Newshanter.com, Batanghari – Pihak Akademi Keperawatan (AKPER) Yayasan Pendidikan Serentak Bak Regam (YPSBR) Muarabulian, Kabupaten Batanghari, hari ini Kamis (21/12/2017), seyogyanya akan mewisuda puluhan mahasiswanya.
Namun, tiba-tiba saja wisuda tersebut mendadak dibatalkan oleh pihak AKPER YPSBR Muarabulian. Mendengar informasi tersebut, tentu saja menyulut kekecewaan puluhan orang tua Wisudawan/i AKPER YPSBR.
Masalahnya, mereka sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadiri wisuda. Namun, tiba-tiba saja pihak AKPER membatalkan jadwal yang sudah ditetapkan.
Padahal, untuk biaya wisuda yang diminta yayasan, mereka sudah menyetorkannya jauh-jauh hari.
Sejumlah orang tua calon wisudawan menilai pihak AKPER tidak bekerja maksimal untuk persiapan wisuda, serta kurangnya koordinasi dengan pihak Kopertis Padang.
“Pemberitahuan dari pihak AKPER sangat mendadak sekali. Kami yang sudah mempersiapkan diri dan segala sesuatunya untuk menghadiri wisuda anak-anak kami sangat kecewa. Kenapa mereka tidak jauh-jauh hari memberitahukan hal tersebut. Mereka bilang kendala data Kopertis belum masuk. Artinya, selama ini mereka tidak melakukan koordinasi dengan pihak kopertis,” kesal salah satu orang tua calon wisudawan yang meminta agar namanya tidak dipublikasikan.
Direktur AKPER YPSBR Muarabulian, Sarbaini, saat dikonfirmasi via ponselnya berdalih bahwa, pembatalan wisuda hari ini dikarenakan ada sesuatu hal yang harus diselesaikan.
“Iya, mau tidak mau Wisuda AKPER YPSBR dibatalkan dulu, ini terkendala data Kopertis. Saya baru dapat Informasi dari Kopertis Padang bahwa data para calon wisudawan AKPER YPSBR belum masuk. Untuk melakukan wisuda kita tidak diizinkan Kopertis.
Jika hal ini kita lakukan, maka wisuda tersebut Ilegal. Saya tidak mau ambil resiko, niat kami ingin menyelamatkan adik-adik calon wisuda. Setelah data diperbaiki dan pihak Kopertis Padang menyatakan lengkap, maka wisuda AKPER kita gelar. Kepada adik-adik dan orang tua calon wisudawan/i AKPER YPSBR, saya selaku direktur beserta jajaran, mohon maaf atas kesalahan ini,” ujar Sarbaini. ( Mardi Ali (





