Diduga di Abaikan, Keluarga Pasien RSUD Palembang Bari Kecewa.

rsbariPalembang,Newshunter.com-Empat hari berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palembang Bari, seorang pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Remiah, mengalami perlakuan tidak mengenakan dari pihak RSUD Palembang BARI. Pasalnya, selama berada di RSUD Palembang BARI tidak ada tindakan medis dari pihak Rumah Sakit terhadap pasien tersebut.

“Orang tua kami tidak dilayani secara baik oleh pihak Rumah Sakit Palembang BARI. Karena selama kami di Rumah Sakit tidak ada upaya tindakan medis yang dilakukan pihak rumah sakit terhadap ibu kami,” keluh Yesi salah satu anak pasien yang ditelantarkan, Kamis (25/5/2017)

Menurut Yesi, orang tuanya masuk Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Palembang Bari pada Sabtu (20/5) dengan keadaan kondisi pingsan dan sempat mendapat perawatan medis oleh dokter yang bertugas. Namun sangat disayangkan setelah itu, memasuki hari kedua di Rumah Sakit yakni Minggu (21/%) hingga Rabu (24/5), tidak ada lagi tindaklanjut dari dokter untuk memeriksa keadaan ibunya, yang berada dikamar 01 kelas 2 umum.

“Selamo 3 hari katek dokter yang nak ngecek, apo merikso terkait sakit ibu aku,”tutur Yesi dengan perasaan kecewa saat ditemui dikediamnya dijalan Amin Mulya Jakabaring.

Bahkan parahnya lagi sambung Yesi, meski selama di Rumah Sakit ia dan kelaurgannya yang lain menanyakan berulang-ulang kepada perawat petugas jaga, terkait bagaimana kelanjutan pemeriksaan terhadap ibunya, jawaban yang ia terima hanyalah kata tunggu

“Tunggu aja,kita belum ada perintah dari dokter” ujar Yesi menirukan ucapan sang perawat.

Merasa diabaikan dan tidak diperhatikan serta tak kunjung datang dokter untuk memeriksa ibu nya, ia sempat bersitegang dengan petugas perawat, agar ibu nya mendapat tindakan medis. Dan alhasil berkat protes yang ia sampaikan, ibu nya mendapat perawatan dengan dikasih obat oleh perawat, bebernya.

Belum cukup samapai disitu, setelah 4 hari di Rumah Sakit, pihaknya baru diberi informasi bahwa dokter spesalis terkait penyakit diderita ibu nya tidak ada di tempat atau sedang berada diluar kota.

“Itu kan idak professional, kalu dokternyo dak katek, ngapo dak ngomng dari awal, kan kami biso pindah ke Rumah Sakit lain. Jadi kami ini cuma numpang tedok bae di Rumah Sakit,”celetuknya kesal

Masih kata Yesi, Mendapat pemberitahuan bahwa dokter spesialis tidak ada dan sedang berada diluar kota, Rabu (24/5) ia bersama keluarga lainnya keluar meninggalkan RSUD Palembang BARI untuk pindah ke rumah sakit lain yakni Charitas. Di RS RK Charitas diakui Yesi, ibu nya ditangani dengan baik dengan langsung dilakukan pemeriksaan. Hanya saja untuk mengetahui terkait penyakit apa yang diderita, harus melaui pemeriksaan Magenetik Resonance Cholangiopancreatography (MRPC), yang harus membayar sebesar Rp.4 juta. Terkait hal itu, pihak RS Charitas memberikan rujukan ke RSUD Palembang Bari untuk melakukan pemeriksaan dengan menggunakan kartu BPJS.

Atas kejadian tersebut, dirinya sangat menyayangkan atas sikap dan tindakan pihak RSUD Palembang BARI yang terkesan professional dalam melayani pasien, serta kurangnya komunikasi yang baik dengan pihak keluarga pasien

Padahal menurutnya Yesi, RSUD Palembang Bari merupakan sarana prasarana Pemerintah Kota Palembang yang diperuntukan untuk melayani kesehatan bagi masayarakat kota Palembang. Untuk itu ia berharap kejadian yang dialaminya tersebut tidak terjadi dan terulang lagi kedepannya.

Sementara itu, Direktur RSUD Palembang Bari, dr.Makiani Colyubi, saat dikonfirmasi melalui sambungan Watshap (WA) mengenai kejadian tidak mengenakan menimpa seorang pasien dan keluargannya menjelaskan, akan mengecek terlebih dahulu ke dokter yang menangani pasien tersebut

“Saya cek dulu”ujar Makiani melalui WA.

Selanjutnya Makiani menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. “Kami atas nama instansi dan pribadi mohon maaf, akan kami perbaiki, dan dokter yang melayani akan kami panggil untuk klarifikasi,”tulisnya lagi.(nata)

Pos terkait