Home / breaking / Berkas Sudah Lengkap, Danil Segera Di Adili

Berkas Sudah Lengkap, Danil Segera Di Adili

Palembang, Newshunter.com,-  Berkas tersangka kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang ditetapkan sejak Juli 2019 silam, dengan Narapidana narkotika asal Aceh, Danil Saputra yang memiliki  Rp 8,4 Miliar aset kekayaan diduga hasil kejahatan ternyata sudah dinyatakan lengkap atau P21 oleh penyidik Polda Sumsel.

Meskipun berkas baru dinyatakan lengkap atau p21 setelah hampir 6 bulan bergulir yakni dari Juli 2019 hingga 19 Desember 2019, berkas tersebut ternyata berjalan sebagaimana mestinya sesuai Sop yang berlaku, “Berkas sudah lengkap sejak 19 desember kemarin,” Terang Kombes Pol Heri Istu Hariono SSi Dirnarkoba Polda Sumsel Melalui pesan singkatnya, Senin (10/02).

Sementara itu Kasi Narkotika Kejaksaan Tinggi Sumsel Amanda SH MH membenarkan hal tersebut dan mengatakan pemberitaan sebelumnya keliru, dan saat ini ia menjelaskan secara gamblang jika semuanya sudah sesuai prosedur dan SOP  sebagaimana Per-036/A1JAI09/2011 kejaksaan Agung bap V dari pasal 8 hingga pasal 14 tentang SOP Prapenuntutan,”Tinggal tahap 2 saja, atau pelimpahan berkas barang bukti dan tersangka oleh penyidik ke kita, sedangkan jaksa sudah kita tunjuk sebagaimana mestinya,”tegas Amanda.

Diketahui, Tersangka Daniel saat ini tengah mendekam di Lapas narkotika serong, ia ditetapkan tersangaka oleh Polda Sumsel pada juli 2019 silam atas kasus TPPU dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel saat itu yang kini menjabat sebagai Ketua KPK, Irjen Firli.

Aset senilai Rp 8,4 miliar itu didapat dari tiga provinsi yakni Aceh, Palembang dan Sumatera Utara. Dari total aset itu, polisi pun menyita uang tunai Rp 1,7 miliar.

Dari total Rp 8,4 miliar di antaranya ada uang tunai Rp 1,7 miliar. Sisanya berupa mobil, tanah, motor, rumah, dan ada juga tambak udang di Aceh.

Saat penetapan Danil sebagai tersangka, penyidik turut menggandeng PPATK dan perbankan. Hal ini untuk menelusuri aset yang tersebar dan telah digunakan untuk mendirikan sebuah CV.

Sementara menurut Direktur Reserse Narkoba saat itu yang dijabat Kombespol Farman mengaku penetapan ini berawal dari penangkapan Danil di tahun 2015 lalu. Dia ditangkap kasus narkoba dan divonis 10 tahun.

Danil yang merupakan narapidana kasus narkoba kembali menjalankan bisnisnya di lapas. Bahkan Danil menjadi pengedar lintas provinsi dari dalam lapas yang kini memiliki aset miliaran dari bisnis barang haram.

“Danil ini awalnya ditangkap tahun 2015 lalu dengan barang bukti 7 ons sabu dan divonis 10 tahun. Setelah di dalam lapas dia malah jadi pengedar dan melibatkan pegawai Lapas Merah Mata, ada barang bukti 2 ons kita amankan,” kata Farman.

Setelah diusut, Danil ternyata sudah dari tahun 2016 lalu menjadi bandar di lapas. Sebidang tambak udang dan perusahaan jenis CV kemudian didirikan dan dikelola keluarganya di Aceh dan Sumatera Utara.

Tidak hanya itu, sekali transaksi, disebut Danil mampu memasok 5-10 Kg sabu ke Sumsel dan pulau Jawa. Hasil kejahatan lalu dialihkan untuk modal bisnis hingga tambak udang.

“Memang modusnya begitu, uang hasil penjualan narkoba ini dialihkan kepada keluarga atau lewat orang lain. Nanti ini dilanjutkan untuk modal, jelas ini murni pencucian uang dari hasil kejahatan,” katanya.

Berikut adalah aset yang disita polisi di kasus TPPU Danil:
– Uang Rp 1,6 miliar
– Uang Rp 100 juta
– 5 unit truk fuso
– 1 unit mobil sienta
– 1 unit mobil CRV
– 1 unit mobil X-Pander
– 3 unit sepeda motor
– 1 bangunan tanah dan tambak udang
– 1 bidang tanah dan CV Rizky Pratama
– 1 bidang tanah di Ogan Ilir
– 1 unit rumah mewah di Palembang
– 2 bidang tanah di Aceh.(zam)

About ZP NHO

Selalu Siap dalam bentuk apapun
x

Berita Lain

Pemkot Palembang dan Dinkes Kota Palembang Luncurkan Program Becak Vaksin

Palembang,newshnater.com – Pemerintah kota Palembang melalui Dinas kesehatan kota Palembang luncurkan program ...