
PALEMBANG.Newshanter.com Kanit Provost Seberang Ulu II, Aiptu Husein, Nyaris tewas dikeroyok Oknum Anggota LSM.di kawasan Pertahanan Ujung Kelurahan Silaberanti Kecamatan SU I Palembang, Minggu (31/05/2015) sekitar pukul 11.00.
Korban Warga perumahan OPI Kelurahan 15 Ulu Kecamatan SU I Palembang itu, mengalami luka di pipi sebelah kiri, Akibanya Aitu Husen korban dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSMH Palembang, karena luka luka yang dilaminya cukup parah, korban terpaksa harus menjalani operasi.Namun apa latar belakang pengeroyokan tersebut, tengah diselidiki Polresta Palemnbangm dua orang diduga pelaku berhasil ditangkap.
Menurut keterangan korban kepada wartawan sripoku, kejadian itu berawal saat ia baru saja lepas piket sekitar pukul 09.00. Saat hendak pulang ke rumahnya dengan mengendarai sepeda motor, di perjalanan ia bertemu dengan seorang kakek yang sedang berjalan kaki. Lantaran merasa iba, ia pun berniat baik untuk mengantar sang kakek ke rumahnya yang berada tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).
“Setelah usai mengantar sang kakek, saya pun memutuskan untuk langsung pulang. Namun dalam perjalanan, saya kembali bertemu seorang warga yang meminta pertolongan dengan mengaku menjadi korban perampasan handphone,” jelasnya terbata-bata.
Setelah mengetahui hal tersebut dan merasa terpanggil jiwanya sebagai seorang penegak hukum, dikatakan Husen, ia pun langsung menolong orang tersebut dengan cara menemui pelaku yang telah merampas handphone dan kebetulan saat itu masih berada di kawasan TKP.
“Saya temui pelaku dan bermaksud untuk meminta handphone orang yang telah dirampas tersebut dengan baik-baik. Tapi pelaku itu malah tidak menghiraukan dan memilih kabur,” jelasnya
Lantaran tidak mau kehilangan pelaku, masih dikatakan Husen, ia pun langsung berusaha mengenjar pelaku. Namun tidak disangka, disaat itu pelaku malah berteriak memanggil rekan-rekannya yang seketika langsung menyerang dan merngeroyoknya hingga mengalami luka bacok tersebut.
“Rombongan pelaku itu kira-kira ada 10 orang lebih. Dan sebelum kejadian itu, saya juga sudah memperingatkan bahwa saya anggota tetapi mereka tetap tidak mengindahkannya karena saat kejadian itu saya memang tidak mengenakan baju dinas,” ungkapnya.
Kapolsekta SU II Palembang, Kompol Paulina menjelaskan, dari hasil keterangan yang diperoleh, korban memang menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan segerombolan orang tidak dikenal. Dan itu terjadi setelah korban hendak mengamankan salah seorang pelaku yang diketahui telah melakukan perampasan handphone milik seorang warga yang meminta tolong kepadanya.
“Jadi adanya isu mengenai perebutan tanah itu tidak benar adanya. Namun diketahui di kawasan TKP itu memang sedang marak aksi perebutan tanah,” jelasnya saat ditemui di IGD RSMG Palembang.
Masih dikatakan Paulina, saat ini pelaku yang telah dikantongi ciri-cirinya yang didapat berdasarkan keterang dari korban masih dalam penyelidikan.”Sebenarnya, TKP-nya tersebut masih berada di wilayah hukum Polsekta SU I Palembang,” terangnya.
Sebelum Dikoroyok Korban Memoto
Sementara itu mengutip berita sripoku, kejadian tersebut bermula, ketika sekelompok oknum yang menyebutkan dirinya dari LSM mendatangi lokasi, lalu memasang patok batas tanah di tanah pak Rahmat yang sudah dibeli Cik Maimunah, sebesar 1,1 hektar.
Lalu, Pak Rahmat melihat aksi sekolompok oknum tersebut langsung menelepon Fahrul Rozi, anak Maimunah, guna memberitahukan aksi tersebut dan menelepon pihak Polsek SU II, untuk meminta pengamanan. Mendapati laporan dari warga, selang setengah jam Aiptu Husein Harun mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).
