Muba, Newshanter.Com–Berkat kerja keras tim kepolisian Polsek Sungai Lilin Kerja keras polisi untuk mengejar Nuraini (38) warga Desa Babat Banyuasin, Kecamatan Babat Supat, Musi Banyuasin (Muba) membuahkan hasil.
Bahkan salah satu DPO gembong perampokan yang selama ini cukup meresahkan masyarakat ini akhirnya meregang nyawa dalam penangkapan pada Kamis (18/8) sekitar pukul 11.00.
Empat butir peluru bersarang dikedua kaki nya, sempat terjadi adu tembak antara polisi dan Nuraini pada saat penggerebakan dirumahnya. Polisi menemukan barang bukti 2 pucuk senjata api rakitan laras pendek.
Ratusan butir peluru serta kunci untuk merakit peluru. Saat ini jenazah Nuraini sudah diserahkan kembali oleh pihak kepolisian kepada keluarganya.
“Dia merupakan salah satu pelaku perampokan yang memang sudah kita cari selama ini, dan terlibat dalam kasus penodongan SPBU Sukamaju sekitar tahun 2013 dan juga toke sawit diwilayah hukum polsek Lais,” jelas Kapolres Muba AKBP M Ridwan, SIk melalui Kapolsek Iptu Lesmana Pramuditia kemarin.
Penangkapan sendiri bermula ketika anggota reskrim Polsek Sungai Lilin dipimpin langsung oleh Kapolsek Iptu Lesmana Pramuditya Primajati bermaksud mengungkapkan kasus penodongan yang terjadi di Dusun 4 Desa Tanjung Kerang. Dari situ polisi pun mendapatkan seorang pelaku bernama Agung (23) warga Vilage 4 Tanjung Kerang.
“Usai melakukan penangkapan kita mendapatkan informasi keberadaan Nuraini. Selama ini kita sudah berapa kali menggerebek rumah nya namun tak pernah ketemu, nah tadi (kemarin-red) kita coba lagi,” jelas Lesmana.
Ternyata informasi benar, Nuraini sedang didalam rumah, “Bahkan sedang merakit senpi, nah disebelahnya ada senpi lain yang sudah dirakit dan siap ditembak, anggota kita pun sudah memerintahkan untuk menyerah dan memberikan tembakan peringatan, namun ia tidak mengindahkan malah menembak duluan,” jelasnya.
Tak ayal adu tembakan pun tak terhindarkan, sambil menembak ia pun berusaha kabur dari belakang, namun sayangnya sudah dikepung polisi. Korban pun langsung ambruk setelah dua butir peluru bersarang dikaki kiri kanan serta kedua dengkul. “Saat itu kondisi korban masih hidup, kita pun langsung melarikannya ke RSUD Sungai Lilin, mungkin karena kehabisan darah ia tidak tertolong lagi,” paparnya.(Heri Chaniago)





