Di Dharmasraya Bocah 10 Tahun Diduga Dibakar Ayah Kandungnya

KORBAN luka bakar, Maharni (10) didampingi ibu kandungnya di RSUD Sungai Dareh, Minggu (3/1). Penganiayaan diduga dilakukan oleh ayah kandung Maharni. (BDR)

DHARMASRAYA,Newshanter.com — Malang nian nasib seorang bocah masih berumur 10 tahun ini, tubuhnya di bagian kaki, paha, dan lengan mengalami luka ba­kar. Kuat dugaan bocah tidak berdosa ini dibakar ayah kandungnya sendiri.

Peristiwa itu terjadi hari Minggu (03/01/2015) sekitar pukul 20.00 WIB. Korban berna­ma Maharni saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungai Dareh. Sedangkan yang diduga sebagai penganiaya adalah ayah kandungnya, MS (41). Seperti dilansir Haluan Padang.

Bacaan Lainnya

Keterangan yang didapat dari ibu kandung korban, Suhaimi (40) ketika di­jumpai di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungai Dareh mengatakan, diri­nya kaget setelah mendengar teriakan dari anak­nya Maharani yang menga­lami kesakitan.

“Saya langsung meng­ham­piri anak saya, ternyata tubuhnya telah terkena luka bakar. Setelah melihat keja­dian tersebut saya langsung melarikan anak saya ke RSUD, untuk mendapatkan pertolongan medis,” katanya.

Namun, Ibu korban juga menyangkal kalau luka bakar yang dialami putrinya yang masih duduk di bangku kelas 4 SD tersebut disebabkan oleh ayah kandungnya MS (41). “Maharni tidak dibakar oleh ayahnya, tapi karena terbakar saat abang angkatnya Budi sedang menghidupkan api tungku ketika hendak memasak air, “kata ibu korban di rumah sakit saat menemani anaknya dirawat.

Ibu korban juga menjelaskan, anak­nya Maharni sudah diingat­kan oleh kakaknya bernama Budi untuk tidak dekat-dekat, nanti terbakar. Suhaimi menjelas­kannya sambil mengipas Mahar­ni yang terus meringis kesakitan.

“Sebelumnya Budi sudah ingatkan Maharni untuk tidak dekat-dekat pada saat Budi meng­hidupkan api,tapi Maharni tetap mendekat, yang akhirnya apa yang dikawatirkan Budi terja­di”sebutnya.

Seterusnya, Suhaimi tidak menyangkal kalau ada tendangan dari MS kepada Maharni yang mengenai bibir Maharni. “Kalau dibakar tidak, tapi memang sem­pat ada tendangan dari ayahnya kepada Maharani yang tepat mengenai bibirnya,” tambah Suhaimi.

Sementara itu, salah seorang tetangga korban yang akrab disapa Pak Con,yang juga merupakan kakek korban saat dikonfirmasi sejumlah wartawan via telepon genggamnya terkait tragedi tersebut mengatakan, memang telah terjadi tindak kekerasan terhadap Maharni.

Dia mengatakan, kuat dugaan apa yang dialami oleh Maharni saat ini disebabkan oleh ayah kandungnya sendiri sebab,selama ini MS sering terlihat dan sangat suka menganiaya anaknya. “Ka­mi yakin luka bakar yang dialami oleh Maharni disebabkan oleh MS. Mustahil api tungku bisa membakar Maharni yang sudah berusia 10 tahun.”katanya dengan nada kesal.

“Awalnya, Maharni tidak diperbolehkan oleh MS untuk dibawa ke rumah sakit, namun oleh kakak ibunya tetap di bawa ke rumah sakit,” jelas Pak Con.

“Apanyo (papa) ko sabana­nyo indak beres, acok menangani anak, termasuk bininyo surang,” terang Con.

Walau demikian, dirinya ber­harap pihak kepolisian dapat mengungkap kasus kekerasan yang dilakukan oleh MS terhadap Maharni. “Untuk membuktikan kebenarannya, pihak kepo­lisian­kan bisa melakukan oleh TKP,” harapnya.

Secara terpisah, Kanit Re­serse Polsek Pulau Punjung, Ipda Haris di ruang kerjanya terkait musibah yang dialami oleh Ma­harni mengatakan, “MS telah berada di dalam sel tahanan Polsek Pulau Punjung yang diti­tip­kan oleh kepala jorong setem­pat alasan keamanan, sebab pada saat kejadian tersebut masa te­ngah berkumpul di rumah korban yang hendak menghakimi MS.

Pihak kepolisian belum bisa melanjutkan penyelidikan kasus ini karena belum ada yang me­lapor. “Saat ini kita sedang menunggu adanya pihak yang melapor, baik dari ibunya sendiri walaupun dari saksi yang melihat kejadian tersebut atau dari kepala jorong sendiri yang juga berjanji akan membuat laporan atas keja­dian tersebut bila tidak ada yang melapor,”katanya.Namun demikian kepolisian akan tetap memproses tindakan yang menimpa Maharni secara hukum.(HLN/NHO)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *