Home / SUMSEL / OKU / okus / BKSDA Sumsel Lakukan Tranlokasi Gajah Liar

BKSDA Sumsel Lakukan Tranlokasi Gajah Liar

Mekakau ilir,newshanter.com – Untuk menjaga keberlangsungan hidup gajah-gajah liar Balai Konservasi Sumber Daya Alam BKSDA Sumatera selatan melakukan translokasi gajah Sumatera diwilayah Hutan Kawasan di Kecamatan Mekakau Ilir, Selasa (24/08/2021).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten OKU Selatan, Umar Safari didampingi Kepala BPBD Doni Agusta dan TNI,POLRI bersama masyarkat melihat kondisi tim di lapangan yang sedang melakukan translokasi gajah.

Berdasarkan hasil pemantauan tim, jejak gajah berada sekitar X 103,-81296 Y -4,77794. Sebagaimana yang direncanakan sejak awal, tim langsung bergerak mendekati lokasi. Selanjutnya, dilakukan survei lanjutan jejak untuk menentukan lokasi pasti keberadaan gajah sebagai bahan rencana tindaklanjut sekitar pukul 07.00 WIB.

“Camat Mekakau Ilir mengkoordinir masyarakat untuk dilibatkan dalam penggiringan gajah Meli dan diberikan arahan oleh Tim Translokasi BKSDA Sumsel terkait dengan teknik penggiringan dan keselamatan di dalam kegiatan penggiringan ini,” jelasnya.

Tim Gajah Pikat bersama tim survei jejak dan tim inti eksekusi telah menambatkan gajah pikat dan menentukan posko selanjutnya pada sekitar koordinat 103,7999 -4,74508, Pelilingan Desa Pulau Duku. “Tim penggiring melaksanakan penggiringan dan diarahkan pada Posko sekitar koordinat 103,7999 -4,74508 Pelilingan Desa Pulau Duku,” ungkapnya.

Selanjutnya, tim eksekusi memobilisasi peralatan ke Posko Pelilingan untuk selanjutnya merencanakan dan melaksanakan tindakan eksekusi, evakuasi dan translokasi.

Ditambahkan Kepala BPBD OKU Selatan, Doni Agusta bahwa melalui upaya translokasi ini diharapkan dapat menjaga habitat gajah Sumatera ini. Tak hanya itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meminimalisir konflik antara gajah dengan manusia.

Sebagai informasi, Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) merupakan satwa endemik Sumatera yang masuk dalam daftar satwa dilindungi melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 dan daftar merah IUCN (International Union for Conservation of Nature) sebagai satwa terancam punah (critically endangered) serta daftar Appendix I CITES (Convertion on International Trade In Endangered Species of Wild Fauna and Flora). (Usman)

About Redaksi NHO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Kapolda Sumsel Terima Audiensi PWNU

Palembang,newshanter.com – Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Toni Harmanto, M.H. menerima audiensi ...