BEM Unsri Ancam Demo DPRD Ogan Ilir dengan Massa Lebih Besar

OGAN ILIR. Newshnter.com. – Tidak puas hasil pertemuan dengan pimpinan DPRD Ogan Ilir (OI), Senin (25/4/2016), sejumlah perwakilan aliansi gerakan diskusi dan aksi (Garda) Sriwijaya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsri, dalam waktu dekat akan kembali berdemo sembari berorasi di Gedung DPRD OI, Tanjung Senai Inderalaya.

Ketidakpuasaan Garda Sriwijaya lantaran tiga tuntutan mereka dalam bentuk “agreement” atau persetujuan tidak dipenuhi oleh lembaga tertinggi DPRD OI.

Bacaan Lainnya

Ketiga tuntutan Garda Sriwijaya tersebut antara lain mendesak DPRD OI agar segera merekomendasikan tugas kepada lembaga berwenang untuk mengusut tuntas pihak-pihak yang terlibat dalam proses verifikasi calon Bupati dan wakil Bupati OI di Pilkada 2015 lalu.

Kemudian, menuntut DPRD OI meninjau kembali status Plt Bupati OI sebagai pengganti Bupati OI karena prosedural verifikasi Pilkada terindikasi adanya manipulasi persyaratan.

Kemudian, terakhir mereka menolak wakil Bupati OI HM Ilyas Panji Alam dijadikan Bupati OI definitif.

Awalnya, pertemuan sempat menemui kesepakatan bersama antara perwakilan mahasiswa, pimpinan DPRD OI dan fraksi-fraksi yang menghadiri rapat pertemuan yang berlangsung terbuka tersebut di gedung DPRD OI Tanjung Senai Inderalaya.

Pimpinan DPRD OI Drs H Ahmad Yani MM sempat menyetujui dan menyarakankan komisi 1 dan komisi 4 untuk memfasilitasi mahasiswa di rapat pertemuan nanti dengan pihak KPU dan tim kesehatan RSMH Palembang yang meloloskan peserta tes kesehatan Pilkada OI.

“Lembaga DPRD OI adalah lembaga yang mengesahkan hasil pemilihan umum. Kami hanya bisa memfasilitasi adik-adik mahasiswa dan menginstruksikan komisi 1 bidang pengawasan untuk menggelar pertemuan dengan pihak KPU OI, dan komisi 4 yang siap memfasilitasi mahasiswa untuk berbicara dengan pihak RSMH,” ujar ketua DPRD OI.

Kemudian, di akhir pertemuan tersebut, fraksi partai Golkar Irwan Noviatra terkesan menolak tuntutan mahasiswa kepada pimpinan DPRD OI lantaran tuntutan mahasiswa tersebut tidak memenuhi unsur aturan yang berkaitan dengan fungsi dan tugas DPRD OI.

“Seperti contoh salah satunya adalah poin tuntutan mahasiwa mengenai prosedural verifikasi Pilkada terindikasi adanya manipulasi persyaratan. Itu kan hanya dugaan, tidak ada pembuktian,” jelas Irwan Noviatra.

Tidak puas dengan hasil pertemuan, akhirnya perwakilan Garda Sriwijaya meninggalkan ruang rapat sembari melontarkan kekecewaannya.

“Kami merasa kecewa atas hasil pertemuan ini. Karena ada kesepakatan terhadap tuntutan kami kepada lembaga pimpinan DPRD. Kami kembali akan menggelar demo ke gedung DPRD OI dengan massa yang lebih besar lagi,” ujar Presiden Mahasiswa BEM Unsri, Khairunnaz.(SP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *