BANDAR LAMPUNG, NEWSHANTER.COM- Sejumlah pengunjung lomba Lampung Marching Competition Open Turnamen Se – Sumbagsel , yang diadakan di Gedung Olah Raga (GOR) Saburai, jl. Sriwijaya no.10 Enggar Kota Bandar Lampung Propinsi Lampung , Pada 28-30 April 2018 Mengaku kecewa dengan panitia lomba. Selain tidak tepat jadwal lomba , para pengunjung juga diwajibkan membayar karcis sejumlah Rp 30 ribu per orang
Asma , 43, Salah seorang pengunjung asal Kabupaten Banyuasin,Sumatera Selatan, menyayangkan kinerja Panitia Lampung Marcing band Competition open tournament Se Sumbagsel dicemari dengan pelayanan panitia yang berorientasi komersil dan tidak profesional.
“Baru kali ini dalam sejarah lomba Marching Band dan drumband dalam rangka meneriahkan atas nama Piala Gubenur, para pengunjung ditarik karcis, padahal didaerah propinsi lain tidak ada di tarik karcis seperti ini, padahal kita tamu dan undangan ” ungkap Asma yang mengantar putrinya jadi peserta lomba Marchingband dan drumband.
Menurut Asma , selayaknya lomba Marching band dan drumband digelar di lapangan terbuka , bukan didalam gedung seperti ini. Hal tersebut penting agar bisa disaksikan oleh masyarakat luas, bukan di dalam gedung sempit. Sebab lomba atas nama Piala gubenur adalah wahana untuk menghibur masyarakat. Dan
mempromosikan distinasi potensi daerah bagi pengunjung yang belum pernah berkunjung ke propinsi Lampung. “Kalau ditarik karcis kayak gini, itu namanya bukan menghibur, tapi justru mencekik masyarakat,” cetus
Asma .
Ini juga diungkapkan Warga lampung sendiri yang ga mau disebut namanya , yang mengantar anaknya merasa kecewa, kami rombongan orang tua yang anaknya ikut lomba , mau menyaksikan anak kami tampil di mintai karcis, perorang 30 ribu, kalau lebih dari satu orang sudah berapa, itu pun setiap kali mau masuk harus bayar, di daerah lampung ada kegiatan seperti ini bayar karcis, katanya.
Hal yang sama juga diungkapkan Sapuan , Warga Lampung , pengunjung lainnya yang kecewa , bahwa dalam kegiatan evan besar mengundang peserta Se Sumbagsel namun panitia harusnya jauh –jauh hari sudah mengarahkan dimana tempat istirahat para peserta undangan yang dekat dengan lokasi perlombaan, walau biaya sendiri, jangan sampai peserta undangan yang harus saat sampai sudah istirahat ini peserta undangan harus
mencari dulu tempat istirahat seperti kucing beranak jelas kurangnya kordinasi antara Peserta tamu undangan dengan Panitia PDBI propinsi Lampung yang mengadakan kegiatan Marching band open Tornamen se Sumbagsel
. Selain itu Di dalam gedung rasanya pengap . Bahkan ada yang muntah karena kelelahan menunggu giliran tampil . “ Sungguh mengecewakan lomba Marching band dan drumband ini,”pungkasnya .
Menurut sumber yang di himpun dilapangan ternyata lomba drumband dan marching band Lampung compotition Open Turnamen Se Sumbagsel ini banyak didukung oleh sponsor perusahan swasta dan BUMN yang ada dipropinsi Lampung yang diadakan oleh panitia Syamphoni organizer dan PDBI Provinsi Lampung Dan Kota Bandar Lampung.( Heri)





