Muba, Newsanter.Com- Bahaya kebakaran hutan dan Lahan setiap tahun di propinsi Sumatera selatan ( Sumsel) masih kerap terjadi. Dari beberapa daerah. Muba salah satu titik paling rawan terjadinya hal itu .maka untuk mencegah, jauh sebelumnya pihak terkait sudah memberlakukan siaga terhadap kebakaran hutan dan lahan.
Kadishut Sumsel Sigit wibowo seusai kegiatan Apel siaga kebakaran lahan dan hutan Sinarmas Forestry and partner di camp PT Bumi Persada Permai (Distrik Mendis) Desa Mendis, kecamatan Bayung Lencir, kamis(28/5), menjelaskan ada 5 kabupaten yang rawan bencana kebakaran di Sumsel.
“ masing-masing OKI, Muba, Banyuasin, Oi, dan Muara Enim. Yang bahayakan dilahan gambut, ini sudah kita petakan yang terbanyak di OKI, Muba dan Banyuasin, berdasarkan pengalaman sumber kebakaran hanya di beberapa titik itu saja, karenanya sekarang lebih intensif penanganannya dengan upaya terpadu dari seluruh komponen,” jelasnya.
Ia memaparkan , sepanjang tahun 2015 saja hingga tanggal 27 mei sudah tercatat 22 titik hosspot di wilayah Sumsel.pihaknya pun sudah menetapkan siaga kebakaran hutan . “ tapi siaga , belum sampai siaga darurat,”paparnya.
Terpisah , Wakapolda Sumsel Brigjend Syaiful Zahri dalam kesempatan yang sama menjelaskan, Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Iza Fadri sudah mengeluarkan maklumat tertanggal 9 April terkait tentang larangan pembakaran Hutan, Lahan ilalang dan semak belukar . terkait penindakan hukum terhadap pelaku, pihaknya akan bertindak tegas bahkan sudah membentuk tim khusus. “ Tim ini yang akan melakukan penindakan jika ada pelanggaran dan tindakan pidana pembakaran hutan dan lahan,”tukasnya.
GM External Relation Sinarmas Forestry & Partners, Daniel Sriwirahono,, mengatakan bahwa diadakannya kegiatan apel siaga kebakaran Bulan-bulan sudah mendekati musim kemarau, pengalaman 2014 begitu banyak Hotspot di sumsel , Gubenur telah mentargetkan 2015 bebas asap dan penurunan hotspot dengan target 90 persen.
Menyikapi itu perusahaan mengadakan apel siaga , menyiagakan seluruh komponen yang ada, dalam mengantisipasi jangan sampai terjadi kebakaran, sehingga dari perusahan berinisiatif mengadakan apel. Kemudian bukan hanya regu pemadam kebakaran yang di punya perusahaan, tetapi juga masyarakat sekitar hutan. Kita sudah membentuk 16 KMPA ( Kelompok Masyarakat Peduli api) yang sudah didik, dibina dan adakan pelatihan, jadi apabila terjadi kebakaran seluruh komponen yang ada sudah siap mengatasinya itu tujuannya apal siaga, bukan sampai disini saja , ini baru awal dari kewaspadan tidak terjadi kebakaran sedini mungkin terdekteksi terjadinya kebakaran
.
Sementara kepala Dinas Kehutanan Muba, Drs Bustanul arifin menambahkan, pihaknya memiliki target mewujudkan muba sebagai daerah minimnya terjadi kebakaran hutan dan lahan, “kita juga telah melakukan sosialisasi di desa-desa dan kecamatan berkaitan dengan pembakaran hutan dan lahan sesuai maklumat yang dikeluarkan Kapolda Sumsel,” tegasnya( Heri Chaniago)





