Muba, NEWSHANTER,COM- Upaya pemerintah kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Muba untuk meningkatkan kesejahteraan Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) terus diupayakan. Hal ini terlihat dengan keseriusan dan terlaksananya peningkatan honor GTT dan PTT yang semula RP. 450ribu menjadi Rp. 1juta perbulan.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Musi Banyuasin melalui Sekretaris Drs Alias MM saat ditemui diruang kerjanya, jumat (20/2/2015).
“Alhamdulillah program ini sudah berjalan dari bulan oktober 2014 kemaren, Insya Allah tahun 2015 hal itu tetap kita anggarkan,” ungkap Aliyas.
Beban keberhasilan generasi muda ada ditangan guru oleh karena itu sudah sepatutnya pemerintah daerah melalui dinas pendidikan dan kebudayaan untuk memperhatikan kesejahteraan guru, hal ini dimaksudkan agar seorang guru dapat mengajar dengan sungguh-sungguh.
“Guru adalah salah satu komponen penting untuk kemajuan bangsa, sehingga nasib guru patut menjadi perhatian pemerintah. Salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan guru termasuk guru honor di Muba adalah dengan memperhatikan penghasilannya”, imbuhnya.
Upaya itu menurutnya harus didukung dari berbagai pihak, seperti UPTD dimasing-masing kecamatan serta seluruh kepala sekolah yang ada, sehingga program ini akan berjalan secara maksimal.
Drs Alias meminta kepada seluruh kepala sekolah agar hak GTT betul-betul terealisasi, sehingga program pemerintah daerah melalui dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Muba untuk mensejahterakan GTT dan PTT dapat terwujud sesuai dengan yang sudah dianggarkan.
“kita mengharapkan kepala sekolah dapat menerapkan program itu sebaik-baiknya, bagi guru yang betul-betul menerima GTT sesuai dengan yang sudah dianggarkan harus diberikan sesuai dengan haknya. Bagi guru honor yang belum terdaftar diharapkan dapat bersabar, kepala sekolah tentunya dapat menganggarkan melalui dana bos atau uang komite”, harapnya.
Dirinya juga meminta perhatian dan pengawasan dari unit pelaksana teknis dinas dimasing-masing kecamatan serta dukungan dari berbagai pihak untuk memantau pelaksanaan program ini, jika ada oknum kepala sekolah yang menyelewengkan hak GTT dan PTT akan ditindak sesuai aturan, “jika itu terjadi, kepala sekolah akan dipanggil dan diberikan peringatan. Insya Allah kami berencana mengundang seluruh kepala sekolah untuk mensosialisasikan terkait hal itu”, jelasnya.
Selain itu, ia juga meminta seluruh GTT/PTT untuk melaksanakan tanggung jawabnya secara maksimal, sehingga upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan upaya meningkatkan kesejahteraan guru dapat berjalan seimbang.
Menurutnya, pemerintah memperhatikan kesejahteraan bertujuan agar pendidikan di kabupaten Muba ini berkualitas. keluaran peserta didik benar-benar berkualitas dan berkarakter. Bekerja secara maksimal, baik dalam pengajaran, pelayanan dan lain sebagainya.
“Peningkatan honor yang diupayakan pemerintah, merupakan amanah yang besar. GTT dan PTT agar bertanggung jawab terhadap tugas, bertanggung jawab terhadap perkembangan anak agar mereka menjadi lulusan yang berkarakter”, pungkasnya. (heri chaniago)





