
PADANG -Newshanter.com, Seorang tahanan di Polresta Padang titipan Polsek Padang Selatan bernama Alexander (31) kabur dari sel setelah menjebol ruang internet dan atap belakang ruang tahanan sekitar pukul 05.00 WIB, Selasa (22/9/2015).
“Tahanan ini sudah 47 hari di sini, dia terkait kasus narkoba dengan barang bukti delapan linting ganja dan 5 gram sabu. Tahanan ini diduga sudah mengetahui seluk beluk sel Polresta Padang,” kata Kapolresta Padang, Kombes Pol Wisnu Andayana di Mapolresta Padang.
Wisnu mengakui kondisi tahanan di Polresta Padang ini sudah over kapasitas. Saat ini jumlah tahanan ada sebanyak 98 orang itupun sudah dikurangi. Di mana kemarin ada sekira 105 orang dan sebagian sudah dititipkan di LP Muara Padang, dan pihak Lapas juga sudah angkat tangan karena sel dinsana juga sudah over kapasitas.
“Kita mengetahui berkurangnya tahanan setelah tadi pagi melakukan absen kepada tahanan. Setelah dihitung jumlah tahanan yang awalnya 98 orang ternyata setelah dihitung tinggal 97 orang. Ternyata setelah dicek ruang sel ada satu orang kabur dengan cara memajat dinding sel,” katanya.
Wisnu menuturkan saat Alexander kabur, tahanan lain sedang tidur, petugas piket jaga pada saat itu sudah melakukan cek pada pukul 04.30 WIB dan ketika itu Alexander masih ada di dalam sel, namun pada pukul 07.00 WIB ternyata tahanan itu sudah tidak ada.
“Kita menduga ini ada keterlibatan orang dalam, saat penjagaan dilakukan ada tiga orang. Hasil pemeriksaan, satu orang tidak masuk dan setelah kita mencek ke rumahnya ternyata di rumah oknum polisi yang tidak masuk ini didapati ganja, tapi kita masih melakukan penyelidikan,” ujarnya.
Mengenai over kapasitas tahanan, Kapolresta Padang sudah mengajukan untuk pembangunan ruang tahanan dan kantor Polres ke Polda Sumbar.“Kondisi tahanan kita sudah tidak bagus lagi banyak bangunannya yang sudah lapuk,” katanya.
Dikatakan Wisnu Terkait kaburnya seorang tahanan titipan Polsek Padang Selatan ini, Dua dari Tiga petugas piket Jaga ditahan dan diperiksa intensif.Dua petugas tersebut yakni Brigadir Zulhanif dan Briptu Riko. Mereka diduga kuat terlibat atas kaburnya Alexander dari sel tahanan Polresta Padang.
“Untuk sementara kedua petugas tersebut kita tahan dan masih diperiksa oleh Propam. Walau ada indikasi kuat mereka terlibat, namun kita masih melakukan pengembangan lebih dalam lagi,”sebut, Kombes Pol Wisnu Andayana, Kapolresta Padang, Selasa (22/9).
Sebelum ditahan jelas Wisnu, Brigadir Zulhanif dan Briptu Riko kita jemput ke rumah kediaman mereka, sesaat setelah diketahui ada satu tahanan yang kabur. Khusus untuk Brigadir Zulhanif, pada malam kejadian ternyata ia tidak masuk dan melakukan dinas piket sebagaimana mestinya.
Saat diperiksa oleh Propam Polresta Padang lanjut Kombes Pol Wisnu, ternyata keduanya terbukti positif mengkonsumsi narkoba. Hal ini diketahui setelah dilakukan tes urine pada keduanya.
“Positif menggunakan narkoba, membuat dugaan kedua oknum petugas tersebut terlibat dalam aksi pelarian Alexander semakin kuat. Pasalnya, Alexander juga merupakan tahanan dengan kasus narkotika,”tambahnya.
Walau demikian, papar Wisnu, pihaknya masih melakukan pengembangan lebih lanjut, apakah kedua oknum petugas tersebut terlibat dalam aksi pelarian tahanan, atau tidak.Hingga saat ini, jajaran Polresta Padang tengah berupaya memburu keberadaan Alex.(BB/NHO)





