Home / Aceh / Ada Apa Sejumlah Wartawan Aceh Tamiang Mendatangi Kantor Bea Cukai Langsa?

Ada Apa Sejumlah Wartawan Aceh Tamiang Mendatangi Kantor Bea Cukai Langsa?

Langsa
NewsHanter.com
Sejumlah Wartawan yang tergabung dalam Solidaritas Wartawan dan bertugas di Aceh Tamiang melakukan konfirmasi ke Bea Cukai Langsa terkait penangkapan Truk bermuatan rokok illegal di Aceh Tamiang pada Minggu, 11 April 2021 lalu.

Kedatangan sejumlah Wartawan Yang tergabung dalam Solidaritas Wartawan dan bertugas di Aceh Tamiang disambut oleh Staf Pelaksana Bea Cukai Kota Langsa Rendy. A.P. didampingi Muhammad Ihsan di halaman Kantor Bea Cukai setempat, pada Rabu (14/04/2021).

Dalam hal ini, Rencananya, para wartawan ingin melakukan konfirmasi langsung Pada pimpinan Bea Cukai, namun, pimpinan Bea Cukai Langsa sedang tidak berada di tempat.

Hal itu disampaikan oleh Staf Pelaksana Bea Cukai, Rendy. A.P. sembari hanya memberikan salinan siaran Persnya saja dari Kepala seksi kepatuhan internal dan Penyuluhan, Iwan Kurniawan, sehingga sejumlah Wartawan yang datang merasa kecewa Karena tidak dapat bertemu langsung dengan pimpinan bea cukai.

Rendy. A.P. membenarkan bahwa telah dilakukan penangkapan terhadap truk bermuatan rokok illegal merk Luffman, sebanyak tiga ratus tiga puluh karton bersama dua orang lelaki dan satu orang perempuan,”Ujar nya.

“Penangkapan rokok tanpa pita cukai pada Minggu (11/04/2021) kemarin dilakukan bersama personil Polres Aceh Tamiang, dengan nilai barang di perkirakan Rp. 5. 970.000.000, serta potensi kerugian negara terselamatkan sekitar Rp. 3.623.000.000, sebutnya.

“Dijelaskannya, penangkapan tersebut dilakukan karena telah melanggar pasal 54 Undang-undang nomor 39 tahun 2007 tentang cukai, bahwa setiap orang menawarkan, menyerahkan, menjual atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya.

Sebagaimana dimaksud dalam pasal 29 ayat 1 dipidana dengan pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun dan atau pidana denda paling sedikit dua kali nilai cukai dan paling banyak sepuluh kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

“Operasi penindakan ini tidak hanya untuk melindungi masyarakat dari potensi bahaya barang-barang ilegal yang tidak memenuhi ketentuan perundang-undangan, melainkan upaya nyata Bea Cukai dalam mengamankan penerimaan negara,” ungkap Iwan Kurniawan dalam siaran Persnya.
(JAZ 007).

About Jaz NHO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Dandim 0117/Aceh Tamiang Dampingi Danrem 011/Lilawangsa Tinjau Pos Chek Point Penyekatan Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H

Aceh Tamiang NewsHanter.com Dandim 0117/Aceh Tamiang Letkol Cpn Yusuf Adi Puruhita dampingi ...

0 pengunjung sedang aktif sekarang
0 tamu, 0 anggota
Semua waktu: 343 pada 10-23-2015 02:12 am UTC
Maks pengunjung hari ini: 0 pada 12:00 am UTC
Bulan ini: 0 pada 05-01-2021 12:00 am UTC
Tahun ini: 0 pada 01-01-2021 12:00 am UTC