Palembang, News Hunter.com – Kepala Bagian (Kabag) Keuangan Kantor Imigrasi kelas I Palembang, Zulkipli J Patra mengeluhkan besaran anggaran yang dikeluarkan pihak keuangan Imigrasi. Untuk biaya publikasi, mulai dari Rp.3,5 juta, Rp. 80 juta sampai dengan ratusan juta rupiah. Zulkipli merasa bingung, beresiko pada saat diaudit. Zulkipi mengaku, semua biaya publikasi yang diaudit pihak Inspektorat dan BPK dirinya yang menanggung selaku kabag keuangan. Tempo hari Rp. 80 juta dirinya menanggung keuanganya, jelasnya. Pimpinan tidak tau dan tidak semua pimpinan tau, keluhnya.
Hal ini diungkapkan Zulkipli yang didampingi seorang security imigrasi bernama Kudri di ruang Receptionis kantor Imigrasi Palembang Senin siang (20/2/2017) pada saat News Hunter.com izin menghadap ke Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Palembang.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Palembang, Budiono Setiawan S.sos pada saat dikonfirmasi diruang kerjanya Rabu (22/2/2017). Budiono mengatakan, Biasa itu, ada kemarin dilakukan audit dan tidak ada masalah. Budiono menjelaskan, seluruh bidang di kantor Imigrasi di audit.
Kedatangan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) untuk mengecek barang dari inspektorat. Audit dilakukan BPK berlangsung 1 sampe 2 hari. Audit dilakukan berdasarkan laporan masyarakat. Protaf dari inspektorat jadwal tidak pasti dan tidak ada temuan apapun, serta tidak ada kendala, tegasnya.
Menanggapi keluhan Zulkipli, Budiono menjelaskan, Bukan dibebankan, tegasnya. Kita pihak Imigrasi mempunyai anggaran yang sifatnya ada limit dan standarisasinya, kondisinya memang seperti itu, dan semua sepengetahuan Kepala kantor, tegasnya. Anggaran dibagi untuk biaya pengawasan dan operasional, semua tergantung anggaran, semua transfaran kok, jelasnya. (029)





