak tunggu saya, saya kuasa hukumnya, walaupun ada anggota saya. Saya ketua timnya, saya berdebat dengan mereka. Kalau dia punya pemahaman hukum yang kuat, punya dasar hukum yang kuat bicara dengan saya, anda penegak hukum saya penegak hukum. Saya pembela Polri. Kita ingin Polri menegakkan hukum dengan benar, ketika Polri di krimanalisasi pimpinannya, kita tampil ke depan. Oleh karena ini Polri, anda berjalan dengan benar,”tegas RAN.

Lanjut RAN, penyidik yang datang tadi itu sudah tidak sepaham dengan apa yang dimaksud oleh pak Kapolri, Pak Listyo Sigit Prabowo yang mengatakan bahwa Polri hari ini Presisi (Profesional dan Humanis).

“Apa salahnya menunggu saya kenapa tidak dijelaskan ke saya, dan saya tanya baik baik kenapa dibawa tidak mau ngomong lagi dengan saya, nah dia mengatakan tidak membawa, sekarang kok dibawa. Klien saya ini belum status tersangka, maksudnya apa belum ada pemberi tahuan tersangka, baik kepada klien saya dan saya, lalu kemudian tiba-tiba dikasih surat ini menyebut surat tersangka. Disini ditanda tangani oleh Dir Krimsus, saya belum pernah terima langsung surat kuning begini tersangka, yang putihnya harus ada surat pemberi tahuan, kalau pun dianggap melakukan kejahatan atau melanggar apa yang sudah disita oleh ke polisian, panggil lah dia baik-baik. Anda sebut kami sudah gelar, seperti sdr Richard Lee tersangka, dengan ini kami panggil saudara datang kita dampingi dan itu sudah ditawarkan tadi kenapa dipaksa ditangkap memang kemana dia (Dr Richard Lee),” jelasnya.  

Masih dikatakan Razman, minta Pak Kapolri memberlakukan hukum dengan benar, dengan menindak orang-orang yang melakukan sikap arogan seperti ini.

“Saya lihat di videonya, dia mau buang air kecil tidak boleh. Saya patut menduga ada apa persoalan sekecil ini, remeh temeh seperti ini dan dia bukan status tersangka. Baru hari ini terus langsung ada penangkapan, ada apa dengan dia (Richard Lee,red) tapi kalau dia menghina Kepala Negara menghina simbol negara terorisme berbahaya bagi negara silakan, itu pun ada kewajiban untuk memberikan hak-hak dia, kok sekarang tidak ada terhadap klien saya dan dia dibawa saya tidak tahu,”cetusnya.  

Razman Arif Nasution (RAN) menuturkan, bagaimana seorang penyidik tidak memberi tahu pihak keluarga atau kuasa hukum dengan membawa Dr Richard Lee, apakah dari jalan darat atau lewat udara, bahkan tidak boleh didampingi oleh kuasa hukum.  

“Yang ada anggota saya, saya tidak tahu dia dimana sekarang, dan Dr Richard Lee dalam keadaan sakit pinggang, terjadi apa-apa saya akan tuntut kalian dan saya bawa persoalan ini sampai kepada Kompolnas, Kapolri, Komisi III DPR RI dan Presiden, karena saya salah satu jubirnya pak Jokowi dan pak Makruf Amin dalam Pilpres kemarin. Kita punya prinsif menegakan hukum kata pak Jokowi dilakukan dengan tidak boleh atas kepentingan siapapun, kelompok siapapun harus dengan cara yang benar dan humanis sesuai dengan yang disampaikan oleh Pak Listyo Sigit Prabowo selaku Kapolri,” ujarnya.

RAN menambahkan, langkah hukum yang akan diambil, apakah permintaan gelar perkara sesuai dengan peraturan Kapolri, apakah akan melakukan praperadilan. Akan dilihat kedepan, ini kasus yang menurut RAN remeh temeh tapi diperlakukan dengan tidak baik dan sopan, dan penyidiknya kenapa tidak berani beragumentasi hukum dengan RAN.

“Charles kau ngomong dengan saya, jumpa kita disini saya tidak mungkin menghalangi klien saya, kalau anda benar. Jadi saya minta sekali lagi dalam hal penegakan hukum ini, marilah kita sama-sama melaksanakan kewajiban kita, kami sebagai Lawyer punya fungsi untuk membela hak klien, mereka fungsi penyelidikan dan penyidikan, nanti akan ada penuntutan di kejaksaan dan ada putusan hakim di pengadilan,”ucapnya.

Diakhir prescon RAN mengatakan, akan datang ke Polda dan menunggu, penegak hukum boleh saja melakukan pemeriksaan 1 x 24 jam, tapi disini sudah ada tersangka, tapi pemberitahuan tersangka tidak ada ke Kuasa Hukum dan kepada kliennya.

“Ini baru saja dan disini surat perintah penangkapannya tanggal 11/12 sedangkan hari ini tanggal 11. Sepertinya diburu, saya ngak ngerti tadi mereka juga bilang katanya Dr Richard mau dibawa ke Polda Sumsel, untuk dicek kesehatannya, seorang tersangka itu wajib didampingi pengacara, berangkat itu izin mereka gak persetujuan mereka gak, Dr Richard Lee berangkat sendirian, dan lewat jalan darat apa udara kami tidak tahu,” tandasnya. (Syf)

           

About Syarif Umar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Antisipasi Lakalantas, Polsek Pangkalan Kuras Lakukan Pangamanan Lalulintas

PELALAWAN, NEWSHANTER.COM – Unit Lantas Polsek Pangkalan Kuras jajaran Polres Pelalawan kembali ...