Jakarta, Newshanter.com– Kepala Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI resmi berganti. Komisaris Jenderal Budi Waseso yang sebelumnya mengisi jabatan itu digantikan oleh Komjen Anang Iskandar. Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Budi Waseso.
“Semalam pukul 23.10 WIB, saya menerima surat keputusan untuk menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional. Eselon saya sekarang naik,” kata Buwas –julukan Budi Waseso, kepada CNN Indonesia, Jumat (04/09/2015).
Kepala BNN sebelumnya dipegang oleh Anang Iskandar. Dengan demikian keduanya kini bertukar tempat. Anang yang sejak pekan lalu sedang dalam berdinas ke Taiwan dan Fiji, siang ini dijadwalkan mendarat di tanah air.
Buwas melihat pergantian jabatan ini sebagai promosi baginya. “Saya jadi masuk jajaran kementerian. Secara struktur, saya akan bertugas langsung di bawah Presiden. Yang melantik saya nanti juga Presiden,” kata dia.
“Jadi ini sama sekali bukan pencopotan,” ujar Buwas. Sejauh ini Budi Waseso baru diberi tahu secara lisan. Ia masih menunggu surat resmi yang akan diantarkan kepadanya.“Nanti ada surat tertulis tentang pergantian Kabareskrim. Sekarang saya masih bekerja seperti biasa di Bareskrim,” kata Buwas.
Budi Waseso, mengaku siap menjalankan tugas barunya sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional. Ia kini tinggal menunggu dilantik oleh Presiden Jokowi untuk serah terima jabatan dengan Komjen Anang Iskandar –Kepala BNN saat ini yang akan menggantikannya sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri.
Budi menyatakan tak bakal ada yang berbeda dengannya saat menjabat Kepala BNN dalam waktu dekat. Ia tak hendak mengubah sifat, karakter, maupun perangai hanya karena berganti jabatan.
Buwas –julukan Budi Waseso yang merupakan pelesetan dari ‘buas’– menjamin dirinya di BNN kelak akan sama dengan dirinya di Bareskrim saat ini. “Namanya Buwas ya tetap Buwas. Nanti teman-teman lihat saja saya di BNN,” ujarnya.Sebagai langkah pertama, ujar Buwas, dia akan melakukan pemetaan internal untuk mengetahui bagaimana seluk-beluk institusi BNN yang akan dia pimpin. Dengan demikian ia akan siap betul bertugas di BNN.
Menurut Buwas, tantangan terbesar dia sebagai Kepala BNN adalah soal mafia narkoba yang hingga saat ini tak henti bergentayangan menghantui masyarakat Indonesia.”Mafia dan sindikat narkoba sama bahayanya dengan korupsi. Kita perlu tegas,” ujar Buwas.
Secara terpisah, anggota Komisi Kepolisian Nasional M Nasser berpendapat Buwas memiliki modal besar sebagai Kepala BNN yang baru. “Keberanian, semangat, dan karakter tak kenal takut. BNN butuh yang seperti itu,” ujarnya kepada CNN Indonesia.
Kompolnas, ujar Nasser, sama sekali tak khawatir meski Buwas tak punya pengalaman memimpin unit narkoba sepanjang kariernya di Kepolisian. Kompolnas memandang keberanian modal paling penting untuk menjadi Kepala BNN.
Sementara itu Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyatakan Komisaris Jenderal Budi Waseso akan melakukan serah terima jabatan dengan Komjen Anang Iskandar sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional, pekan depan.“Sertijab diupayakan minggu depan,” ujar Badrodin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (04/09/2015).
Menurut Badrodin, stafnya masih berkoordinasi dengan sejumlah Kepala Polda yang juga akan dilantik menyusul adanya pertukaran jabatan perwira tinggi di tubuh Polri. Total ada 71 perwira tinggi yang dimutasi.
“Staf masih mengoordinasikan, sebab pelantikan harus sama-sama,” kata Badrodin. Saat ini beberapa Kapolda yang akan dilantik bersama Buwas sedang bertugas di luar.
Badrodin menyatakan pergantian jabatan di Polri merupakan hal biasa yang telah melalui mekanisme di Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi. Wanjakti ini merupakan forum para petinggi Polri yang diketuai Kapolri, dan berfungsi membahas mutasi jabatan di tubuh Korps Bhayangkara.
Wanjakti beranggotakan Wakil Kapolri, Inspektur Pengawasan Umum Polri, Kepala Lembaga Pendidikan Polri, Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri, Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri, serta Kabareskrim.(CNNI/NHO)



