Palembang, newshanter.com – Pemerintah provinsi (pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Dr Firmansyah menghadiri serta membuka langsung acara Musyawarah Cabang (Muscab) X yang dilaksanakan oleh Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (HISWANA Migas)
Turut hadir didalam Muscab X HISWANA Migas Palembang yakni perwakilan dari Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) provinsi Sumsel dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang Energi Dinas ESDM Provinsi Sumsel Ariansyah, General Manager Pertamina melalui Regional Manager Coorporate Sales and Service Pertamina Sumatera bagian Selatan Dede Haeruddin, dan undangan lainnya.
Dikatakan ketua DPC HISWANA Migas Palembang Abdul Yasir, S.T.,M.T dengan didampingi Hafisz Ramadhonie, alhamdulilah saya terpilih menjadi Ketua DPC Hiswana Migas Palembang pada Muscab X setelah melalui beberapa rangkaian salah satunya adalah dengan pemilihan suara.
“Dimana untuk perlu diketahui, yang mencalonkan diri tadi sebanyak tiga orang, yakni saya Abdul Yasir, Didik Cahyono, dan Hafisz Ramadhonie,” ujarnya.
Kemudian, dimana untuk perolehan suaranya saya mendapatkan 49 suara, Didik Cahyono mendapatkan 46 suara, dan Hafisz Ramadhonie mendapatkan 38 suara. Saya terpilih menjadi Ketua DPC Hiswana Migas Palembang ini akan meneruskan program yang sudah ada terutama penjualan BBM elpiji semua yang berkaitan dengan bidang usaha BBM dan LPG.
“Kedua menjaga kekompakan dalam organisasi, dan itu merupakan program secara umum, mudah-mudahan itu akan bisa dijalankan,” ungkapnya.
Dilanjutkannya, untuk penyaluran BBM dari Pertamina alhamdulillah lancar baik elpiji maupun BBM di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU). Dan begitu pula dengan kuotanya sendiri, sampai saat ini masih aman serta tidak ada kendala.
“Tahun ini saya mengacu kepada provinsi tetangga yakni Jambi dan Lampung, sudah terjadi kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) gas elpiji 3 kilogram (kg) di agen dan pangkalan gas,” katanya.
Masih dilanjutkannya, untuk di daerah Jambi yakni Rp 17.000, di daerah Lampung Rp18.000, dan jadi kita juga usulkan HET di agen dan pangkalan dengan harga itu. Kenapa alasan kita mengajukan kenaikan HET, karena sejak tahun 2017 sampai sekarang, artinya sudah 6 tahun tidak ada kenaikan untuk gas elpiji 3 kg.
“Karena itu wewenang pemerintah daerah. Jadi kita mengajukan ke pemerintah daerah untuk menyesuaikan harga jual itu,” imbuhnya.
Begitu juga disampaikan General Manager Pertamina melalui Regional Manager Coorporate Sales and Service Pertamina Sumatera bagian Selatan Dede Haeruddin, dimana ini sangat bagus sekali dengan cara-cara seperti ini, dan mungkin nanti ada beberapa hal yang perlu dievaluasi. Dari kekurangan-kekurangan yang terdahulu mungkin menjadi peningkatan untuk ditahun-tahun yang berikutnya.
“Hal-hal yang baru juga mungkin itu bisa dilihat lagi, karena ini beberapa hal pertanggungjawaban disamping dengan menyalurkan bahan bakar dan minyak,” bebernya.
Ditambahkannya, tetapi ada sebagian petugas daripada pemerintah dalam hal ini BBM bersubsidi. Sejauh ini untuk HISWANA Migas di kota Palembang sangat bagus saja dan baik semua. Harapan kepada yang terpilih nanti, sepertinya mungkin nanti tergantung daripada yang dihadapi atau kesepakatan nanti.
“Dimana yang jelas atau yang terpenting siapapun nanti yang menjadi ketua atau pemimpin ketua disana, mudah-mudahan lebih baik lagi daripada yang sekarang,” jelasnya.(ton)
