Disperkim Sumsel Melalui Sekretaris Dinas Menyampaikan Ini Terkait IPAL Di Kota Palembang

Palembang, newshanter.com – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sangat mengapresiasi dengan adanya Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang ada dikota Palembang ini.

Dimana IPAL itukan skala pemerintah, skala kota, itu merupakan Hibah dari pemerintah Australia, itulah kenapa Duta Besar Australia datang ke kota Palembang.

Jadi hibah itu kan kepada pemerintah pusat, kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (Kemen PUPR RI), demikian diutarakan Kepala Disperkim Sumsel melalui Sekretaris Disperkim Sumsel Ir H Hendrian, M.T saat diwawancarai ditempat.

Dikatakan Sekretaris Disperkim Sumsel Ir H Hendrian, M.T, dimana Kemen PUPR RI membangun itu, tetapi didalam hibah itu ada perjanjian PKS yakni perjanjian kerja sama (PKS), bahwa pemerintah Australia itu didalam pembangunan IPAL harus ada sinergi antara pemerintah Australia, Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi (pemprov) Sumsel, dan pemerintah kota (Pemkot) Palembang.

Jadi intinya mereka tidak mau hanya ini urusan pusat saja yang membangunnya, ada sinergi dan tanggung jawab bersama dengan permasalahan air limbah, itu intinya.

“Akhirnya disepakati nanti akan kita besarannya, ada yang dibangun oleh pemerintah pusat, ada yang dibangun oleh pemprov, dan ada juga yang dibangun oleh Pemkot,” ujarnya.

Kemudian, untuk Pemprov Sumsel membangunnya sendiri dalam bentuk bantuan keuangan kepada Pemkot Palembang, jadi kita tidak dan pada intinya provinsi Sumsel ini tidak membangun secara fisik hanya bantuan keuangan.

Bantuan keuangan inilah sesuai dengan kesepakatan ada zonanya itu, zona berapa ininya provinsi, nanti melalui APBD kabupaten/kota dia lelang dan dibangunlah itu secara bertahap. IPAL ini sebenarnya menggambarkan kemajuan sebuah kota sebenarnya itu.

“Jadi tidak banyak bantuan hibah dari Australia ini, hanya beberapa kota di Indonesia ini, tetapi salah satunya adalah kota Palembang,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, jadi memang pemerintah Australia melihat bahwa kota Palembang ini layak untuk diberikan hibah, karena melihat struktur kota, dan melihat dinamika penduduknya.

Sudah itu memang harus, kita ini harus dibangun IPAL ini karena apa, karena kota Palembang ini kan struktur kotanya itu tinggal di sungai-sungai. Selama ini air limbah ini mengalir lah di sungai-sungai, sungai-sungai yang ada di kota Palembang.

“Baik air limbah dari rumah tangga, maupun dari perkantoran, dan semuanya lari ke sungai. Kenapa sungai-sungai yang ada dikota Palembang ini menjadi keruh, dan bau,” katanya.

Masih dilanjutkannya, untuk jangka panjangnya IPAL ini luar biasa, IPAL yang dibangun melalui hibah ini jangka panjangnya luas dan besar bagi untuk terutama kebersihan kota. Jadi mudah-mudahan dengan IPAL ini nanti sungai-sungai kita itu akan bagus, dan bersih itu jangka panjangnya.

Memang pertanyaan diawal tadi melihatnya itu azaz manfaatnya itu, rekam tadi IPAL luar biasa. Dimana kota ini nanti seperti kota-kota yang di Rotter Dam, dan Amsterdam, dimana sungai-sungai disana jernih.

“Kenapa bisa bersih, karena air limbahnya itu tidak masuk ke sungai, diolah oleh IPAL skala kota tadi. Semua kotoran perkotaan itu limbah-limbah baik itu rumah tangga atau perkantoran masuk di olah baru dimasukkan lagi ke sungai,” imbuhnya.

Masih disampaikannya, untuk dikota Palembang nantinya kita ini kan sungai Sei Selayur, memang ini prinsipnya sama dengan perusahaan daerah air minum kira-kira. Kalau PDAM itu untuk menyalurkan air bersih, kalau IPAL ini diolahnya, diambil dari limbah rumah tangga, diolah baru dibuang sungai, dan sifat limbahnya sendiri berupa yang cair.

Memang masih panjang sebenarnya perjalanan, dimana ini barui bangun saluran distribusi, belum saluran rumahnya. Memang didalam PKS nya itu memang harus ada kontribusi dari masyarakat dalam bentuk berbayar memenuhi tarif.

“Dimana untuk tarifnya sendiri ditetapkan oleh peraturan daerah (perda), Perdanya kota Palembang tarifnya ini, karena melalui Perda Kota Palembang, dan kita tidak mengetahui sampai dimana proses untuk Perda ini,” bebernya.

Ditambahkannya, dimana jenis limbahnya sendiri adalah limbah rumah tangga, dari cuci, yakni cucian, dia lebih banyak yang cair, terus juga limbah Septi tank. Septi tank itu selama ini seharusnya di sedot, tapi kenyataannya Septi tank yang ada di kita-kita ini sejak dibangun rumah itu tidak pernah disedot. Artinya apa, Septi tank itu bocor, atau mengalir kemana-mana, ke got bocor dia itu.

Dengan program ini air limbah perkotaan ini jadi dia nyedot Septi tank, dialirkannya. Jadi Septi tank nanti ngalir lah dia ke saluran induk itu, jadi bisa bayangkan bersih tanah dilingkungan kita. Dimana selama ini meresap di tanah, ketika dia bocor meresap. Seharusnya Septi tank yang bagus penuh, perlu disedot itu yang bagus.

“Dengan adanya IPAL ini nanti mereka akan mengalir. Jadi sekarang ini baru, kalau dilihat dari struktur kota atau luas kota Palembang baru berapa persen, kira-kira seberang itu belum ada. Diharapkan dari hibah ini adalah pancingan bagi pemprov Sumsel dan pemkot Palembang, kalau mau bangun skala kota ya silahkan,’ jelasnya.(ton)

Pos terkait