OKI, newshanter.com – Camat Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan, meninjau langsung lokasi perkebunan kelapa sawit yang akan dijadikan lahan plasma untuk masyarakat Desa Gajah Makmur (SP3) dan desa-desa lain di sekitar area perkebunan, Selasa (29/7/2024).
Dalam kegiatan ini, Camat Sungai Menang Hj. Eka Mardia, ST., MM turun langsung ke lapangan untuk memfasilitasi proses antara masyarakat dan pihak perusahaan, PT Russelina Putra Prima (RPP). Kegiatan tersebut juga melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Pertanahan, Disbunak, Disnakertrans, Diskop UKM dan Perindustrian, serta turut hadir perwakilan dari Polres OKI, KUD Karya Makmur, masyarakat setempat, dan pihak perusahaan.
Hj. Eka Mardia menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk komitmen dan peran pemerintah kecamatan dalam menjembatani kepentingan masyarakat dan perusahaan.
“Ini adalah bagian dari tugas kami sebagai perwakilan pemerintah untuk memastikan bahwa proses ini berjalan sesuai dengan harapan masyarakat dan prinsip keadilan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pemeriksaan lapangan ini juga menjadi bukti keseriusan semua pihak dalam merealisasikan program kemitraan sawit rakyat.
“Kehadiran kami di sini menjadi bagian dari upaya memastikan proses ini terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan,” imbuhnya.
Sementara itu, Manajer Legal PT Russelina Putra Prima, Agus Wijaya, yang hadir bersama Ketua KUD Karya Makmur, Edy Agusmanto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari komitmen perusahaan terhadap pemberdayaan masyarakat melalui skema plasma.
“Kami ingin masyarakat yang tergabung dalam KUD bisa menjadi bagian dari rantai produksi sawit dengan hak dan kewajiban yang jelas,” jelas Agus.
Ia juga menyampaikan bahwa terdapat beberapa masukan dari masyarakat, termasuk keinginan sebagian warga untuk keluar dari keanggotaan plasma dan beralih mengikuti program cetak sawah.
“Kami memahami itu sebagai hak masyarakat. Namun karena sudah ada kesepakatan sebelumnya antara perusahaan dan KUD, maka hal ini akan kami bahas bersama secara serius agar ditemukan solusi terbaik,” pungkasnya.
(lim)





