MUBA,Newshanter.com – Pembangunan kantor baru kecamatan Babat Supat perlu diapresiasi sebab dengan terbangunnya fasilitas ini kinerja para aparatur kantor kecamatan semakin terbagun pula. Namun satu hal yang sangat disayangkan, sebab bagunan yang menelan anggaran APBD Muba yang belum lama dikerjakan sudah bocor dibeberapa bagian atap, flapon sudah mengalami kerusakan sehingga jika hujan, hampir seluruh ruangan dilantai dua nyaris tergenang oleh air hujan.
Hal ini membuat kekecewaan warga Kecamatan Babat Supat kabupaten Musi Banyuasin (Muba), mereka mengecam proyek pembangunan kantor camat setempat diduga tidak berkualitas.
“Masa gedung sebesar dan semegah itu, kondisinya sekarang sudah bocor, padahal setau saya baru digunakan dan dimanfaatkan untuk kegiatan perkantoran sekitar tahun 2014 lalu”, ungkap Riyadi (45) warga setempat, kemarin.
Akibat kerusakan disejumlah titik atap ini, membuat lantai basah dan licin disaat hujan sehingga membuat risih sejumlah pegawai kecamatan. ”Lihat itu pak wartawan, plafon bangunan baru kantor ini bocor, akibatnya jika hujan sebagian ruangan lantai basah dan licin karena ditetesi air hujan,” keluhnya sembari menunjuk bagian plafon bagunan didalam ruangan kasi trantib yang bocor dan mengalami kerusakan cukup parah.
Riyadi meminta agar instansi berwenang menyelidiki berkenaan dengan item pekerjaan yang dianggap kurang beres tersebut. Karena dari pengamatan, jelas Riyadi, proyek ini diduga dikerjakan kurang berkualitas.
Senada dikatakan beberapa pegawai kantor kecamatan yang tidak mau namanya disebutkan mengakui atas bocornya atap gedung kantor kecamatan tersebut. “Jika hujan tiba, kondisi dibeberapa ruangan lantai dua mengalami kebocoran yang mengakibatkan banjir didalam ruangan”, ungkapnya.
Menurutnya, beberapa ruangan yang bocor adalah ruang kasi pemerintahan, kasi Yanmum, kasi Kesos dan kasi PPD/K dan ruang yang terparah yaitu ruangan trantib dan ruangan sekcam,saat hujan turun pegawai yang ada pindah keruangan laiinya karena basah dan air menggenangi lantai ruangan.
“Kalau tidak salah pembangunan gedung kantor ini pada tahun 2012 yang lalu dan resmi kami gunakan tanggal 4 februari 2014. Kondisi seperti ini sudah kami rasakan hampir 5 bulan lamanya”, imbuhnya.
Sementara itu, camat Babat Supat Hermanto Lani membenarkan atas hal itu, dirinya mengharapkan perbaikan atap dan flapon gedung kantor kecamatan dapat dianggarkan, sehingga kinerja aparatur kecamatan Babat Supat dapat berjalan secara maksimal tanpa adanya rasa cemas. (Heri Chaniago)





