Muba, NewsHanter,Com- Paskah Operasi Tangkap Tangan oleh anggota Komisi Pemberantasan Korupsi 2 anggota DPRD Muba,eenin (29/06/2015) sekitar pukul 10.00 dprd muba mengelar rapat banmus tertutup, namun kali ini rapat tersebut berbeda dari hari sebelumnya, baik pintu bawah maupun pintu atas tertutup dan semua dijaga pol pp sehingga wartawan tidak dapat untuk meliput.
Dari pantuan di lapangan, rapat tersebut tertutup dan tidak boleh ada awak media masuk, sehingga wartawan baik media cetak maupun eletronik duduk di depan pintu menunggu rapat selesai bahkan ketika rapat selesai wartawan tidak tau, karena anggota DPRD keluar dari pintu atas bukan dari pintu bawah sehingga rapat banmus terkesan sarat kepentingan, apalagi ada informasi ada beberapa anggota DPRD di panggil untuk menjadi sanksi paskah penangkapan.
Sartoto waliun salah satu aktifis muba menanggapi rapat banmus tertutup sangat piluh karena DPRD wakil rakyat dan uang yang dipakai untuk membayar gaji anggota dewan mengunakan uang rakyat seharusnya tidak ada rapat tertutup
apalagi dengan adanya kondisi beberapa waktu lalu operasi OTT dari KPK seharunya dewan lebih giat bekerja, jika kita memang tidak terlibat untuk apa takut jadi kami selalu rakyat dan sekaligus salah satu aktivis muba mengharapkan
transparan dalam mengambil kebijakan jangan sampai terulang hal yang mencoreng muba pada operasi kpk ungkap sartoto
Sedangkan ketua dprd muba raymond iskandar ketika hendak di konfirmasi mengenai rapat tertutup dan dewan yang akan dipanggil tidak bisa memberikan keterangan bahkan ketua dprd berkata mohon izin mau sholat dulu ungkap ketua sambil berlalu dari wartawan (heri chaniago)