Kemudian, korban Husein bertemu dengan Pak Rahmat dan melihat oknum LSM tersebut sedang memasang patok di tanah Pak Rahmat yang sudah dibeli Maimunah. Diduga untuk arsip penyelidikan karena sering terjadi sengketa tanah di kawasan tersebut, korban pun lalu memoto selompok oknum itu yang tengah memasang patok.
Tetapi, naas bagi Aiptu Husein ketika dirinya memoto lokasi tersebut, sekelompok oknum itu tidak terima, dan langsung terjadi keributan antara mereka. Husein yang memakai pakai preman langsung dikeroyok. Tak lama berselang Fahrul Rozi pun datang ke lokasi kejadian. Melihat Husein dikeroyok, ia pun datang menolongnya.
Namun, saat itu Rozi pun juga dibacok dan mengalami luka di lengan kanannya. Dibawa ke RS Mohamad Hosein, sebelumnya sempat ditolong di RS Muhamadiyah, karena tidak sanggup.
“Tadi siang Pak Rahmat telepon, ada sekelompok oknum LSM memasang patok di tanah kami yang dibeli dari pak Husein. Nah mendapati kabar tersebut, kami langsung mendatangi lokasi. Ketika di lokasi rupanya, sudah ada keributan antara Petugas Polsek SU II, yang tengah melakukan pengamanan. Karena tanah tersebut punya ibu saya (Maimunah), jadi saya mencoba menolong petugas, namun saya malah kena bacok,” ungkap Rozi.
Kapolresta Geram Ulah Pelaku
Kapolresta Palembang Kombes Pol Tjahyono Prawoto SH MH, yang belum berapa hari menjabat Kapolresta, begitu mendapat laporan ada anak buahnya di keroyok langsung mendatangi lokasi kejadian.Kapolresta ikut terjun langsung ke lokasi, ikut mencari Senpi bersama anngota lainnya.
Kepada wartawan Tjahyono mengatakan, terkait kejadian ini dirinya akan mendalami dan melakukan penyelidikan. Perbuatan pelaku sangat biadab dan tidak manusiawi. Itu karena anggota dirinya telah menjadi korban.
” Anggota saya saat itu sedang melakukan pengamanan di lokasi atau mengontrol wilayah. Tetapi menggunakan baju preman, nah kok malah menjadi korban,” katanya. Ditegaskan pelaku harus bertanggung jawab dan gentelmen. Dia berhadapan dengan petugas kepolisian, ” kalau dia memang bertanggung jawab, saya harap dia menyerahkan diri. Kalau tidak akan saya kejar sampai di mana,” tegas Kapolresta.
Berkat kerja keras petugas diduga dua pelaku berhasil diamankan, yakni Basri Tonio (58) dan Rifin (70), yang mengaku oknum anggota LSM Merah Putih, warga Jalan Pipa Opi, Jakabaring Kelurahan 15 Ulu Kecamatn SU I, Palembang.
” Saya tidak ikut-ikutan pak, dapat saat itu saya juga tidak melakukan pengeroyokan, ” Aku keduanya ketika diamankan ke Polsek SU II, Palembang. Meski tidak mengaku mereka tetap diamankan untuk dilakukan pengembangan.
LSM Merah Putih Bukan Ngurusi Sengketa Tanah
Ketua umum LSM Merah Putih, David Sakih membenarkan jika salah satu pelaku yang kini diamankan di Mapolsek SU II yakni Basri memang anggota LSM Merah Putih. Namun ia nilai surat tugas yang dikeluarkan oleh pihaknya disalahgunakan.
Ia juga menegaskan, LSM tempat ia bernaung tidak pernah mengurusi urusan sengketa tanah. Jika pun ada pasti langsung diserahkan ke pihak lembaga bantuan hukum (LBH).
“Iya salah satunya anggota kita, tapi bukan berkenaan masalah sengketa tanah tapi ilegal taping di kabupaten banyuasin. Dan juga KTA-nya sudah habis masa, terhitung per 15 februari kemarin,“ ujar david.(Sripoku/NHO)





