Home / breaking / DPRD Sijunjung Mulai Menyorot Dugaan Molornya Pembangunan Gedung Rawat Inap Kelas III RSUD Sijunjung

DPRD Sijunjung Mulai Menyorot Dugaan Molornya Pembangunan Gedung Rawat Inap Kelas III RSUD Sijunjung

Sijunjung, NewsHanter.com – Pasca terkesan bungkamnya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sijunjung pun ikut berkomentar, kali ini salah satu anggota DPRD Kabupaten Sijunjung angkat bicara terkait proyek Pembangunan Rawat Inap Kelas III RSUD Sijunjung yang dikerjakan Kontraktor Pelaksana PT Banguncipta Andalas Mandiri dengan nomor kontrak 27.09/APBD/AP-SJJ/2019 tanggal 21 Juni 2019 Waktu Pelaksanaan 194 (seratus sembilan puluh empat) Hari Kalender dan bernilai Rp.26.749.022.000,- (Dua puluh enam miliar tujuh ratus empat puluh sembilan juta dua puluh dua ribu rupiah) itu.

Ironisnya, setelah viralnya pemberitaan terkait Pembangunan Rawat Inap Kelas III RSUD Sijunjung dan menuai sorotan masyarakat maupun wartawan, bahkan proyek ini semakin misterius saja.

Elemen dan Tokoh Masyarakat (Tomas) pun mulai bertanya dan gelisah terhadap pembangunan tersebut yang ada di Kabupaten Ranah Lansek Manih ini, ada apa dibalik dugaan molornya mega proyek yang menganggarkan dana DAK sebesar 26 Milyar rupiah lebih itu.

Salah satu anggota DPRD Sijunjung Aprisal PB yang sesuai dengan fungsi dan kewenangannya mengatakan, ia telah mewanti-wanti tentang pembangunan ini kepada Dinas PUPR Kabupaten Sijunjung selaku Tim Teknis, Rabu (18/12/19).

“Bagaimana kajian terhadap pelelangan mega proyek tersebut, bahkan persiapan untuk ini harus benar-benar siap dan matang”, ucap Aprisal PB.

Tapi kita lihat apa yang terjadi, proses tender ini harus nya lebih cepat dan juga harus ada atauran lokal yang harus kita pegang. Sekarang kita lihat bagaimana proses nya, lanjut Aprisal PB.

Ia juga menyampaikan, semestinya pelelangan proyek ini di awal tahun 2019, tapi karena kondisi Kelompok Kerja (Pokja) yang tidak mendukung atau ada alasan yang lain di balik itu sehingga menimbulkan keterlambatan pelelangan.

Aprisal mengingatkan, Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan Pokja, jangan hanya berpatokan ke tawaran yang paling rendah saja. Kita harus kaji betul, siapa yang harus dan benar-benar bisa mengerjakannya.

“Seandainya kalau bangunan ini gagal, kemungkinan kita mengejar dana DAK ini akan sulit untuk kedepannya”, tutup Aprisal PB yang akrab di panggil Pak De. (Tim)

About ZP NHO

Selalu Siap dalam bentuk apapun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Kapolda Sumsel Terima Audiensi PWNU

Palembang,newshanter.com – Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Toni Harmanto, M.H. menerima audiensi ...